DPR Setuju Anggaran Tambahan untuk Kemperin
INDEX

BISNIS-27 450.657 (-2.41)   |   COMPOSITE 5126.33 (-19.64)   |   DBX 964.304 (-0.77)   |   I-GRADE 140.573 (-0.45)   |   IDX30 429.149 (-1.96)   |   IDX80 113.629 (-0.3)   |   IDXBUMN20 294.159 (-1.91)   |   IDXG30 119.586 (-0.68)   |   IDXHIDIV20 382.889 (-2.36)   |   IDXQ30 125.935 (-0.96)   |   IDXSMC-COM 219.954 (0.03)   |   IDXSMC-LIQ 256.971 (-0.98)   |   IDXV30 106.718 (0.08)   |   INFOBANK15 842.264 (-3.11)   |   Investor33 375.573 (-1.66)   |   ISSI 150.643 (-0.06)   |   JII 545.954 (0.87)   |   JII70 186.804 (0.16)   |   KOMPAS100 1025.81 (-4.03)   |   LQ45 790.454 (-3.71)   |   MBX 1419.3 (-6.07)   |   MNC36 282.56 (-2.11)   |   PEFINDO25 281.129 (-0.86)   |   SMInfra18 242.071 (-1.26)   |   SRI-KEHATI 317.648 (-1.22)   |  

DPR Setuju Anggaran Tambahan untuk Kemperin

Senin, 17 Juni 2019 | 22:22 WIB
Oleh : Siprianus Edi Hardum / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Perindustrian (Kemperin) telah mengusulkan kepada Komisi VI DPR mengenai tambahan anggaran sebesar Rp 2,89 triliun untuk membiayai beberapa program prioritas pada tahun 2020. Anggaran terbesar akan disalurkan pada pelaksanaan program pengembangan sumber daya manusia (SDM) industri yang mencapai Rp 2,51 triliun.

“Salah satu fokus kami nanti memang pengembangan SDM industri. Apalagi, kami telah memiliki satuan kerja baru, yaitu Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI),” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto seusai rapat kerja dengan Komisi VI DPR tentang pembahasan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Lembaga (RKA KL) serta Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2020 di Jakarta, Senin (17/6/2019).

Airlangga menjelaskan, pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo pada periode kedua nanti, telah memilih program peningkatan kualitas SDM menjadi agenda selanjutnya setelah gencar membangun infrastruktur secara masif pada periode pertama. Langkah ini guna mengambil peluang dari momentum bonus demografi yang sedang dinikmati oleh Indonesia.
“Jadi, sesuai yang telah dibahas di rapat kabinet, yakni agar peningkatan kompetensi SDM bisa lebih diutamakan. Selain kami sudah dorong melalui program pendidikan vokasi industri di tingkat SMK, kami akan pacu lagi melalui fasilitasi pembangunan politeknik. Ini sesuai dengan instruksi Bapak Presiden Jokowi,” paparnya.

Terkait akselerasi program pendidikan vokasi tersebut, pemerintah sudah menuangkannya di dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJM) 2020-2024, dengan target penambahan 500 politeknik yang link and match dengan industri. Kemenperin juga sedang membangun Pusat Inovasi dan Pengembangan SDM Industri 4.0 di Jakarta. “Pembangunan industri nasional ke depan, tentunya memerlukan ketersediaan SDM yang kompeten guna memacu produktivas dan daya saing. Apalagi, tenaga kerja industri yang dibutuhkan sekarang semakin spesifik,” ujar Airlangga.

Anggaran tambahan lainnya, akan distribusikan untuk program dukungan manajemen Kemenperin sebesar Rp 47 miliar, program penumbuhan dan pengembangan industri berbasis agro sebesar Rp 37 miliar, program penumbuhan dan pengembangan industri kimia, farmasi, dan tekstil sebesar Rp 41 miliar, serta program penumbuhan dan pengembangan industri kecil, menengah dan aneka sebesar Rp 23 miliar.

Selanjutnya, program pengawasan dan peningkatan akuntabilitas aparatur Kemenperin sebesar Rp 6 miliar, program pengembangan teknologi dan kebijakan industri sebesar Rp 183 miliar, serta program peningkatan ketahanan, pengembangan perwilayahan industri dan akses industri internasional sebesar Rp 50 miliar.

Di samping usulan penambahan anggaran tersebut, Kemperin telah mendapatkan pagu indikatif anggaran tahun 2020 sebesar Rp 2,95 triliun. Dari pagu indikatif ini, terdapat alokasi anggaran pendidikan sebesar Rp 1,04 triliun.

Berdasarkan hasil rapat kerja yang dipimpin oleh Ketua Komisi VI DPR Teguh Juwarno, kesimpulan yang didapat adalah Komisi VI DPR menerima pagu indikatif anggaran Kemenperin tahun 2020 sebesar Rp 2,95 triliun. Selain itu, Komisi VI DPR RI juga menerima usulan tambahan anggaran Kemenperin tahun 2020 sebesar Rp 2,89 triliun.

“Selanjutnya, Komisi VI DPR akan menyampaikan usulan tambahan anggaran Kemenperin tahun 2020 kepada Badan Anggaran DPR RI untuk disinkronisasi,” tutur Teguh.

Pada kesempatan yang sama, Teguh menyampaikan, Komisi VI DPR mengapresiasi realisasi anggaran Kemenperin tahun 2018 sebesar Rp 2,62 triliun atau 92,28% dari pagu anggaran Rp 2,84 triliun. Realisasi tersebut sudah melampaui prosentase angka realisasi nasional sebesar 91,68%.




BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Grab Pilih 10 Finalis Grab Ventures Velocity Angkatan Kedua

Program Grab Ventures Velocity akan berjalan mulai Juni hingga Agustus 2019.

EKONOMI | 17 Juni 2019

Predikat WTP Jadi Modal Kemdag Hadapi Faktor Eksternal

Perolehan opini WTP ini mengindikasikan adanya perbaikan internal di Kemdag.

EKONOMI | 17 Juni 2019

Menteri PUPR Belum Setujui Kenaikan Harga Rumah Murah

Basuki mengatakan, aturan tersebut akan ditandatangani jika kenaikan harga rumah disetujui semua pihak.

EKONOMI | 17 Juni 2019

Perkuat SDM Industri, Kemenperin Usulkan Anggaran Rp 2,5 Triliun

Kemenperin mengusulkan program pengembangan sumber daya manusia (SDM) industri mendapatkan anggaran Rp 2,51 triliun untuk 2020.

EKONOMI | 17 Juni 2019

MNC Vision Networks Bidik Dana IPO Rp 855 Miliar

IPO ini merupakan langkah strategis perseroan guna memperkuat struktur permodalan.

EKONOMI | 17 Juni 2019

IPO, Inocycle Technology Bidik Dana Segar Rp 304 Miliar

Keunggulan dibandingkan pesaing karena merupakan bagian dari Group Hilon Indonesia yang berpengalaman selama 30 tahun dalam industri pengolahan plastik.

EKONOMI | 17 Juni 2019

Rilis Obligasi Rp 500 M, J Resources Tawarkan Kupon 11%

Hingga kuartal I-2019, penjualan mencapai US$ 64,02 juta.

EKONOMI | 17 Juni 2019

Di Tokyo, Jonan Bertemu Eks PM Fukuoda

Jonan berada di Jepang untuk menuntaskan kerja sama pengelolaan Blok Masela.

EKONOMI | 17 Juni 2019

Ini Pesawat Terbaru Airbus, Bisa Tempuh Arab-Bali Nonstop

Pesawat ini sudah mendapat pesanan hampir 200 unit dalam satu pekan saja.

EKONOMI | 17 Juni 2019

Rupiah Ditutup Melemah ke Kisaran Rp 14.300

Rupiah berada di level Rp 14.336,5 per dolar AS atau terdepresiasi 11,5 poin (0,08 persen).

EKONOMI | 17 Juni 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS