Pertemuan Pemimpin ASEAN, Presiden Jokowi Diminta Bicara Perlindungan PMI
INDEX

BISNIS-27 448.146 (0.31)   |   COMPOSITE 5091.82 (20.37)   |   DBX 966.643 (7.34)   |   I-GRADE 139.941 (-0.23)   |   IDX30 428.154 (0.15)   |   IDX80 113.358 (0.41)   |   IDXBUMN20 291.199 (0.73)   |   IDXG30 119.599 (-0.42)   |   IDXHIDIV20 379.423 (-0.2)   |   IDXQ30 124.629 (0.03)   |   IDXSMC-COM 218.961 (1.24)   |   IDXSMC-LIQ 257.997 (1.39)   |   IDXV30 107.251 (0.23)   |   INFOBANK15 832.7 (-1.05)   |   Investor33 373.408 (0.72)   |   ISSI 150.953 (0.22)   |   JII 549.986 (0.88)   |   JII70 187.543 (0.51)   |   KOMPAS100 1019.5 (2.84)   |   LQ45 788.563 (1.25)   |   MBX 1407.83 (4.87)   |   MNC36 279.661 (0.67)   |   PEFINDO25 277.129 (5.34)   |   SMInfra18 242.149 (-0.57)   |   SRI-KEHATI 316.134 (0.38)   |  

Pertemuan Pemimpin ASEAN, Presiden Jokowi Diminta Bicara Perlindungan PMI

Kamis, 20 Juni 2019 | 00:00 WIB
Oleh : Siprianus Edi Hardum / EHD

Jakarta, Berisatu.com – Migrant Care meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar dalam pertemuan dengan para pemimpin negara ASEAN, Jokowi tetap konsisten mendorong agenda pembicaraan mengenai perlindungan pekerja migran (PMI).

Selain itu, harus membicara harus membicarakan mengenai kerentanan adanya potensi keterpaparan radikalisme dan ekstremisme kekerasan.

Demikian dikatakan Direktur Eksekutif Migrant Care, Wahyu Susilo di Jakarta, Kamis (20/6/2019). Wahyu mengatakan itu sehubungan dengan pada tanggal 20-23 Juni 2019 berlangsung Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN (ASEAN Summit) yang akan dihadiri oleh seluruh kepala negara/kepala pemerintahan dari seluruh negara anggota ASEAN.

Presiden Jokowi dijadwalkan menghadiri pertemuan tersebut dan membawa tiga agenda penting untuk dibicarakan dalam forum tersebut yaitu perang dagang Amerika Serikat (AS) vs Tiongkok dan dampaknya untuk kawasan ASEAN, tata kelola sampah impor dan penyelesaian krisis kemanusiaan di Rakhine, Myanmar.

Sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan dengan penduduk terbesar di ASEAN tentu saja Presiden Jokowi akan menggunakan pengaruh kuatnya untuk mendesakkan ketiga agenda tersebut yang secara langsung ataupun tidak langsung mempengaruhi kontelasi ekonomi politik, lingkungan hidup serta keamanan kawasan.

Namun demikian, Wahyu mengingatkan agar Presiden tidak melupakan agenda dan kepentingan nasional Indonesia yang terus-menerus diperjuangkan dalam ASEAN yaitu perlindungan pekerja migran.

Wahyu mengatakan, meski ASEAN sebenarnya telah memiliki seperangkat komitmen tentang pekerja migran seperti ASEAN Declaration on the Protection and Promotion of the Rights of Migrant Workers dan ASEAN Consensus on the Protection and Promotion of the Rights of Migrant Workers, namun demikian masih terlihat keengganan negara-negara di kawasan ASEAN, terutama negara penerima, untuk mengoperasionalkan komitmen tersebut dalam mekanisme konkrit terkait perlindungan pekerja migran dan kemudahan arus mobilitas mereka.

Menurut Wahyu, hingga saat ini, dibanding dengan sektor-sektor lain di pilar sosial budaya ASEAN, sektor pekerja migran merupakan sektor yang sangat ketinggalan dalam membangun mekanisme perlindungan yang operasional dan terukur.

Wahyu mengatakan, ada perkembangan yang mengkhawatirkan terkait dengan potensi keterpaparan para pekerja migran pada ide-ide radikalisme dan ekstremisme kekerasan di kawasan ASEAN.

Indonesia didorong untuk pro-aktif mempromosikan inisiatif pencegahan kerentanan tersebut dengan pendekatan non-keamanan. Inisiatif tersebut harus terintegrasi dalam mekanisme perlindungan pekerja migran, baik ketika berada di negara asal maupun di negara tujuan. “Pendekatan ini membutuhkan komitmen regional,” kata dia.




BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

BPOM Tingkatkan Pengawasan di Wilayah Perbatasan

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) berupaya meningkatkan pengawasan obat dan makanan di wilayah perbatasan Indonesia.

EKONOMI | 20 Juni 2019

Agustus, Meikarta Mulai Topping Off

Sebanyak empat tower pertama pada awal Agustus akan mulai topping off.

EKONOMI | 20 Juni 2019

BI: Kepercayaan Meningkat, Modal Asing Masuk Rp 120,4 Triliun

Aliran modal asing masuk juga mulai masuk melalui instrumen pasar saham sebesar Rp 57,5 triliun

EKONOMI | 20 Juni 2019

Pelindo III Terapkan Get In Online di Semua Terminal Penumpang

Penerapan layanan digital merupakan hasil sinergi Pelindo III bersama regulator dan operator kapal.

EKONOMI | 20 Juni 2019

OJK Perkuat Perlindungan Nasabah Fintech Lending

Perlindungan yang OJK berikan kepada masyarakat, salah satunya dengan membatasi akses data digital pribadi oleh fintech lending.

EKONOMI | 20 Juni 2019

Rambah Bisnis Perhotelan, Waskita Realty Gunakan Merek Teraskita Hotel

PT Waskita Karya Realty, anak perusahaan PT Waskita Karya (Persero),Tbk, melebarkan sayap usahanya dengan mengembangkan hotel dengan merek Teraskita.

EKONOMI | 20 Juni 2019

Hindari Konflik, Penetapan Hutan Adat Harus Libatkan Banyak Pihak

Perlu keterlibatan pihak yang mempunyai kompetensi untuk mengenali ciri-ciri masyarakat hukum adat dalam proses penetapan batas wilayah.

EKONOMI | 20 Juni 2019

BI Tetap Pertahankan Suku Bunga Acuan 6%.

BI menurunkan giro wajib minimum (GWM) rupiah sebesar 50 bps atau 0,5%, baik untuk bank umum konvensional dan bank umum syariah.

EKONOMI | 20 Juni 2019

Produksi Smelting Catat Angka Tertinggi dalam Lima Tahun Terakhir

Smelting merupakan perusahaan pengolahan dan pemurnian konsentrat tembaga yang pertama di Indonesia.

EKONOMI | 20 Juni 2019

Lippo Karawaci Akan Bangun Mal Terbesar di Indonesia

Mal yang akan dibangun ini akan lebih besar dari Lippo Mall Puri.

EKONOMI | 20 Juni 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS