Kemperin Gandeng ITE Singapura Latih Kompetensi Guru Produktif SMK
INDEX

BISNIS-27 446.998 (3.66)   |   COMPOSITE 5103.41 (22.92)   |   DBX 961.91 (2.39)   |   I-GRADE 139.433 (1.14)   |   IDX30 425.424 (3.73)   |   IDX80 112.732 (0.9)   |   IDXBUMN20 290.237 (3.92)   |   IDXG30 119.067 (0.52)   |   IDXHIDIV20 380.466 (2.42)   |   IDXQ30 124.992 (0.94)   |   IDXSMC-COM 219.453 (0.5)   |   IDXSMC-LIQ 253.905 (3.07)   |   IDXV30 105.587 (1.13)   |   INFOBANK15 830.947 (11.32)   |   Investor33 371.883 (3.69)   |   ISSI 150.117 (0.53)   |   JII 544.402 (1.55)   |   JII70 185.969 (0.84)   |   KOMPAS100 1019.44 (6.38)   |   LQ45 783.452 (7)   |   MBX 1412.54 (6.76)   |   MNC36 280.287 (2.27)   |   PEFINDO25 278.026 (3.1)   |   SMInfra18 241.756 (0.32)   |   SRI-KEHATI 314.153 (3.5)   |  

Kemperin Gandeng ITE Singapura Latih Kompetensi Guru Produktif SMK

Selasa, 30 Juli 2019 | 00:00 WIB
Oleh : Siprianus Edi Hardum / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Perindustrian (Kemperin) terus mendorong implementasi pengembangan sumber daya manusia (SDM) industri melalui pendidikan vokasi yang link and match antara Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan industri.
Sebagai tindak lanjut dari fasilitasi kerja sama antara SMK dan pelaku usaha, Kemenperin memfasilitasi pelatihan guru produktif dari program tersebut di Institute of Technical Education (ITE) Singapura.

“Program ini merupakan hasil kerja sama antara Kemenperin dengan Temasek Foundation dan ITE Educational Service (ITEES) dalam rangka revitaliasi SMK yang dilakukan Kemenperin,” kata Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemperin, Eko Cahyanto di Jakarta, Selasa (30/7/2019).

Sebagai realisasi kerja sama tersebut, ITEES melatih 99 kepala sekolah dan guru produktif SMK melalui program Leaders Training Workshop (Workshop Pelatihan Kepemimpinan/LTW) untuk 25 pemimpin dan manajemen TVET serta Technical Skill Upgrading Program (Program Peningkatan Keterampilan Teknis /TSUP) di bidang teknik mesin, teknik listrik, dan otomasi industri untuk total 74 guru produktif di bidang pendidikan teknik dan vokasi (TVET).

“Program ini bertujuan meningkatkan kemampuan professional guru dan perangkat manajemen sekolah kejuruan untuk mengelola unit TVET di Indonesia secara professional,” ujar Eko.

Setelah berpartisipasi dalam program pelatihan, para peserta wajib melakukan multiplier workshop dalam program post-training sharing workshop (PSW) untuk guru lain dengan rasio 1:3.

Targetnya, ada tambahan sekitar 300 orang guru dan perangkat manajemen sekolah kejuruan yang meningkat kemampuannya di bidang TVET melalui program tersebut.

Evaluasi program dilakukan secara langsung Bersama tim ITEES Singapura pada kegiatan PSW. Selain itu, Kemperin juga bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) untuk melakukan evaluasi terhadap kelanjutan program tersebut.

Kepala BPSDMI menyampaikan, ada 2.612 SMK yang masuk dalam program kerjasama link and match SMK dan industri. “Kami mengharapkan program pelatihan ini bisa direplikasi dan bisa dimultifikasi dengan sekolah-sekolah yang telah mendapatkan pelatihan akan ini menjadi role model di daerahnya,” jelasnya.

Untuk tahap pelaksanaan pelatihan selanjutnya, Kemenperin akan melakukan seleksi yang lebih ketat terhadap guru-guru yang akan mengikuti pelatihan.

Eko memaparkan, pengembangan SDM industri dilakukan melalui penguatan sistem pendidikan, khususnya pendidikan kejuruan yang berorientasi pada kebutuhan pasar tenaga kerja (demand driven).

Selain dengan Singapura, dalam pelatihan SDM industri, Kemperin juga telah bekerja sama dengan negara lain seperti Taiwan, Swiss dan Jerman serta sedang menjajaki kerja sama dengan beberapa negara industri maju lainnya.

Fokus Pemerintah

Deputi Sekretaris Kabinet (Seskab) Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Yuli Harsono, mengatakan, dalam lima tahun ke depan Presiden Jokowi akan memfokuskan pembangunan SDM, termasuk di dalamnya program pendidikan vokasi.
Ia menyebut, saat ini pemerintah sedang membangun grand design rencana aksi untuk pendidikan vokasi, Beberapa kriteria yang ditetapkan dalam rancangan tersebut antara lain, harus memenuhi permintaan pasar kerja, dunia usaha dan dunia industri. “Saat ini pemerintah telah melakukan indentifikasi, misalnya berapa jumlah yang diperlukan dunia usaha, jenis pekerjaannya apa, sehingga ke depannya bisa ditetapkan secara nasional, setelah itu dilakukan revitalisasi vokasi,” ujar Yuli.

Chief Executive Officer (CEO) Temasek Foundation Internasional, Benedict Cheong mengungkapkan, sejak 2007 Temasek Foundation telah berkomitmen memberikan pelatihan, terutama di bidang pendidikan, pelayanan kesehatan, dan administrasi publik di seluruh Asia. “Kami mendukung 56 program di Indonesia dengan total komitmen US$ 18 juta,” ungkapnya.

Temasek Foundation yakin bahwa semua orang di Asia terkoneksi, sehingga penting untuk bekerja bersama untuk mendatangkan lebih banyak kemakmuran untuk Asia.

Lebih lanjut, pendidikan teknik dan vokasi sangat penting bagi negara agar mampu membangun angkatan kerja yang kompeten sesuai kebutuhan industri.

CEO ITEES Singapura, Bruce Poh menyebutkan, para guru SMK yang telah menjalani pelatihan saat ini menjadi bagian dari para spesialis yang berperan penting dalam peningkatan kualitas TVET di Indonesia.

“Pendidikan dan pelatihan vokasi penting untuk sektor sosial ekonomi dan pembangunan di Indonesia. Usaha luar biasa Kemenperin untuk memperoleh TVET berkualitas terlihat dari komitmen yang kuat pada implementasi proyek ini,” tandasnya.

Pelatihan guru SMK produktif tersebut merupakan tindak lanjut dari kunjungan Menteri Perindustrian RI Airlangga Hartarto ke kampus ITE pada Maret 2017. Untuk memperdalam program TVET di Singapura, dalam pertemuan tersebut disepakati kerja sama antara Kemenperin dan ITE Singapura untuk mengembangkan pendidikan kejuruan yang berorientasi industri di Indonesia.

Selanjutnya, pada pertemuan Retret Pemimpin pada peringatan 50 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan Singapura pada 7 September 2017 di Singapura, Menteri Perindustrian RI dan Menteri Pendidikan Tinggi Singapura yang mewakili kedua negara menandatangani Nota Kesepahaman tentang kerja sama pengembangan pendidikan kejuruan untuk industri. Momen ini disaksikan langsung oleh Presiden dan Perdana Menteri Singapura.

Penandatanganan Nota Kesepahaman itu juga ditindaklanjuti dengan penandatanganan perjanjian teknis antara Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian dengan ITE Singapura dan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Industri Departemen Perindustrian dengan ITEES Singapura.




BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Barata Ekspor Komponen Turbin Pembangkit Listrik ke Australia

Ekspor komponen pembangkit listrik akan terus ditingkatkan sebagai upaya memperkuat posisi perseroan.

EKONOMI | 30 Juli 2019

Rangkul Pemuda, OJK Target Inklusi Keuangan Capai 75 Persen

OJK bersama industri perbankan telah meluncurkan produk tabungan SiMUDA.

EKONOMI | 30 Juli 2019

Modernland Realty Komitmen Dukung Pelestarian Cagar Budaya

Moderland Realty dinilai turut menjaga cagar budaya Candra Naya, yang menjadi salah satu peninggalan sejarah di Jakarta.

EKONOMI | 30 Juli 2019

Permintaan Komoditas Melemah, Ekonomi RI Bakal Tertekan

Harga minyak sawit Juni 2019 hanya US$ 552,19 per ton, atau kurang dari separuh harga pada Januari 2018.

EKONOMI | 30 Juli 2019

PGN Perluas Pemanfaatan Jaringan Gas Bumi di Surabaya

Penjual Rawon Pecel di Surabaya menghemat pengeluaran Rp 2 juta per bulan dengan memanfaatkan jargas PGN.

EKONOMI | 30 Juli 2019

ALFI Minta Pembatasan Angkutan Barang Dievaluasi

Kerugian akibat pembatasan kendaraan angkutan barang ditaksir mencapai Rp 6 miliar.

EKONOMI | 30 Juli 2019

3 Startup Indonesia Dapatkan Kesepakatan Penyertaan Modal Ventura Singapura

Kesepakatan penyertaan modal dapat menjadi benchmark untuk tumbuh berkembangnya industri teknologi dan digital di Indonesia.

EKONOMI | 30 Juli 2019

Pengangguran Usia 25-29 Tahun Meningkat

Padahal ini merupakan usia paling produktif di dalam kehidupan.

EKONOMI | 30 Juli 2019

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Diprediksi Dekati Angka 5,1%

Tekanan global ikut memengaruhi tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia.

EKONOMI | 30 Juli 2019

Link Net Catat Penambahan Pelanggan Tertinggi Sejak 2017

Link Net akan mengadakan RUPSLB pada 29 Agustus untuk meminta persetujuan mengurangi modal.

EKONOMI | 30 Juli 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS