Akun Menkeu Sri Mulyani Unggah Masa Lalu Jokowi
INDEX

BISNIS-27 447.461 (-6.35)   |   COMPOSITE 5059.22 (-59.86)   |   DBX 933.73 (-7.01)   |   I-GRADE 135.366 (-2.1)   |   IDX30 427.201 (-7.13)   |   IDX80 111.513 (-1.85)   |   IDXBUMN20 284.629 (-6.37)   |   IDXG30 118.405 (-1.6)   |   IDXHIDIV20 382.903 (-6.43)   |   IDXQ30 125.347 (-2.16)   |   IDXSMC-COM 215.54 (-2.56)   |   IDXSMC-LIQ 243.745 (-4.83)   |   IDXV30 105.043 (-1.69)   |   INFOBANK15 803.622 (-8.33)   |   Investor33 371.182 (-4.92)   |   ISSI 148.056 (-1.95)   |   JII 539.107 (-10.07)   |   JII70 182.679 (-3.16)   |   KOMPAS100 996.599 (-14.96)   |   LQ45 780.316 (-12.34)   |   MBX 1404.61 (-17.5)   |   MNC36 278.843 (-3.77)   |   PEFINDO25 265.576 (-5.11)   |   SMInfra18 242.356 (-5.25)   |   SRI-KEHATI 313.434 (-3.93)   |  

Akun Menkeu Sri Mulyani Unggah Masa Lalu Jokowi

Jumat, 14 Agustus 2020 | 13:57 WIB
Oleh : Dwi Argo Santosa / DAS

Jakata, Beritasatu.com – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengunggah masa lalu Jokowi yang kini presiden RI, melalui akun resminya di media sosial Facebook, Kamis (13/8/2020), atau sehari sebelum pidato kenegaraan Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD serta penyampaian RUU APBN 2021 beserta Nota Keuangan.

Sri Mulyani membuka lembar masa 22 tahun lalu ketika ia masih menjadi dosen di Univeristas Indonesia sedangkan Jokowi adalah seorang pengusaha mebel di Solo. Pada unggahan dengan judul “Throwback 22 Tahun yang Lalu” itu Sri Mulyani menceritakan bahwa pada 1998 Indonesia mengalami krisis ekonomi yang dahsyat. Ekonomi merosot tajam minus 13,7%, mata uang Rupiah kolaps dari Rp 2.350 menjadi Rp 16.000 per dolar Amerika. Banyak perusahaan dan bank besar kecil mengalami kebangkrutan.

Sri Mulyani (kiri) dan Jokowi (kanan)

Ketika itu, Sri Mulyani diundang dalam sebuah seminar di Solo untuk menjelaskan mengapa krisis ekonomi terjadi dan bagaimana menyelamatkan ekonomi Indonesia ke depan. Pengundang dan sponsor seminar tersebut tak lain adalah Joko Widodo alias Jokowi.

Jokowi ketika itu adalah seorang pengusaha eksportir mebel yang justru mendapatkan berkah luar biasa dalam kondisi krisis karena penerimaan ekspor dalam dolar melonjak lebih dari enam kali lipat.

Jokowi, disebut Sri Mulyani, menggunakan windfall profit secara bijaksana dengan menambah kapasitas produksi dan berhasil memanfaatkan situasi krisis justru untuk mengembangkan usahanya.

Lantas apa hubungannya masa lalu tersebut diunggah menjelang penyampaian RUU Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2021 beserta Nota Keuangan, Jumat (14/8/2020) siang ini? Seminar 22 tahun lalu itu diadakan tepat pada tanggal 14 Agustus.

Brosur seminar di Solo, 1998

Kedua orang yang dipertemukan dalam sebuah seminar di Solo 22 tahun lalu itu kini sedang berupaya mengatasi krisis negara akibat pandemi. Mereka berdua bukan lagi sebagai seorang dosen yang menjadi pembicara seminar serta seorang lagi sebagai sponsornya. Sri Mulyani dan Jokowi kini menjadi penentu kebijakan negeri. Dalam tulisannya, tampak Sri Mulyani bukan saja ingin mengenang masa lalu melainkan ingin membangkitkan semangat pembacanya dalam mengatasi krisis bersama Jokowi.

22 tahun kemudian, Pak Jokowi adalah Presiden Republik Indonesia, dan saya diminta beliau menjadi Menteri Keuangan. Dunia menghadapi krisis akibat Pandemi Covid-19. Di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi kita berupaya mengatasinya. Program pemulihan ekonomi terus digenjot - untuk membantu masyarakat, memulihkan dan membangkitkan usaha kecil menengah, dan menumbuhkan kembali kegiatan ekonomi” demikian tulis Sri Mulyani.

Dalam unggahan tersebut akun Sri menyertakan foto brosur seminar dan foto saat Jokowi memberikan sambutan dalam seminar dimaksud. Ketika itu, selain Sri Mulyani turut menjadi pembicara adalah humorolog dan pengusaha Jaya Suprana.

Jokowi (kanan) tahun 1998

Unggahan mengenai seminar tersebut sejatinya sudah beredar di media sosial pertengahan Juli lalu. Tepatnya melalui artikel singkat “Testimoni panpel Seminar Ekonomi 1998 di Solo Bambang Haryanto”. Berikut antara lain kutipan dari unggahan yang disertai foto-foto yang kemudian viral tersebut.

Kirim uang dari Jokowi ke Sri Mulyani Indrawati di tahun 1998 kok engga kepikiran pakai transfer saja. Bukankah lebih murah? Lebih cepat?

Ketololan itu baru saya sadari di tahun 2020 ini. Karena di tahun 1998 itu saya harus naik kereta api Solo-Jakarta pp dalam 24 jam untuk membawa uang tersebut.

Tetapi kini dalam bernostalgia, ada juga rasa manis dari ulah bodoh saya saat itu.

Di Solo, 14 Agustus 1998, mungkin menjadi momen pertama kali Jokowi mengenal Sri Mulyani Indrawati. Mayor Haristanto, adik saya, dan saya, rasanya bisa sedikit berbangga karena mampu mempertemukan keduanya.

Yakni dalam acara seminar ekonomi di Solo. Saat itu kami berdua, setelah Solo porak-poranda akibat kerusuhan Mei 1998, mencoba ikut mencari solusi. Terbentuklah Forbis, Forum Bisnis Surakarta. Merancang seminar ekonomi. Penyandang dananya, pengusaha kayu bernama Joko Widodo.

Di seminar itu, Jaya Suprana sebagai moderator, membuat nujum, bila kelak SMI akan menjadi presiden RI. Tahun 2012 terbentuk Partai SRI untuk kendaraannya. Sayang terganjal syarat keikutsertaannya dalam Pemilu.

Yang kemudian jadi presiden di Pilpres 2014 dan kembali di tahun 2019 justru pengusaha kayu Solo yang berpidato membuka seminar itu.

Naskah pidato yang saya buat, agak sedikit panjang, ternyata dipersingkat. Mungkin sesuai motto dia, sedikit bicara banyak bekerja.

Sisanya adalah sejarah.

Siapa sangka orang yang ikut seminat itu sekarang jadi Bosnya Bu Sri Mulyani.

Foto-foto koleksi Mayor Haristanto



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Ini Pengakuan Kapolres Barelang Terkait Kematian Hendri

Menurut Kombes Purwadi Wahyu Anggoro, Hendri Alfreet Bakari meninggal dunia tidak lama setelah ditangkap personil Polresta Barelang Batam.

NASIONAL | 14 Agustus 2020

30 Tenaga Medis Terpapar Covid-19, RS Haji Medan Diminta Evaluasi Sistem Kerja

Tercatat, ada sebanyak 30 orang tenaga medis di RS Haji Medan yang sudah terpapar.

NASIONAL | 14 Agustus 2020

3 Bulan, 72 Tersangka Teroris Se-Indonesia Dibekuk

Penangkapan terhadap para terduga pelaku teroris ini dilakukan guna mencegah mereka sebelum melakukan aksi teror.

NASIONAL | 14 Agustus 2020

Unhan Tambah Guru Besar Ilmu Pertahanan

Bertambahnya guru besar bagi Unhan patut disyukuri bersama karena mutu dan eksistensi Unhan semakin unggul.

NASIONAL | 14 Agustus 2020

Jasa Marga Prediksi Hari Ini Mulai Terjadi Puncak Arus Mudik

Jasa Marga memprediksi puncak arus mudik dengan volume lalu lintas (lalin) keluar Jakarta pada 14-15 Agustus 2020 sebesar 322.437 kendaraan atau meningkat 8,5%.

NASIONAL | 14 Agustus 2020

Jokowi Apresiasi Kinerja Cepat BPK, MA, KY, dan MK

Guna memperluas akses bagi pencari keadilan, MA menambah layanan pos bantuan hukum dan memodernisasi manajemen perkara melalui layanan pengadilan elektronik.

NASIONAL | 14 Agustus 2020

Kemhub Batasi Angkutan Barang di Tol Jakarta-Cikampek

Angkutan barang arah ke Jawa mulai dari Gerbang Tol Cikarang Barat hingga Gerbang Tol Palimanan dan akan dialihkan menuju jalan arteri.

NASIONAL | 14 Agustus 2020

Jokowi Soroti Media Digital yang Hanya Mendulang Click dan Menumpuk Like

Media digital seharusnya didorong untuk menumpuk kontribusi bagi kemanusiaan dan kepentingan bangsa.

NASIONAL | 14 Agustus 2020

Sambut HUT RI Ke-75, Kominfo Gelar Lomba Podcast

Melalui podcast, peserta lomba dapat memberikan pandangan dan pengalaman dalam memaknai nilai kemerdekaan di tengah pandemi Covid-19.

NASIONAL | 14 Agustus 2020

Jokowi Minta Tingkatkan Ketahanan Pangan untuk Atasi Krisis

Jaga ketahanan pangan dengan menjamin kelancaran rantai pasokan makanan dari hulu produksi sampai hilir distribusi, ke seluruh wilayah negeri.

NASIONAL | 14 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS