Kadin Ajak Pihak Swasta Optimalkan Penerapan SDGs di Indonesia
INDEX

BISNIS-27 425.322 (12.08)   |   COMPOSITE 4870.04 (100.06)   |   DBX 940.805 (3.04)   |   I-GRADE 127.855 (4.56)   |   IDX30 401.317 (13.58)   |   IDX80 105.56 (3.19)   |   IDXBUMN20 265.398 (11.16)   |   IDXG30 112.997 (3.48)   |   IDXHIDIV20 357.483 (12.54)   |   IDXQ30 117.699 (3.88)   |   IDXSMC-COM 210.149 (2.59)   |   IDXSMC-LIQ 234.599 (5.6)   |   IDXV30 100.238 (2.07)   |   INFOBANK15 757.481 (24.48)   |   Investor33 352.266 (10.05)   |   ISSI 143.81 (2.89)   |   JII 518.901 (12.87)   |   JII70 176.231 (4.44)   |   KOMPAS100 949.983 (26.08)   |   LQ45 737.154 (23.9)   |   MBX 1342.99 (31.12)   |   MNC36 264.429 (7.79)   |   PEFINDO25 260.033 (3.99)   |   SMInfra18 229.972 (7.95)   |   SRI-KEHATI 296.897 (9.06)   |  

Kadin Ajak Pihak Swasta Optimalkan Penerapan SDGs di Indonesia

Senin, 11 Maret 2019 | 15:19 WIB
Oleh : Siprianus Edi Hardum / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendorong peran aktif swasta untuk menyukseskan tercapainya tujuan pembangunan berkelanjutan global (sustainable development goals/SDGs) di dalam negeri. Peran swasta diharapkan dapat menyelaraskan kegiatan operasional mereka untuk mendorong implementasi SDGs.

“Praktik bisnis yang berkelanjutan dalam dunia usaha di era sekarang sudah menjadi tuntutan sebagai tanggung jawab swasta bukan hanya terhadap stakeholder-nya (pemangku kepentingan) saja, namun juga terhadap lingkungannya,” kata Ketua Umum Kadin Indonesia, Rosan P Roeslani, kepada wartawan di acara Kadin CEO Breakfast Meeting bertema “Kontribusi Strategis Swasta untuk SDGs” di Kadin Lounge, Menara Kadin Indonesia, Senin (11/3/2019).

Rosan P Roeslani mengatakan, Kadin Indonesia telah menyusun buku panduan praktis bagi swasta untuk menerapkan SDGs. Pihaknya berharap, swasta selain bisa menerapkan praktik untuk keberlanjutan usahanya, juga dapat menyelaraskannya dengan pembangunan yang berkelanjutan sehingga swasta dapat berkontribusi aktif dalam mencapai SDGs di tahun 2030.

Seperti diketahui pada tahun 2015, 193 negara yang tergabung dalam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan dan bersepakat untuk mengadopsi 17 agenda SDGs; diantaranya menghapus kemiskinan, meningkatkan pendidikan dan kesehatan, memerangi perubahan iklim serta mempererat kemitraan global.

Mendukung tujuan tersebut, kata Rosan P Roeslani, pemerintah menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 59 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan sebagai tonggak utama dalam mengimplementasikan SDG di dalam negeri.

“Pemerintah sudah menyediakan platform-nya. Kini saatnya swasta proaktif dalam penerapan SDG. Saya yakin sejumlah sektor potensial bisa dikerjasamakan untuk mencapai agenda global ini,” ujar Bayu Krisnamurthi, Ketua IPB SDG Network yang juga anggota Kelompok Kerja (Pokja) Nasional SDG dan anggota Dewan Pakar Pakar Kadin Indonesia.

Penerapan SDGs

Presiden Direktur PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) – bagian dari APRIL Group, Sihol P Aritonang, mengaku, dalam mendukung agenda SDGs, perusahaan telah menerapkan sejumlah komitmen yang selaras dengan agenda pemerintah dan global secara menyeluruh.

Rosan P Roeslani mengatakan, agar penerapan SDGs tepat sasaran serta terukur dampak kontribusinya, APRIL Group melibatkan PwC (Pricewater House Cooper) dalam menetapkan fokus SDG. Hasilnya dituangkan dalam APRIL’s SDG Prioritization and Alignment Report yang pada kesempatan itu diserahkan secara simbolis kepada Ketua Umum Kadin Indonesia. Laporan itu menjabarkan prioritas SDGs, analisa komparasi serta identifikasi prioritas SDGs perusahaan yang berbasis di Pangkalan Kerinci, Provinsi Riau.

“Dari 14 kegiatan yang masuk dalam kategori aktivitas tinggi perusahaan, kami fokus pada tiga aspek core dan empat aspek catalytic implementasi SDGs,” ungkap Sihol P Aritonang.

Tiga aspek core April tersebut adalah nomor 12 Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, Nomor 13 Aksi Terhadap Iklim dan nomor 15 Ekosistem Daratan.

Konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab (target SDGs nomor 12) adalah mengenai bagaimana pola produksi dan konsumsi dilakukan dengan berkelanjutan.

Sihol P Aritonang mengatakan, pihaknya telah melakukan daur ulang material dalam kegiatan operasional. Ia mencontohkan, sejak tahun 2010, pabrik pulp dan kertas APRIL melakukan proses evaporasi dan distilasi terhadap black liquor, dimana proses tersebut menghasilkan biofuel dan methanol untuk digunakan sebagai sumber energi terbarukan dalam kegiatan operasional pabrik. Kegiatan daur ulang ini telah memenuhi hampir 80% total kebutuhan energi nasional pabrik.

Sihol P Aritonang melanjutkan, korporasi ikut pula menerapkan aksi penanganan terhadap perubahan iklim (target SDGs nomor 13), yakni mengambil tindakan cepat untuk mengatasi perubahan iklim dan dampaknya.

Sihol P Aritonang mengaku, saat ini APRIL mengimplementasikan peta jalan lahan gambut yang disusun bersama kelompok kerja pakar gambut independen (IPEWG).

Sebagai bagian hal tersebut, pihaknya telah membangun menara flux dengan teknologi terdepan di daerah konsesi perkebunan, restorasi dan mixed use concession area. Menara ini akan memberikan data tentang emisi gas rumah kaca dan tingkat penyerapan yang menjadi input dalam menginformasikan target dan aksi mitigasi emisi APRIL di seluruh lanskap.

Selain itu, pihaknya juga turut melindungi ekosistem daratan (target SDGs nomor 15) dengan komitmen untuk ikut serta mengkonservasi dan merestorasi lahan gambut melalui program Restorasi Ekosistem Riau (RER) di kawasan ekosistem gambut seluas 150.000 hektar di Semenanjung Kampar dan Pulau Padang, Riau.

Berdasarkan survei yang dilakukan RER bersama dengan Flora & Fauna International, terdapat 574 spesies flora dan fauna yang hidup di lanskap tersebut, dimana 44 spesies diantaranya termasuk kedalam kategori spesies yang dilindungi secara global.

Adapun empat target katalistik yang ditetapkan APRIL dalam implementasi SDGs yaitu nomor 3 mengenai kesehatan yang baik dan kesejahteraan, nomor 4 pendidikan berkualitas, nomor 6 ketersediaan air bersih dan sanitasi serta nomor 17 kemitraan untuk mencapai tujuan.

“Kami bekerja dengan banyak pihak demi memberikan kontribusi terbaik bagi negeri. SDGs memberikan kami framework, goal alignment, sekaligus akan memperkuat apa yang telah kami lakukan selama ini,” kata Sihol P Aritonang.

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Hubungan Internasional Shinta Widjaja Kamdani mengatakan sektor swasta memiliki peran penting dalam rangka mendukung SDGs di Indonesia.

“Sebuah perencanaan hanya bisa terealisasi dengan keterlibatan pemerintah, sektor swasta, akademia, serta lembaga swadaya masyarakat secara aktif. Inisiatif dan langkah konkret yang diambil korporasi adalah bukti bahwa SDGs dan bisnis bisa sejalan dan bahkan mendorong laju perusahaan," tandas Sihol P Aritonang.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Meikarta Gelar Rutin Olahraga Zumba di District 1

Meikarta mengajak warga sekitar untuk mengikuti olahraga Zumba di District 1.

KESEHATAN | 11 Maret 2019

Akurasi Data Pelanggan, ACC Lanjutkan Kerja Sama dengan Dukcapil

Kerja sama ini untuk meningkatkan akurasi data pelanggan.

EKONOMI | 11 Maret 2019

Tiga Langkah Pemerintah Dorong Harga Karet Naik Kembali

Pemerintah telah melakukan tiga langkah untuk mendorong harga karet dari petani kembali naik.

EKONOMI | 11 Maret 2019

Dharma Jaya Jual Daging Murah, Pasar Jaya Buka Gerai Bersubsidi

Outlet di PD Dharmajaya tersedia pangan murah pada pukul 09.00 sampai 15.00 WIB.

MEGAPOLITAN | 11 Maret 2019

Sesi I, IHSG Terkoreksi Tipis 0,1%

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik melemah 0,1 persen (9,22 poin) ke kisaran 6.373,85.

EKONOMI | 11 Maret 2019

Rupiah Menguat ke Kisaran Rp 14.200

Rupiah berada di level Rp 14.286,5 per dolar AS atau terdepresiasi 27,5 poin (0,19 persen).

EKONOMI | 11 Maret 2019

Rupiah Stagnan di Rp 14.300

Rupiah berada di level Rp 14.319 per dolar AS atau terdepresiasi 5 poin (0,03 persen).

EKONOMI | 11 Maret 2019

Kemhub Perketat Pengawasan Pesawat Boeing 737 Max

Kemhub terus melakukan pengawasan terhadap maskapai yang masih mengoperasikan Boeing 737 Max.

EKONOMI | 11 Maret 2019

IHSG Dibuka Menguat, Bursa Asia Mixed

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,2 persen (12,89 poin) ke kisaran 6.395,96.

EKONOMI | 11 Maret 2019

Pelanggar SNI Wajib Pelumas Terancam Denda Rp 50 Miliar

Apa yang berada di dalam pelumas tidak diketahui sehingga tidak ada jaminan bahwa kualitas yang terdaftar sudah sesuai atau tidak.

EKONOMI | 11 Maret 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS