India Lockdown Sambil Bertepuk Tangan
INDEX

BISNIS-27 446.998 (3.66)   |   COMPOSITE 5103.41 (22.92)   |   DBX 961.91 (2.39)   |   I-GRADE 139.433 (1.14)   |   IDX30 425.424 (3.73)   |   IDX80 112.732 (0.9)   |   IDXBUMN20 290.237 (3.92)   |   IDXG30 119.067 (0.52)   |   IDXHIDIV20 380.466 (2.42)   |   IDXQ30 124.992 (0.94)   |   IDXSMC-COM 219.453 (0.5)   |   IDXSMC-LIQ 253.905 (3.07)   |   IDXV30 105.587 (1.13)   |   INFOBANK15 830.947 (11.32)   |   Investor33 371.883 (3.69)   |   ISSI 150.117 (0.53)   |   JII 544.402 (1.55)   |   JII70 185.969 (0.84)   |   KOMPAS100 1019.44 (6.38)   |   LQ45 783.452 (7)   |   MBX 1412.54 (6.76)   |   MNC36 280.287 (2.27)   |   PEFINDO25 278.026 (3.1)   |   SMInfra18 241.756 (0.32)   |   SRI-KEHATI 314.153 (3.5)   |  

India Lockdown Sambil Bertepuk Tangan

Kamis, 2 April 2020 | 11:02 WIB
Oleh : Dina Manafe / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Sejak Rabu (25/3/2020) pukul 00.00, India resmi menyatakan totally lockdown atau karantina satu negara. Tujuannya satu, untuk memutus mata rantai penularan virus corona (Covid-19). Ketika saat itu kasusnya dilaporkan sebanyak 492 konfirmasi positif, dan 9 meninggal.

Artinya, sejak saat itu 1,339 miliar penduduk India harus berada di rumah selama 21 hari. Menariknya, di tengah lockdown itu, setiap jam 17.00 seluruh penduduk diminta ke balkon dan teras rumahnya masing-masing untuk bertepuk tangan selama 5 menit.

Pengalaman unik ini dibagikan mantan Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan, Professor Tjandra Yoga Aditama. Kini, Tjandra menjabat Diplomat World Health Organisation (WHO) South East Asia Regional Office (SEARO) yang berkantor di New Delhi, India.

Kepada Beritasatu.com, Selasa (1/4/2020), Tjandra menceritakan sejak dinyatakan lockdown, sekolah dan kantor ditutup, kecuali yang amat vital. Kereta SubWay berhenti, armada bus amat dikurangi dan hanya boleh untuk yang bertugas. Toko makanan dan farmasi tetap buka, tapi masuk ke dalam toko harus menerapkan physical distancing atau jarak fisik.

“Bandara pun ditutup, sehingga saya yang biasa sebulan sekali ke Jakarta maka dalam bulan Maret ini terpaksa hanya ngobrol dengan cucu di Jakarta lewat Face Time saja,” ujar Tjandra.

Menurut dia, tahapan pengambilan keputusan untuk lockdown di India menarik. Kamis 19 Maret diumumkan bahwa Minggu 22 Maret adalah Janta Curfew (Jam malam masyarakat), di mana seluruh India harus di rumah jam 07.00- 21.00 waktu setempat.

Uniknya, pada jam 17.00 seluruh penduduk diminta ke balkon dan teras rumahnya masing-masing untuk bertepuk tangan selama 5 menit pada petugas yang bekerja melayani masyarakat mulai dari petugas kesehatan, polisi, pelayanan umum, dan lain-lain. Ini bentuk ucapan terimakasih dari 1,3 milyar orang ke petugas kesehatan dan petugas lapangan lainnya.

Lalu, di hari Minggu (22/3/2020) di malam harinya jam 21.00, beberapa state (termasuk New Delhi tapi belum seluruh negeri) mengumumkan penduduk untuk di rumah saja selama 10 hari ke depan.

“Senin 23 Maret saya masih ke kantor walau di WHO SEARO hanya direktur dan staf inti yang masuk. Jadi seluruh Department Communicable Diseases hanya saya sendirian yang masuk dan duduk tenang pakai baju batik di kantor,” kata Tjandra.

Akhirnya, Selasa (24/3/2020) jam 20.00 India mengumumkan bahwa sejak jam 12 malam hari itu seluruh India langsung lockdown total. Keesokan harinya jalanan kosong, termasuk kompleks tempat tinggal Tjandra. Sebagian pintu gerbang pun ditutup untuk keamanan. Seluruh penduduk India bekerja dari rumah. “Termasuk saya yang menulis pengalaman yang baru sekali saya rasakan seumur hidup ini,” ujarnya.

Di tengah lockdown, Tjandra tetap produktif dari rumah. Ia sempat mengikuti webinar rumah sakit di Indonesia, dan diwawancara lewat Instagram Live. Bahkan kemarin ia mengajar program S3 Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia lewat Google Meet. “Saya di New Delhi, Ketua Program Studi di Kampus UI Depok dan mahasiwa S3 nya di rumahnya masing-masing di berbagai daerah,” kata Tjandra.

Tjandra berharap wabah corona cepat berakhir. Yang paling dirindukannya adalah pulang ke Jakarta dan bertemu cucu kesayangan. Terakhir Tjandra di Jakarta menghadiri pertemuan khusus dengan Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres) membahas penanganan virus corona. Sesekali ia memberikan kuliah di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia di Jakarta. Terakhir mengajar itu waktu baru ada satu kasus kematian akibat Covid-19 di Kota Wuhan, Tiongkok.

Tjandra pernah menjadi orang penting di Kementerian Kesehatan. Sebelum diangkat menjadi Diplomat WHO, ia menjabat Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan dan sebelumnya Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan. Ia menjabat eselon 1 selama 4 Menteri Kesehatan yang semuanya perempuan, mulai dari Siti Fadillah, Endang Rayahu Sedianingsih (almarhumah), Nafsiah Mboi, dan Nila Moeloek.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Menlu Usulkan KTT ASEAN Digelar Virtual

Menlu usulkan agar KT) ASEAN yang dijadwalkan pada 6-9 April 2020 bisa digelar secara virtual.

DUNIA | 1 April 2020

Donald Trump Curiga Angka-angka Virus Corona dari Tiongkok Terlalu "Sedikit"

Presiden AS Donald Trump menyinggung angka virus corona, jumlah kasus dan kematian, di Tiongkok yang menurutnya terlalu sedikit.

DUNIA | 2 April 2020

Corona Diprediksi Akan Tewaskan Hingga 200.000 Warga Amerika

Jika upaya-upaya mitigasi tidak lakukan, korban jiwa di Amerika bisa menembus angka 2,2 juta orang.

DUNIA | 1 April 2020

Pertama Kalinya, 700 Tewas dalam Sehari Akibat Corona di AS

Jumlah itu sama dengan kematian setiap dua menit.

DUNIA | 1 April 2020

Ini Daftar Negara yang Belum Ada Laporan Kasus Corona

Ada tiga negara Asia yang mengklaim bebas corona. Apa saja?

DUNIA | 1 April 2020

Lampaui Tiongkok, Kematian Akibat Corona di AS Tembus 3.807 Orang

Kematian di AS tiga besar tertinggi di dunia di belakang Italia 12.428 kematian dan Spanyol 8.464 orang meninggal.

DUNIA | 1 April 2020

499 Pasien Corona Tewas dalam Sehari, Prancis Masuk “Klub 3.000”

Angka kematian di Prancis hanya menghitung mereka yang di rumah sakit, sehingga jumlah sebenarnya diperkirakan lebih tinggi.

DUNIA | 1 April 2020

Kapal Induk Amerika Terjangkit Wabah Corona dan Menyebar Cepat

Menurut kapten kapal, wabah ini tidak terbendung dan penularannya “masih berlangsung dan makin cepat”.

DUNIA | 1 April 2020

Cegah Sebaran Virus Corona, Menko PMK Harap WNI Tak Pulang ke Indonesia

Menko PMK Muhadjir Effendy mengharapkan WNI tidak pulang ke Indonesia untuk mencegah risiko adanya imported case virus corona baru di Indonesia.

DUNIA | 31 Maret 2020

WHO Siapkan Aplikasi Seputar Covid-19 untuk Android dan IOS

WHO MyHealth akan menghadirkan notifikasi peringatan khusus.

NASIONAL | 31 Maret 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS