Tumbuh Positif, Industri Masih Kontributor Terbesar Ekonomi Hingga 19%
INDEX

BISNIS-27 431.53 (2.99)   |   COMPOSITE 4906.55 (19.82)   |   DBX 934.495 (0.89)   |   I-GRADE 129.531 (0.72)   |   IDX30 408.573 (2.45)   |   IDX80 107.231 (0.54)   |   IDXBUMN20 271.434 (1.2)   |   IDXG30 114.42 (0.57)   |   IDXHIDIV20 364.598 (2.43)   |   IDXQ30 119.596 (0.74)   |   IDXSMC-COM 210.435 (0.42)   |   IDXSMC-LIQ 236.069 (1.25)   |   IDXV30 101.606 (0.9)   |   INFOBANK15 772.076 (7.03)   |   Investor33 357.854 (2.54)   |   ISSI 144.258 (0.31)   |   JII 521.112 (2.16)   |   JII70 177.199 (0.53)   |   KOMPAS100 960.444 (5.61)   |   LQ45 749.999 (4.19)   |   MBX 1355.95 (6.1)   |   MNC36 267.764 (1.73)   |   PEFINDO25 261.843 (-0.47)   |   SMInfra18 232.762 (1.02)   |   SRI-KEHATI 301.662 (2.31)   |  

Tumbuh Positif, Industri Masih Kontributor Terbesar Ekonomi Hingga 19%

Selasa, 6 Agustus 2019 | 16:12 WIB
Oleh : Siprianus Edi Hardum / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Sektor industri masih memberikan kontribusi paling besar terhadap struktur produk domestik bruto (PDB) nasional pada triwulan II tahun 2019 dengan capaian 19,52% (y-on-y). Sepanjang paruh kedua ini, pertumbuhan ekonomi mencatatkan di angka 5,05%.

"Kinerja industri manufaktur kita masih tumbuh positif. Semangat dan kepercayaan diri dari pelaku usaha untuk investasi dan ekspansi juga masih tinggi," kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Jakarta, Selasa (6/8).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), industri pengolahan merupakan sumber pertumbuhan tertinggi pada perekonomian nasional di triwulan II-2019 sebesar 0,74%. Sektor lainnya yang turut berkontribusi, di antaranya pertanian (0,71%), perdagangan (0,61%), dan konstruksi (0,55%).

Ada pun tiga sektor yang menopang pertumbuhan industri pengolahan nonmigas pada kuartal dua tahun ini, yaitu industri tekstil dan pakaian jadi yang tumbuh melejit hingga 20,71%, kemudian disusul industri kertas dan barang dari kertas, percetakan dan reproduksi media rekaman yang tumbuh mencapai 12,49%.

Selanjutnya, industri makanan dan minuman tumbuh sebesar 7,99%. Kinerja sektor-sektor manufaktur tersebut mampu melampaui pertumbuhan ekonomi di periode yang sama. Secara keseluruhan, pada triwulan II-2019, industri pengolahan nonmigas tumbuh 3,98% (y-on-y).

Industri tekstil dan pakaian jadi tumbuh signfikan dengan didukung peningkatan produksi di beberapa sentra. Sementara itu, pertumbuhan industri makanan dan minuman dipengaruhi oleh peningkatan permintaan domestik dan ekspor.

Airlangga menegaskan, industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional semakin kompetitif di kancah global karena telah memiliki daya saing tinggi.

Hal ini lantaran struktur industrinya sudah terintegrasi dari hulu sampai hilir dan produknya juga dikenal memiliki kualitas yang baik di pasar internasional.

"Berdasarkan peta jalan Making Indonesia 4.0, industri TPT merupakan satu dari lima sektor manufaktur yang sedang diprioritaskan pengembangannya sebagai sektor pionir dalam penerapan industri 4.0," jelasnya.

Aspirasi besar yang akan diwujudkan Indonesia adalah menjadikan industri TPT nasional masuk jajaran lima besar perusahaan kelas dunia pada tahun 2030.

Kementerian Perindustrian (Kemperin) mencatat kinerja ekspor industri TPT nasional dalam kurun tiga tahun terakhir terus menanjak.

Pada tahun 2016, berada di angka US$ 11,87 Miliar kemudian di tahun 2017 menyentuh US$ 12,59 miliar dengan surplus US$ 5 miliar. Tren ini berlanjut sampai dengan 2018 dengan nilai ekspor US$ 13,27 miliar.

Di sektor industri makanan dan minuman, Indonesia memiliki potensi pertumbuhan signfikan karena didukung sumber daya alam melimpah dan permintaan domestik yang besar.

Oleh karenanya, sejumlah produsen masih percaya diri dan optimistis untuk meningkatkan investasi dan berekspansi guna memenuhi permintaan pasar, baik di domestik maupun ekspor.

Sektor industri makanan memberikan sumbangsih signfikan terhadap peningkatan nilai investasi sebesar US$ 323 juta (PMA) dan Rp12,3 triliun (PMDN) pada paruh kedua tahun ini. Total penyerapan tenaga kerja industri makanan dan minuman mencapai 1,2 juta orang.




BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Bursa Asia Melemah, Eropa Dibuka Menguat

Euro Stoxx 50 naik 0,44 persen ke 3.325,6, FTSE naik 0,044 persen ke 7.227,06.

EKONOMI | 6 Agustus 2019

Produsen Oli Trafo asal Korsel Ekspansi ke Indonesia

Saat ini, kata Donna Kurniawan, SMC sudah menjual 400.000 liter oli Michang per bulan.

EKONOMI | 6 Agustus 2019

Mentan Minta Ekspor Komoditas Pertanian Tidak Dipersulit

Menteri Pertanian meminta agar para pelaku eksportir tidak dipersulit saat melakukan ekspor komoditas pertanian ke berbagai negara.

EKONOMI | 6 Agustus 2019

Siang Ini, Rupiah Melemah ke Rp 14.287

Rupiah berada di level Rp 14.287 per dolar AS atau terdepresiasi 32 poin (0,22 persen).

EKONOMI | 6 Agustus 2019

Sesi I, IHSG Melemah 1% ke 6.115

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 0,98 persen (60,57 poin) ke kisaran 6.115,1.

EKONOMI | 6 Agustus 2019

Tingkatkan Kompetensi SDM, PT ABM Beri Pelatihan Ratusan Pengelas

Dari sekitar 650 peminat sejak program ini diluncurkan, hanya tersaring sejumlah 112 orang yang berhasil lolos mengikuti tahapan selanjutnya.

EKONOMI | 6 Agustus 2019

Sistem Kelistrikan DKI, Banten dan Jabar Kembali Normal

PLN berhasil menormalkan kembali seluruh sistem kelistrikan Jawa-Bali.

EKONOMI | 6 Agustus 2019

Kepala Ekonom CIMB Niaga: Volatilitas Tinggi hingga Seminggu ke Depan

Kepada pelaku pasar, Adrian menyarankan untuk prepare for surprises (waspada) karena banyak uncertainty.

EKONOMI | 6 Agustus 2019

Akibat Perang Dagang, Rupiah Terdepresiasi ke Rp 14.300-an

Rupiah berada di level Rp 14.327,5 per dolar AS atau terdepresiasi 72.5 poin (0,51 persen).

EKONOMI | 6 Agustus 2019

AS Tuduh Tiongkok "Manipulator", Tiongkok Setop Impor Agri dari AS

Langkah Tiongkok membiarkan yen melemah dilihat sebagai balasan terhadap tarif impor baru yang diterapkan AS.

EKONOMI | 6 Agustus 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS