Koperasi Harus Mampu Bertransformasi di Era Revolusi Industri 4.0
INDEX

BISNIS-27 431.53 (2.99)   |   COMPOSITE 4906.55 (19.82)   |   DBX 934.495 (0.89)   |   I-GRADE 129.531 (0.72)   |   IDX30 408.573 (2.45)   |   IDX80 107.231 (0.54)   |   IDXBUMN20 271.434 (1.2)   |   IDXG30 114.42 (0.57)   |   IDXHIDIV20 364.598 (2.43)   |   IDXQ30 119.596 (0.74)   |   IDXSMC-COM 210.435 (0.42)   |   IDXSMC-LIQ 236.069 (1.25)   |   IDXV30 101.606 (0.9)   |   INFOBANK15 772.076 (7.03)   |   Investor33 357.854 (2.54)   |   ISSI 144.258 (0.31)   |   JII 521.112 (2.16)   |   JII70 177.199 (0.53)   |   KOMPAS100 960.444 (5.61)   |   LQ45 749.999 (4.19)   |   MBX 1355.95 (6.1)   |   MNC36 267.764 (1.73)   |   PEFINDO25 261.843 (-0.47)   |   SMInfra18 232.762 (1.02)   |   SRI-KEHATI 301.662 (2.31)   |  

Koperasi Harus Mampu Bertransformasi di Era Revolusi Industri 4.0

Senin, 29 Juli 2019 | 00:00 WIB
Oleh : Siprianus Edi Hardum / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM, Rully Indrawan, menegaskan, tantangan baru koperasi tidak sekedar cara berbisnis di era digital, melainkan juga mengubah mindset dalam sistem tata kelola secara menyeluruh.

"Koperasi harus melakukan reformasi total agar mampu melewati era revolusi Industri 4.0. Koperasi harus mampu beradaptasi dan bertransformasi secara dinamis,” kata Rully dalam siaran persnya, Senin (29/7/2019).

Rully menambahkan, koperasi juga harus kreatif dan inovatif dalam menjalankan strategi bisnisnya. "Harus sudah mengembangkan aplikasi-aplikasi, termasuk aplikasi pelayanan anggota dan bisnis, untuk meningkatkan kinerja usahanya,” kata Rully.

Menurut Rully, teknologi bisa dijadikan sebagai alat koperasi dalam menerapkan strategi efisiensi usaha dan dapat meningkatkan daya saing. "Saat ini, rapat anggota tahunan (RAT) sudah bisa dilakukan secara online. Artinya, dengan anggota koperasi yang mencapai ratusan ribu orang, berapa anggaran yang bisa dihemat dan bisa dialokasikan untuk pengembangan usaha,” tandas Rully.

Dengan begitu, lanjut Rully, koperasi akan mampu menjawab tantangan zaman dan mampu bersaing dengan sektor usaha lainnya. "Koperasi saat ini sudah banyak yang berkembang menjadi besar dan masuk ke sektor-sektor usaha modern,” kata Rully.

Rully mengakui, jumlah koperasi dalam lima tahun terakhir memang mengalami penurunan secara signifikan. Namun, hal itu terjadi karena Kemkop dan UKM menggulirkan program Reformasi Total Koperasi, dimana ke depan hanya akan ada koperasi yang berkualitas.

"Kita tidak lagi bicara kuantitas, melainkan kualitas. Kalau ada koperasi yang sudah tidak aktif, ya akan kita bubarkan. Itulah fenomena yang terjadi dalam lima tahun terakhir", jelas Rully secara menyebutkan bahwa jumlah koperasi yang aktif di Indonesia sebanyak 126.000 koperasi.

Rully meyakini bahwa program rebranding dan menampilkan citra baru bagi koperasi akan membuahkan hasil, khususnya di kalangan generasi milenial. "Kita terus membangun citra baru koperasi yang selama ini masih dianggap jadul. Saatnya membangun generasi baru,” kata Rully.

Bupati Sleman Sri Purnomo menjelaskan, pihaknya terus berupaya mengangkat image koperasi di tengah masyarakat. Bahkan, mengenalkan koperasi di kalangan masyarakat kelas menengah dan atas.

"Tak hanya itu, kita juga akan terus membuka peluang jalinan usaha diantara koperasi, khususnya di Yogyakarta. Yang jelas, koperasi itu bukan bisnis ecek-ecek,” kata Sri Purnomo.

Di samping itu, kata Sri Purnomo, pihaknya juga mengenalkan perkoperasian untuk kalangan usia dini seperti PAUD dan TK. "Jadi, ketika mereka beranjak dewasa atau masa SMA, sudah paham dan mengerti tentang sistem ekonomi bernama koperasi,” kata kata Purnomo.

Purnomo memaparkan, saat ini jumlah koperasi di Sleman sebanyak 415 koperasi, dan sudah masuk kategori koperasi bagus dan sehat. Dari jumlah itu, 48% diantaranya merupakan koperasi sektor riil, sedangkan 52% koperasi simpan pinjam.

"Kita juga baru saja melaunching aplikasi satu data UMKM, Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) KUKM, dan Sleman Mart. Khusus Sleman Mart, merupakan portal pemasaran online yang dikelola koperasi,” kata dia.




BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Awal Perdagangan, IHSG Naik saat Bursa Asia Melemah

Pukul 09.10 WIB, IHSG naik 6,5 poin (0,10 persen) menjadi 6.331.

EKONOMI | 29 Juli 2019

Harga Emas Antam Mencapai Rp 704.000 Per Gram

Di Butik Mall Ambasador harga emas mencapai Rp 711.000 per gram.

EKONOMI | 29 Juli 2019

Awal Sesi, Rupiah Menguat Sejalan Mata Uang Asia

Transaksi rupiah pagi ini diperdagangkan dalam kisaran Rp 13.998 - Rp 14.006 per dolar AS.

EKONOMI | 29 Juli 2019

Pemerintah Masih Kaji Penerapan Kartu Prakerja

Bentuk dan penerapan kartu prakerja masih dikaji.

EKONOMI | 29 Juli 2019

Mahata Tanjung Barat Siap Luncurkan Tower Ketiga

Perumnas memercepat pembangunan tower Prasada II Mahata Tanjung Barat, Jakarta Selatan dengan total hunian 440 unit.

EKONOMI | 29 Juli 2019

PHE WMO Perkuat Komitmen Ramah Lingkungan

PHE WMO meraih penghargaan kategori Laporan Pelaksanaan Pengelolaan Lingkungan Hidup Tahun 2019.

EKONOMI | 28 Juli 2019

Kemhub Kembangkan Infrastruktur Transportasi Danau Toba

Pengembangan sarana dan prasarana transportasi di Danau Toba ditargetkan rampung pada tahun 2020.

EKONOMI | 28 Juli 2019

HK Realtindo Tawarkan Fasilitas Uang Muka 2%

HKR menawarkan apartemen siap huni dan rumah tapak dengan harga yang terjangkau.

EKONOMI | 28 Juli 2019

Raih Pertumbuhan Ekspor Dua Digit, Sasa Fokus ke Tiga Benua

Penjualan ekspor yang dicapai pada tahun ini melebihi angka yang ditargetkan.

EKONOMI | 28 Juli 2019

Penerbangan Domestik Citilink Pindah ke Terminal 2 Bandara Soetta

Perpindahan menyusul dengan adanya revitalisasi Terminal 1C.

EKONOMI | 28 Juli 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS