Investasi Korsel Perkuat Struktur Manufaktur RI
INDEX

BISNIS-27 434.406 (-0.23)   |   COMPOSITE 4934.09 (-16.14)   |   DBX 924.804 (3.39)   |   I-GRADE 130.838 (-0.55)   |   IDX30 413.425 (-1.26)   |   IDX80 108.094 (-0.37)   |   IDXBUMN20 272.657 (-3.39)   |   IDXG30 115.379 (0.39)   |   IDXHIDIV20 370.721 (-2.24)   |   IDXQ30 120.916 (-0.16)   |   IDXSMC-COM 211.116 (-0.82)   |   IDXSMC-LIQ 236.814 (-0.83)   |   IDXV30 102.468 (-0.58)   |   INFOBANK15 776.883 (-3.28)   |   Investor33 360.093 (-0.17)   |   ISSI 144.765 (-0.24)   |   JII 523.909 (0.36)   |   JII70 177.568 (-0.12)   |   KOMPAS100 966.07 (-3.19)   |   LQ45 756.376 (-2.2)   |   MBX 1366.8 (-5.86)   |   MNC36 270.277 (-1.09)   |   PEFINDO25 258.891 (-1.93)   |   SMInfra18 233.321 (-1.32)   |   SRI-KEHATI 303.606 (-0.74)   |  

Investasi Korsel Perkuat Struktur Manufaktur RI

Kamis, 19 September 2019 | 00:00 WIB
Oleh : Siprianus Edi Hardum / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Perindustrian (Kemperin) aktif menarik investor Korea Selatan (Korsel) untuk terus menanamkan modalnya di Indonesia agar bisa memperkuat struktur sektor manufaktur di dalam negeri. Langkah ini juga sekaligus akan memacu daya saing industri dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

“Korsel adalah salah satu top 10 investor di Indonesia. Mereka punya industri yang potensial, khususnya sektor manufaktur,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto ketika menyampaikan keynote speech pada acara Indonesia - Korea Conference 2019: Charting A Blueprint for Robust Partnership di Jakarta, Rabu (18/9/2019).

Airlangga menyebutkan, sejumlah investor Korsel di sektor industri telah menggelontorkan dananya di Indonesia. Investor yang masuk berasal dari sektor-sektor yang sedang diprioritaskan pengembangannya oleh pemerintah berdasarkan peta jalan Making Indonesia 4.0.

“Ada beberapa industri besar seperti Posco di sektor industri baja, dan Lotte Chemical di industri kimia yang berinvestasi sekitar US$ 3,5 miliar”, ungkapnya.

Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Korsel merupakan investor terbesar ke-8 di Indonesia pada kuartal I-2019.

Total realisasi investasi dari Negeri Ginseng sejak tahun 2014 sampai triwulan I-2019 mencapai US$ 7,3 miliar. Sementara itu, realisasi investasi sepanjang tahun 2018 sebesar US$ 1,6 miliar. Investasi mereka didominasi sektor industri mesin dan elektronik (15%), pertambangan (13%), gas dan air (9%), industri sepatu (8%), serta industri karet dan plastik (8%).

“Ada beberapa sektor lagi yang akan masuk. Apalagi untuk elektronika, pangsa pasar produk Korea juga cukup besar di Indonesia”, ujar Airlangga.

Oleh karena itu, pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo bertekad untuk semakin menciptakan iklim investasi yang kondusif, memberikan kemudahan izin usaha, serta memfasilitasi insentif fiskal dan nonfiskal.

“Dengan demikian, pemerintah akan terus dorong dan fasilitasi, bahwa klaster industri Korea ke depan perlu kita tarik,” tandasnya.

Sebab, menurut Menperin, peningkatan investasi merupakan kunci untuk menciptakan lompatan dan terobosan dalam mewujudkan visi Indonesia maju dan sejahtera.

'Upaya tersebut, sejalan dengan program prioritas di dalam Making Indonesia 4.0 untuk kesiapan diri memasuki era industri 4.0. Terutama yang berkaitan dengan pengembangan lima sektor andalan, yakni industri makanan dan minuman, industri tekstil dan pakaian, industri otomotif, industri elektronika, serta industri kimia.

“Makanya investasi terus kami pacu, sehingga akan menggenjot kapasitas produksi untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik hingga ekspor. Selain itu dapat menghasilkan substitusi impor,” ungkapnya.

Penerapan industri 4.0 ini tidak hanya menyasar kepada sektor skala besar, melainkan juga industri kecil dan menengah (IKM) dalam upaya meningkatkan produktivitas dan kualitasnya secara lebih efisien.

Airlangga menambahkan, peningkatan investasi juga dapat menjaga kestabilan perekonomian nasional di tengah kondisi ekonomi global yang belum menentu akibat adanya perang dagang. “Kuncinya adalah FDI (Foreign Direct Investment). Seperti yang disampaikan Pak Dino Patti Djalal dan Dubes Korea, bahwa Indonesia menjadi prioritas dari new southern policy dari Korea”, paparnya.

Sementara itu, Airlangga menilai upaya percepatan Indonesia-Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement (IK CEPA) akan mempermudah kerja sama di sektor industri bagi kedua negara. “IK CEPA tentu akan memudahkan sektor industri membangun value chain. IK CEPA juga diharapkan memudahkan pelaku industri komponen dalam negeri berperan dalam global value chain”, terangnya.

Airlangga pun menyampaikan, IK CEPA akan mempengaruhi kerja sama perdagangan dua arah agar saling menguntungkan. “Apalagi, ketika melakukan kunjungan kerja ke Korea, Bapak Presiden Joko Widodo menargetkan nilai perdagangan kedua negara menjadi US$ 30 miliar di tahun 2022 atau naik dari yang sekarang sekitar US$ 18,6 miliar,” tuturnya.

Pada tahun 2017, neraca perdagangan RI-Korsel mengalami surplus sebesar US$ 78 juta dari total nilai perdagangan yang mencapai US$ 17 miliar. Tahun lalu, telah ditandatangani sejumlah MoU dengan potensi investasi sebesar US$ 6,2 miliar dalam rangkaian acara Indonesia-Korea Business and Investment Forum 2018.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Kempupera Dapat Alokasi Anggaran Rp 120,21 Triliun Tahun 2020

Anggaran Kempupera tahun 2020 sebesar Rp 120,21 triliun.

EKONOMI | 19 September 2019

AKPI Dorong Revisi UU Kepailitan Masuk Prolegnas

Salah satu usulan revisi AKPI dalam UU Kepailitan adalah terkait upaya hukum yang dilakukan debitur yang dinyatakan pailit.

EKONOMI | 19 September 2019

Soekarno-Hatta Masuk Daftar Bandara Tersibuk di Dunia

Bandara Internasional Soekarno-Hatta berada di peringkat ke-18 dalam kategori bandara dengan jumlah penumpang paling banyak di dunia.

EKONOMI | 18 September 2019

Japnas dan YEN-D Bidik Kerja Sama Bisnis ASEAN Rp 1 Triliun

Kegiatan Japnas lebih cenderung pada program pengayaan pasar, membangun sinergitas, kerja sama usaha.

EKONOMI | 18 September 2019

Pedagang Nilai Somasi Pemegang Merek Seagate Berlogo RFI Salah Alamat

Salah satu pedagang komputer yang juga anggota Apkomlapan bernama Joko mendapat intimidasi.

EKONOMI | 18 September 2019

Apindo Minta Pipa Gas Distribusi Jateng Jadi Prioritas

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Tengah meminta pemerintah untuk mempercepat pembangunan infrastruktur gas bumi.

EKONOMI | 18 September 2019

BCA Syariah Jalin Kerja Sama dengan Waqara

Total penipuan terkait umrah mencapai hampir Rp 4,5 triliun.

EKONOMI | 17 September 2019

Well Harvest Sumbang Pemasukan Negara Rp 367 Miliar

Well Harvest mmerupakan perusahaan pertama di Indonesia dalam pengolahan dan pemurnian bauksit.

EKONOMI | 18 September 2019

Komisi V DPR Setujui RAPBN 2020

Kempupera mendapat anggaran Rp 120,21 triliun, Kemdes PDTT Rp 3,49 triliun, BMKG Rp 3,05 triliun, Basarnas Rp 2,25 triliun, Kemhub Rp 43,11 triliun.

EKONOMI | 18 September 2019

Menteri Gunakan Angkutan Umum di Ibu Kota Baru

Kemhub siapkan pembangunan transportasi yang terinterkoneksi, baik antar lingkungan maupun kawasan.

EKONOMI | 18 September 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS