Kemperin Dorong Perajin Miliki Indikasi Geografis
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Kemperin Dorong Perajin Miliki Indikasi Geografis

Kamis, 11 April 2019 | 00:00 WIB
Oleh : Siprianus Edi Hardum / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Perindustrian (Kemperin) mendorong para perajin nusantara untuk mencantumkan indikasi geografis pada produk mereka. Hal ini untuk memacu Industri Kecil dan Menengah (IKM) di Tanah Air agar lebih meningkatkan daya saing produknya sehingga mampu kompetitif baik di pasar domestik maupun ekspor, bahkan menghindari pemalsuan.

"Dengan indikasi geografis, perajin dapat terlindungi dari pemalsuan produk. Perajin juga bisa meningkatkan daya tawar jadi lebih tinggi. Karena itu, kami dorong ke arah sana," kata Sekretaris Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (Ikma) Kemperin, Eddy Siswanto, di Jakarta, Kamis (11/4/2019).

Indikasi geografis merupakan suatu tanda yang menunjukkan daerah asal sebuah barang atau produk karena faktor lingkungan geografis, termasuk faktor alam, faktor manusia atau kombinasi dari kedua faktor tersebut. Hal ini memberikan reputasi, kualitas, dan karakteristik tertentu pada barang atau produk yang dihasilkan.

Tanda yang digunakan sebagai indikasi geografis dapat berupa label yang dilekatkan pada produk yang dihasilkan. Tanda itu juga dapat berupa nama tempat, daerah, atau wilayah, kata, gambar, huruf, atau kombinasi dari unsur-unsur tersebut.

“Dengan indikasi geografis, produk-produk IKM seperti kerajinan akan terlihat secara spesifik indentitas dan keunggulannya masing-masing. Bagi konsumen tertentu dapat menjadi penanda. Terlebih konsumen yang sangat menghargai pelestarian alam dan mendukung masyarakat lokal dan budayanya,” ujar Eddy.

Faktor lain yang bisa dimasukkan dalam indikasi geografis adalah Sumber Daya Manusia (SDM) dan proses pembuatannya. Sebab, ada beberapa produk kerajinan, termasuk batik, yang pembuatannya diajarkan secara turun-temurun dari nenek moyangnya.

Hal itu bisa menjadi nilai tambah untuk produk itu sendiri, karena produk tersebut nilainya berbeda dengan yang diproduksi secara massal. “Seperti di daerah Yogyakarta ada talent yang sangat spesial yang di sana SDM-nya sangat khas. Dengan begitu, akan menjadi indentitas, kalau motif seperti ini hanya ada di Yogyakarta, karena misalnya ada pengaruh keraton atau budaya leluhur yang terkait dengan masa lalu,” terangnya.

Eddy menegaskan, Ditjen Ikma telah berupaya mengajak para komunitas perajin di daerah untuk memperhatikan manfaat dari indikasi geografis tersebut.

Menurutnya, langkah itu bisa memproteksi terhadap keunggulan produk nasional, sehingga kondisinya tetap terjaga atau bahkan lebih bagus. “Kalau sudah melalui proses indikasi geografis, akan lebih bermanfaat secara ekonomi terhadap komunitas itu sendiri,” jelasnya.

Untuk mendapatkan sertifikasi indeks geografis, tahap pertama adalah pendaftaran produk oleh perajin. Kemudian, pemerintah melakukan kajian dengan parameter-parameter yang ada. “Nantinya, para penguji akan langsung datang ke daerah itu, kemudian melakukan penelitian, apakah layak untuk mendapatkan indikasi geografis,” imbuhnya.

Eddy menyampaikan, pihaknya siap memfasilitasi pendaftaran indeks geografis bagi pelaku IKM, mulai dari pengajuan ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia hingga pendanaan untuk mendapatkan sertifikasi tersebut.

“Untuk mendaftarkan, kalau komunitasnya kuat, biasanya mereka bayar sendiri. Tapi, kalau mereka tidak mampu, nanti kami bantu,” ujarnya.

Eddy menambahkan, guna mendorong perajin nusantara memiliki indikasi geografis, Kemenperin tengah menyiapkan anggaran agar para perajin bisa dibantu untuk mendaftarkan indikasi geografis bagi produk mereka.

“Tetapi komunitas harus kuat, karena memang indikasi geografis itu seperti SNI yang harus mendapatkan surveillance (pengawasan) setiap tahun,” pungkasnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Kembangkan Poin Square, Intiland Gandeng Menara Prambanan

Kedua perseroan sepakat untuk membentuk PT Inti Menara Jaya sebagai perusahaan patungan.

EKONOMI | 11 April 2019

Koperasi Jangan Terjebak Pada Rangsangan Fasilitas Sesaat

Koperasi harus teruskan meningkatkan kinerja.

EKONOMI | 11 April 2019

50% UMKM Diproyeksikan Go Digital di 2024

50 UMKM terdigitalisasi tahun 2024.

EKONOMI | 11 April 2019

Tren Inflasi Rendah Tak Mampu Menstimulasi Tingkat Konsumsi

Pertumbuhan konsumsi juga mengalami stagnansi.

EKONOMI | 11 April 2019

Siapapun Presidennya, Indonesia Akan Hadapi Dilema Pertumbuhan Ekonomi

"Ini memerlukan perhatian yang serius. Tidak saja terkait dengan persoalan ekonomi, tetapi juga akan berdampak ke persoalan-persoalan politik ke depan."

EKONOMI | 11 April 2019

Menhub Dukung Usulan Holding Penerbangan

Holding penerbangan yang diusulkan terdiri atas PT Garuda Indonesia, PT Angkasa Pura (AP) I dan II, serta PT Survai Udara Penas.

EKONOMI | 11 April 2019

Rupiah Ditutup Menguat 13 Poin di Tengah Tekanan Mata Uang Asia

Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 14.161-Rp 14.191 per dolar AS.

EKONOMI | 11 April 2019

Ternyata Tak Semua Perusahaan Logistik Naikkan Tarif

“Ada beberapa wilayah yang tidak mengalami kenaikan tarif karena tidak perlu menggunakan pesawat udara,” katanya.

EKONOMI | 11 April 2019

Sejalan Bursa Asia, IHSG Ditutup Turun 68 Poin ke 6.410

Sebanyak 147 saham menguat, 274 saham melemah, dan 145 saham stagnan.

EKONOMI | 11 April 2019

Meski Sepi, Menhub Yakin Bandara Kertajati Untung 5 Tahun Lagi

Ada tiga upaya yang harus dilakukan untuk meramaikan Bandara Kertajati.

EKONOMI | 11 April 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS