Langgar Aturan Kapasitas Pesawat Tiga Maskapai Kena Sanksi
INDEX

BISNIS-27 448.028 (-0.11)   |   COMPOSITE 5099.84 (-3.39)   |   DBX 964.111 (2.27)   |   I-GRADE 139.821 (-0.42)   |   IDX30 426.948 (0.39)   |   IDX80 113.317 (0.11)   |   IDXBUMN20 291.67 (1.28)   |   IDXG30 118.931 (0.18)   |   IDXHIDIV20 379.8 (-0.77)   |   IDXQ30 124.715 (-0.33)   |   IDXSMC-COM 219.701 (0.45)   |   IDXSMC-LIQ 255.871 (2.67)   |   IDXV30 106.644 (1.52)   |   INFOBANK15 836.821 (-6.19)   |   Investor33 373.706 (-0.97)   |   ISSI 150.561 (0.36)   |   JII 547.285 (1.18)   |   JII70 187.054 (0.33)   |   KOMPAS100 1020.57 (-1.1)   |   LQ45 786.439 (0.76)   |   MBX 1410.93 (-1.57)   |   MNC36 280.006 (-0.59)   |   PEFINDO25 280.13 (0.18)   |   SMInfra18 241.99 (-0.13)   |   SRI-KEHATI 316.197 (-0.37)   |  

Langgar Aturan Kapasitas Pesawat Tiga Maskapai Kena Sanksi

Jumat, 25 September 2020 | 11:22 WIB
Oleh : DAS

Jakarta, Beritasatu.com -Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemhub) menyebutkan ada tiga maskapai yang melanggar batas kapasitas pesawat 70 persen dan tidak menerapkan jaga jarak pada masa pandemi, baik di dalam pesawat maupun di bandara. Ketiganya dipastikan kena denda administratif maksimal Rp 300 juta.

Berdasarkan Laporan Hasil Pengawasan (LHP) yang dilakukan oleh Otoritas Bandar Udara Wilayah II Kualanamu Medan, terdapat tiga perusahaan penerbangan yang tidak menerapkan prinsip jaga jarak dalam kabin pesawat sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

“Ada tiga perusahaan penerbangan yang tidak menerapkan prinsip jaga jarak di dalam pesawat udara kategori jet transport narrow body (berbadan sedang) dan wide body (berbadan lebar) yang digunakan untuk angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri sesuai dengan konfigurasi tempat duduk dan pengaturan kursi penumpang berdasarkan karakteristik penumpang maksimal 70 persen kapasitas angkut. Kami pastikan diberikan sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku,” kata Dirjen Perhubungan Udara Novie Riyanto dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (25/9/2020).

Sanksi yang diberikan sesuai dengan Peraturan Menteri No 56/2020 tentang Pengenaan Sanksi Administratif terhadap Pelanggaran Peraturan Perundang-undangan di Bidang Penerbangan, berupa sanksi denda administratif sebesar 250 - 3000 per finalti unit (satu finalti unit = Rp100.000) atau Rp25-300 juta.

“Melalui Peraturan Menteri No 56/2020 ini menjadi salah satu bukti bahwa kami Kemhub terus berupaya untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, siapa pun yang melanggar akan kami berikan sanksi tegas,” ujarnya.

Sebelum ditetapkannya Peraturan Menteri No 56/2020, Ditjen Perhubungan Udara telah memberikan surat teguran serta pencabutan izin rute terhadap perusahaan penerbangan yang melanggar ketentuan pembatasan kapasitas maksimum di dalam pesawat.

“Saya berharap semua perusahaan penerbangan dapat mematuhi ketentuan yang berlaku, bersama-sama kita terapkan protokol kesehatan dengan baik, demi penerbangan yang selamat, aman dan sehat,” katanya.



Sumber:ANTARA


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Super Wifi di Labuan Bajo, Orang Sekampung Bisa Akses Internet Langsung dari Satelit

Untuk membangun pariwisata berbasis komunitas.

NASIONAL | 25 September 2020

Kempora Terus Awasi Penggunaan Anggaran Pelatnas

Proses pendampingan dan pengawasan akan dilakukan kepada seluruh cabor penerima dana pelatnas tahun 2020.

NASIONAL | 25 September 2020

Guru Besar UIN: Paham Khilafah Politik Ada karena Kurang Pemahaman Agama

Ideologi khilafah berasal dari kekecewaan politik di Timur Tengah yang kemudian menyebar keluar ke berbagai negara.

NASIONAL | 24 September 2020

Bisnis Pernikahan di Jatim Mulai Menggeliat Lagi

Gelaran Serba Serbi Manten Expo bertujuan membangkitkan kembali bisnis pernikahan yang sempat lumpuh di Jatim.

NASIONAL | 24 September 2020

Mundur dari KPK, Febri Diansyah Bakal Buat Kantor Advokasi Korban Korupsi

Febri Diansyah membeberkan rencananya setelah mengundurkan diri sebagai Kabiro Humas dan pegawai KPK.

NASIONAL | 24 September 2020

UGM Kembangkan GeNose, Pendeteksi Covid-19 dengan Embusan Napas

Cara kerjanya memanfaatkan teknologi revolusi industri 4.0 yakni artificial intelligence atau kecerdasan buatan untuk melakukan screening.

NASIONAL | 24 September 2020

Tampil Lagi di PBB, Gus Yahya Paparkan Abrahamic Faiths Initiative

Dunia Islam harus berintegrasi secara damai dan harmoni dengan masyarakat dunia seluruhnya.

NASIONAL | 24 September 2020

Skema Dana BOS Tahun Depan Diubah, Komisi X DPR: Maksimalkan Peran Pengawas Sekolah

Huda juga mendorong Kemdikbud menyiapkan sistem yang bisa mengawal penggunaan dana BOS.

NASIONAL | 24 September 2020

Skandal Djoko Tjandra, KPK Olah Berbagai Informasi

KPK memastikan terus memantau perkembangan penanganan skandal terpidana perkara cessie Bank Bali Djoko Soegiarto Tjandra

NASIONAL | 24 September 2020

Pilbup Serang, Tatu-Pandji Dapat Nomor Urut 1

Pada Pilbup Serang, Ratu Tatu Chasanah-Pandji Tirtayasa (Tatu-Pandji) mendapatkan nomor urut 1 dan Nasrul Ulum-Eki Baihaki (Nasrul-Eki) nomor urut 2.

NASIONAL | 24 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS