Komunitas Diaspora Indonesia Harus Rangkul PMI
INDEX

BISNIS-27 450.793 (-2.26)   |   COMPOSITE 5144.05 (-15.82)   |   DBX 982.653 (2.46)   |   I-GRADE 141.194 (-0.62)   |   IDX30 430.883 (-2.17)   |   IDX80 114.327 (-0.59)   |   IDXBUMN20 295.098 (-2.05)   |   IDXG30 119.385 (-0.73)   |   IDXHIDIV20 382.257 (-1.97)   |   IDXQ30 125.574 (-0.78)   |   IDXSMC-COM 221.901 (-0.43)   |   IDXSMC-LIQ 259.068 (-1.66)   |   IDXV30 107.621 (-1.14)   |   INFOBANK15 842.759 (-2.22)   |   Investor33 376.322 (-1.83)   |   ISSI 151.265 (-0.8)   |   JII 550.5 (-4.84)   |   JII70 187.95 (-1.54)   |   KOMPAS100 1026.39 (-5.14)   |   LQ45 794.213 (-3.71)   |   MBX 1420.94 (-5.57)   |   MNC36 281.737 (-1.36)   |   PEFINDO25 284.937 (-1.16)   |   SMInfra18 242.709 (-2.12)   |   SRI-KEHATI 318.969 (-1.57)   |  

Komunitas Diaspora Indonesia Harus Rangkul PMI

Selasa, 13 Agustus 2019 | 19:41 WIB
Oleh : Siprianus Edi Hardum / EHD

Jakarta, Beritasatu.com – Kementerian Ketenagakerjaan meminta Komunitas Diaspora Indonesia (KDI) merangkul pekerja migran Indonesia (PMI) sebagai elemen dalam diaspora Indonesia. Mengingat, potensi dan kontribusi yang dimiliki pekerja migran cukup besar dalam pembangunan dalam negeri.

Hal dikatakan Menteri Ketenagakerjaan, Hanif Dhakiri, melalui staf ahli Kemnaker Bidang Kebijakan Publik, Reyna Usman, dalam acara workshop "Meningkatan Daya Saing Bangsa dengan Menciptakan Pekerja Migran (Diaspora) Indonesia yang Berkualitas" di Jakarta, Selasa (13/8/2019).

Reyna tampil dalam acara memberikan sambutan sekaligus membuka acara itu. Menurut Reyna, pemerintah berharap KDI mampu membagikan best practices dan knowledge kepada PMI untuk dapat meningkatkan kapasitas dan kualitas pekerja migran agar dapat bersaing pada era globalisasi ini.

"Kami mengundang perwakilan dari KDI untuk membagikan pengalaman dan best practices kepada peserta workshop sekaligus dapat menghasilkan rumusan masukan kepada pemerintah, utamanya terkait dengan upaya/strategi peningkatan daya saing pekerja kita di negara penempatan, " kata Reyna.

Reyna menyatakan, pemerintah memiliki komitmen kuat dalam melindungi kepentingan calon PMI/PMI dan keluarganya, dalam rangka mewujudkan terjaminnya pemenuhan hak dalam keseluruhan kegiatan. Baik sebelum bekerja, selama bekerja, maupun setelah bekerja.

Adapun, salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan pelindungan PMI adalah mengubah paradigma. PMI bukan lagi obyek, tetapi mereka merupakan subyek penempatan. "Mereka merupakan tenaga kerja yang profesional dan kompeten sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang No. 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, " katanya.

Ia menjelaskan, isu pekerja/buruh migran sangat kompleks dan dinamis. Melalui penyelenggaraan workshop hasil kerja sama Kemnaker dan KDI ini, pemerintah ingin mendengar sudut pandang dari komunitas diaspora tentang peran KDI dalam membantu pemerintah.

Khususnya untuk kepentingan market intellegent dalam rangka penempatan dan pelindungan pekerja migran Indonesia. "Selain itu, kita juga sekaligus dapat mendiskusikan bentuk-bentuk kerjasama ke depan yang feasible untuk kita lakukan bersama, dengan tentunya tetap mengacu pada peran dan fungsinya masing-masing, " ujarnya.

Direktur Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Luar Negeri (PPTKLN) Kemnaker, Eva Trisiana, menambahkan, pemerintah berharap pada masa mendatang, tidak akan ada PMI bekerja di sektor informal yang mengandalkan hanya low skill.
"PMI yang berasal dari kalangan profesional dan mempunyai high skill dapat meminimalisasi adanya permasalahan ketika bekerja ke luar negeri, " ujarnya.

Eva menambahkan informasi peluang pasar kerja luar negeri juga diharapkan juga dapat memotivasi para profesional untuk bisa bersaing di pasar kerja global.

Sementara itu, Deputi President Indonesia Diaspora Network Global (IDN-Global), Said Zaidansyah, mengatakan, salah satu peran yang dapat diambil KDI dalam isu pekerja migran adalah memastikan peningkatan competitiveness tenaga kerja Indonesia.

Saat ini, competitiveness tenaga kerja Indonesia masih kalah dibandingkan dengan negara-negara lain. Bahkan, jumlah penduduk Filipina yang tak sampai separuh dari jumlah penduduk Indonesia pun disebutnya memiliki competitiveness 3 kali lipat dibanding Indonesia.

"Kita ini sekarang perlu memformulasikan bagaimana tenaga kerja Indonesia agar bisa lebih kompetitif dari Filipina atau negara-negara lain," kata Said.

Said menyebut, saat ini pemerintah Indonesia tengah fokus pada pembangunan SDM. Hal ini dinilainya merupakan peluang bagi diaspora untuk berkontribusi. "Semakin kompetifif kita, semakin kita berkontribusi untuk Indonesia. Baik di dalam negeri maupun luar negeri," ujarnya.




BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Dorong Sektor UMKM Berkembang, Status LPDB Harus Jadi LPND

Tahun 2019 LPDB salurkan dana bergulir Rp 1,5 triliun.

EKONOMI | 13 Agustus 2019

LPDB : Target Inklusi Keuangan Terancam Tidak Tercapai

LPDB harus jadi lembaga di bawah Presiden.

EKONOMI | 13 Agustus 2019

BeliMobilGue Dapat Investasi US$ 30 juta

Suntikan dana tersebut diberikan oleh Frontier Car Group, mitra join ventures yang berbasis di Berlin.

EKONOMI | 13 Agustus 2019

Implementasi Industri 4.0, BPPI Kemperin Dampingi 10 Perusahaan Terpilih

Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) melakukan pilot pendampingan implementasi industri 4.0 kepada 10 perusahaan terpilih.

EKONOMI | 13 Agustus 2019

AP II Revitalisasi Terminal 1 Soetta Mulai 15 Agustus

Pengembangan Terminal 1 dilakukan secara bertahap dimulai dari Terminal 1C, menyusul kemudian Terminal 1B, dan Terminal 1A.

EKONOMI | 13 Agustus 2019

Rupiah Ditutup Melemah 75 Poin Sejalan Mata Uang Asia

Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 14.267- Rp 14.334 per dolar AS.

EKONOMI | 13 Agustus 2019

Tarik Investasi, Perjanjian Konsesi Pelabuhan Harus Dipatuhi

Kalau mau investasi di bidang pelabuhan, baik badan usaha pelabuhan BUMN atau swasta, maka dia harus melakukan perjanjian konsesi

EKONOMI | 13 Agustus 2019

IHSG Ditutup Berkurang 39 Poin, Ini Daftar Top 10 Market Cap

IHSG sempat mencapai rekor tertinggi di 6.251 dan terendah 6.198.

EKONOMI | 13 Agustus 2019

Dua Syarat Utama Agar Pariwisata Jadi Primadona Ekonomi Indonesia

Selain cinta tanah air, pelaku pariwisata juga harus memiliki "tourism ambassador behaviour".

EKONOMI | 13 Agustus 2019

Impor Minyak Mentah Pertamina Turun 35%

Selain menekan impor minyak mentah, Pertamina juga berhasil menekan impor produk BBM seperti avtur dan solar.

EKONOMI | 13 Agustus 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS