8 Tahun Pasca Dihantam Erupsi Merapi, KPSM Sleman Bangkit Lagi
INDEX

BISNIS-27 450.793 (-2.26)   |   COMPOSITE 5144.05 (-15.82)   |   DBX 982.653 (2.46)   |   I-GRADE 141.194 (-0.62)   |   IDX30 430.883 (-2.17)   |   IDX80 114.327 (-0.59)   |   IDXBUMN20 295.098 (-2.05)   |   IDXG30 119.385 (-0.73)   |   IDXHIDIV20 382.257 (-1.97)   |   IDXQ30 125.574 (-0.78)   |   IDXSMC-COM 221.901 (-0.43)   |   IDXSMC-LIQ 259.068 (-1.66)   |   IDXV30 107.621 (-1.14)   |   INFOBANK15 842.759 (-2.22)   |   Investor33 376.322 (-1.83)   |   ISSI 151.265 (-0.8)   |   JII 550.5 (-4.84)   |   JII70 187.95 (-1.54)   |   KOMPAS100 1026.39 (-5.14)   |   LQ45 794.213 (-3.71)   |   MBX 1420.94 (-5.57)   |   MNC36 281.737 (-1.36)   |   PEFINDO25 284.937 (-1.16)   |   SMInfra18 242.709 (-2.12)   |   SRI-KEHATI 318.969 (-1.57)   |  

8 Tahun Pasca Dihantam Erupsi Merapi, KPSM Sleman Bangkit Lagi

Minggu, 8 September 2019 | 00:00 WIB
Oleh : Siprianus Edi Hardum / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Koperasi Peternakan Sarono Makmur (KPSM) Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), membuktikan diri sebagai salah satu koperasi yang tangguh. Meski dihantam erupsi awan panas Gunung Merapi yang terjadi pada tahun 2010,, anggota KPSM tidak lantas putus asah. Mereka mampu membawa KPSM bangkit lagi.

Sebelum terkena bencana erupsi gunung Merapi delapan tahun silam KPSM mencatat aset sekitar Rp 5,48 miliar, dan telah memiliki 400 anggota, jumlah sapi perah yang dikelola anggota sebanyak 1.400 ekor dengan produksi susu sekitar 4.000 liter per hari, serta menghasilkan omset sekitar Rp 10,3 miliar.

Deputi Bidang Kelembagaan, Kementerian Koperasi dan UKM, Luhur Pradjarto bersama Petugas Penyuluh Koperasi Lapangan (PPKL) Kabupaten Sleman Wulan Anggraeny, PPKL Kabupaten Bantul Nur Hayati dan Irfan PPKL Provinsi DIY menyempatkan diri berkunjung ke KPSM beberapa waktu lalu.

Luhur mengatakan, koperasi sektor ril seperti KPSM sangat potensi untuk ditumbuh-kembangkan, karena dampaknya sangat signifikan kepada anggota dan masyarakat.

Selain itu, KPSM yang mengelola bisnis utama persusuan (sapi perah) merupakan salah satu koperasi yang sangat jelas keterkaitan antara anggota dengan koperasinya.

“Produksi susu anggota diserap oleh koperasi dan koperasinya yang melakukan penjualan susu ke industri pengolahan susu dan juga melakukan pengolahan susu menjadi yoghurt maupun susu pasteurisasi melalui proses ultra high temperature (UHT)”, kata Luhur.

Selain memproduksi susu, KPSM Sleman juga menyediakan pakan konsentrat, menyediakan obat-obatan dan ensiminasi buatan. Hal ini telah dilakukan oleh KPSM yang telah berdiri sejak tahun 1994.

Pada waktu terkena bencana, hampir semua aset yang dimiliki oleh koperasi dan anggota dapat dikatakan nyaris habis, bahkan sapi yang dikelola anggota tinggal 200 ekor sapi yang dapat diselamatkan. Semua kandang rusak, truk tanki susu juga rusak, pakan hijauan pun kering terbakar.

Memperhatikan kondisi tersebut, Daud Soeroto selaku Ketua KPSM tidak tinggal diam. Dengan kepeduliannya serta kekompakan pengurus dan para karyawan, mereka bertekad memberdayakan kembali dengan menyusun rencana lima tahun ke depan dalam upaya memotivasi anggota untuk bangkit dan punya penghasilan.

Langkah-langkah yang dilakukan antara lain dengan mengamankan 200 ekor sapi ketempat pengungsian, membangun kandang, mengupayakan pinjaman dengan bunga murah ke perbankan, maupun mencari donatur untuk pembangunan kandang koloni.

Upaya pengurus akhirnya, memperoleh hasil, diantaranya mendapatkan bantuan untuk pembangunan kandang koloni dari BPD, Dinas Pekerjaan Umum, dan SCTV. Tidak hanya itu, untuk permodalan pun mendapatkan pinjaman dari perbankan sebesar Rp 750 juta. Dana tersebut dipergunakan untuk pengadaan sapi sebanyak 50 ekor sapi.

Dengan memaksimalkan jumlah sapi yang ada, akhirnya diputuskan sapi milik koperasi dipelihara oleh anggota, atau istilah yang sering didengar dimasyarakat adalah sistem “gaduh”. Oleh karena jumlah sapi terbatas yaitu sebanyak 250 ekor, sementara jumlah anggota sebanyak 400 an orang, maka pendistribusian sapi diputuskan secara musyawarah.

Seiring dengan berjalannya waktu, dan dengan ketekunan pengurus dan jiwa kekeluargaan para anggotanya dan pengurus, kondisi KPSM perlahan mulai bangkit, kini jumlah sapi mencapai 1.600 ekor.

Produksi susu yang dipasarkan ke industri pengolahan susu yaitu Nestle sekitar 7.400 liter per dua hari, sedangkan yang tidak dipasarkan ke industri pengolahan susu (IPS), diolah oleh KPSM menjadi yoghurt dan susu pasteurisasi. Pabrik konsentrat yang dimiliki selain untuk memenuhi kebutuhan anggota juga dipasarkan ke masyarakat.

Yusuf, salah satu karyawan mengatakan, tidak hanya itu perubahannya, aset meningkat menjadi Rp 18 miliar (naik 82,8 persen dibanding tahun 2010) dan omset per tahun sekarang sekitar Rp 21 miliar atau naik 50,5 persen dibanding tahun 2010. Disamping itu, juga membangun yayasan sosial untuk anak yaitu TK Bina Mandiri.

Wulan Anggraeny, PPKL Sleman menambahkan, bahwa atas keinginan para pengurus koperasi peternakan sapi perah, mereka juga sedang mempersiapkan membentuk koperasi sekunder, antara lain dengan Koperasi Warga Mulya, Koperasi Usaha Peternakan dan Pemerahan Kaliurang.

Dengan adanya koperasi sekunder, diharapkan koperasi-koperasi peternakan sapi perah akan lebih maju dan kesejahteraan anggota meningkat.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Cara Dapatkan Imbal Hasil di Era Bunga Rendah

Obligasi menjanjikan pendapatan tetap tetapi makin rendah, sementara saham rentan gejolak.

EKONOMI | 8 September 2019

Kideco Raih 15 Penghargaan ISDA 2019

Apresiasi diberikan atas prestasi dan komitmen Kideco terhadap pengembangan masyarakat dan kepedulian terhadap lingkungan.

EKONOMI | 7 September 2019

Pemerintah Tambah Jaringan Gas di Ibu Kota Baru

Kuota pemasangan sambungan gas rumah di Kabupaten Penajam Paser Utara pada 2020, menjadi 5.000 sambungan gas rumah.

EKONOMI | 7 September 2019

Yustinus Ho: Bisnis Broker Properti Tetap Bagus

Sektor properti yang terus berkembang menjadi ladang subur bagi profesi broker properti.

EKONOMI | 7 September 2019

Century 21 Mediterania 7 Bidik Kawasan PIK

Century 21 Mediterania Group saat ini memiliki 4 kantor di kawasan Pantai Indah Kapuk.

EKONOMI | 7 September 2019

Sepanjang 2019, Obligasi dan Sukuk di BEI Rp 86,1 Triliun

Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 102 seri senilai Rp 2.625,62 triliun dan US$ 400 juta.

EKONOMI | 7 September 2019

Sepekan Transaksi, Kapitalisasi Bursa Menguap Rp 21 Triliun

Volume transaksi harian berkurang sebesar 11,85 persen menjadi 14,354 miliar saham.

EKONOMI | 7 September 2019

KKP Dedikasikan Hasil Riset Untuk Rakyat

ALTIS-2 merupakan suatu inovasi yang telah berkembang dengan baik dan diharapkan menjadi karya nyata untuk masyarakat.

EKONOMI | 7 September 2019

Maybank Marathon Dipastikan Beri Dampak Ekonomi yang Besar

Penyelenggaraan Maybank Marathon Bali dipastikan memberi efek domino terhadap perekonomian dan pariwisata Pulau Dewata.

EKONOMI | 7 September 2019

Karyawan Maybank Bersih-bersih Pantai Benoa

Maybank Indonesia melakukan aksi bersih-bersih Pantai Benoa, Bali, sebagai bagian dari CSR mereka pada Sabtu (7/9/2019).

EKONOMI | 7 September 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS