Komitmen Anggota Rendah, Kendala Internal Berkoperasi
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

Komitmen Anggota Rendah, Kendala Internal Berkoperasi

Selasa, 6 Agustus 2019 | 00:00 WIB
Oleh : Siprianus Edi Hardum / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Koperasi di Indonesia dalam perkembangannya sejauh ini memiliki persoalan internal yang harus dituntaskan, yaitu masalah komitmen dari para anggota untuk saling memiliki koperasi.

Dalam berkoperasi, pemahaman para anggota hanya sekedar memanfaatkan simpan menyimpan saja, akan tetapi tidak pernah meminjam untuk kegiatan usaha.

Hal demikian ini namanya tidak mempunyai rasa komitmen dalam berkoperasi. "Paradigma ini yang harus diubah oleh para pelaku koperasi secara internal, apabila koperasi di Indonesia ingin maju dan berkembang," demikian pernyataan Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Kementerian Koperasi dan UKM, Rulli Nuryanto, dalam sambutannya di acara seminar sehari yang diselengarakan oleh Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Wilayah Provinsi Papua, dengan tema,” Reformasi Koperasi dan Reformasi Industri 4.0”, di Jayapura, Selasa (6/8/2019).

Lebih jauh, Rulli menegaskan, persoalan komitmen berkoperasi menjadi pemikiran kita bersama, karena sejatinya keberadaan koperasi bukan hanya untuk kepentingan pengurus dan pengelola saja, tapi kebersamaan dan berorientasi kepada kesejahteraan para anggota. Untuk itu jiwa - jiwa komitmen dalam berkoperasi harus ditumbuhkan sebagai spirit dalam memajukan koperasi.

Semua itu, tidak lepas dari fundasi koperasi yaitu para anggotanya, untuk itu jika anggota koperasi lemah maka lemah pula koperasinya.

Rulli mencontohkan, bisakah ketika sebuah koperasi itu memiliki toko, para anggota berbelanja ke toko tersebut dan tidak belanja ke toko lainya. Begitu juga ketika koperasi itu memiliki dan menjual produk - produk kemudian para anggotanya membeli produk tersebut. "Cara pandang ini yang harus dimiliki oleh para anggota dalam rangka menuju reformasi koperasi," paparnya.

Selain persoalan internal yang menjadikan tantangan kedepan koperasi, Deputi Bidang SDM Kemkop dan UKM juga menyampaikan tentang bonus demografi yang harus disikapi oleh para pelaku koperasi. Untuk mensikapinya, bagaimana agar koperasi bisa diterima oleh kalangan anak - anak muda. “Maka koperasi harus mampu berbenah diri mengikuti perubahan jaman dan menarik untuk dimanfaatkan oleh para kalangan anak - anak muda,” kata dia.

Mengapa koperasi itu menarik, karena koperasi itu hebat dan koperasi itu keren. Sikap inilah yang harus tumbuh dan disampaikan ke mereka, bahwa koperasi itu entinitas bisnis yang dimiliki oleh bersama. "Dasyatnya lagi koperasi bisa membuat perseroan (PT) untuk memaksimalkan bisnis sementara PT tak bisa membuat koperasi," jelasnya.

Sementara Ketua Dekopin Wilayah Papua, Sulaeman Hamzah, menuturkan, perkembangan koperasi masih menghadapi masalah baik di bidang kelembagaan maupun di bidang usaha koperasi itu sendiri. Masalah tersebut, dapat bersumber dari dalam koperasi sendiri maupun dari luar.

Kemudian masalah lain, menurutnya, terkait dengan aset koperasi dan bantuan pemerintah yang bersumber dari APBD / APBN yang tersebar di desa dan kampung - kampung, harus tetap dipertahankan sebagai kekayaan koperasi tidak untuk digunakan secara pribadi, karena jika digunakan secara pribadi lama - kelamaan aset koperasi tersebut akan hilang. "Di sinilah pemerintah harus hadir memberikan sosialisasi, edukasi dan penyuluhan terkait dengan aset yang pemberian pemerintah tersebut," tandas Sulaiman.




BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA


Bursa Asia Melemah, Eropa Dibuka Menguat

Euro Stoxx 50 naik 0,44 persen ke 3.325,6, FTSE naik 0,044 persen ke 7.227,06.

EKONOMI | 6 Agustus 2019

Produsen Oli Trafo asal Korsel Ekspansi ke Indonesia

Saat ini, kata Donna Kurniawan, SMC sudah menjual 400.000 liter oli Michang per bulan.

EKONOMI | 6 Agustus 2019

Mentan Minta Ekspor Komoditas Pertanian Tidak Dipersulit

Menteri Pertanian meminta agar para pelaku eksportir tidak dipersulit saat melakukan ekspor komoditas pertanian ke berbagai negara.

EKONOMI | 6 Agustus 2019

Siang Ini, Rupiah Melemah ke Rp 14.287

Rupiah berada di level Rp 14.287 per dolar AS atau terdepresiasi 32 poin (0,22 persen).

EKONOMI | 6 Agustus 2019

Sesi I, IHSG Melemah 1% ke 6.115

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 0,98 persen (60,57 poin) ke kisaran 6.115,1.

EKONOMI | 6 Agustus 2019

Tingkatkan Kompetensi SDM, PT ABM Beri Pelatihan Ratusan Pengelas

Dari sekitar 650 peminat sejak program ini diluncurkan, hanya tersaring sejumlah 112 orang yang berhasil lolos mengikuti tahapan selanjutnya.

EKONOMI | 6 Agustus 2019

Sistem Kelistrikan DKI, Banten dan Jabar Kembali Normal

PLN berhasil menormalkan kembali seluruh sistem kelistrikan Jawa-Bali.

EKONOMI | 6 Agustus 2019

Kepala Ekonom CIMB Niaga: Volatilitas Tinggi hingga Seminggu ke Depan

Kepada pelaku pasar, Adrian menyarankan untuk prepare for surprises (waspada) karena banyak uncertainty.

EKONOMI | 6 Agustus 2019

Akibat Perang Dagang, Rupiah Terdepresiasi ke Rp 14.300-an

Rupiah berada di level Rp 14.327,5 per dolar AS atau terdepresiasi 72.5 poin (0,51 persen).

EKONOMI | 6 Agustus 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS