Pemerintahkan Kembangkan Industri Fesyen
INDEX

BISNIS-27 503.6 (2.5)   |   COMPOSITE 5652.76 (48.27)   |   DBX 1032.04 (3.25)   |   I-GRADE 164.451 (1.87)   |   IDX30 490.95 (3.33)   |   IDX80 128.766 (0.95)   |   IDXBUMN20 358.484 (4.17)   |   IDXG30 133.521 (0.92)   |   IDXHIDIV20 437.723 (3.27)   |   IDXQ30 142.408 (1.41)   |   IDXSMC-COM 239.978 (2.77)   |   IDXSMC-LIQ 292.98 (3.3)   |   IDXV30 120.747 (2.08)   |   INFOBANK15 969.323 (8.87)   |   Investor33 424.184 (2.73)   |   ISSI 165.497 (1.49)   |   JII 607.992 (3.57)   |   JII70 207.954 (1.77)   |   KOMPAS100 1151.81 (10.08)   |   LQ45 901.663 (6.22)   |   MBX 1571.94 (14.64)   |   MNC36 316.426 (2.22)   |   PEFINDO25 300.975 (9.54)   |   SMInfra18 283.853 (1.3)   |   SRI-KEHATI 362.321 (2.15)   |  

Pemerintahkan Kembangkan Industri Fesyen

Sabtu, 12 Oktober 2019 | 21:16 WIB
Oleh : Siprianus Edi Hardum / EHD

Semarang, Beritasatu.com - Selain memiliki keragaman suku, bangsa, dan agama, Indonesia merupakan negara yang kaya akan jenis pakaian daerah. Keragaman model dan corak khas pakaian daerah tersebut dinilai sebagai sebuah potensi besar bagi Indonesia untuk mengembangkan industri fesyen.

Hal tersebut disampaikan Menteri Ketenagakerjaan, Hanif Dhakiri saat membuka Fashion Paradise 2019 di BBPLK Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (12/10/2019). "Industri fesyen tentu saja memiliki peluang untuk terus tumbuh dan berkembang, karena kita adalah negara yang memiliki kekayaan budaya yang luar biasa," kata Hanif sebagaimana dalam siaran persnya.

Hanif menjelaskan, potensi besar industri fesyen tersebut merupakan salah satu alasan Kementerian Ketenagakerjaan mentransformasikan kejuruan menjahit di BBPLK Semarang menjadi kejuruan fashion technology.

Menurutnya, potensi industri fesyen dapat dimaksimalkan dengan cara penyiapan SDM terampil di bidang fesyen. "Oleh karenanya, kejuruan menjahit kita transformasikan menjadi kejuruan fashion technology, untuk mendidik dan melatih anak-anak kita untuk tidak hanya punya skill menjahit, tetapi mereka bisa melakukan kreativitas di industri fashion," jelas Hanif.

Hanif menambahkan, industri fesyen merupakan salah satu jenis industri kreatif. Industri ini memiliki keunggulan dalam hal adaptasi terhadap perubahan zaman. Karena, industri ini menitik beratkan pada kretivitas dan inovasi pelaku industri.

Sehingga, industri fesyen dinilainya akan mampu terus bersaing di tengah perubahan jenis pekerjaan dan keterampilan di era digital. "Di Indonesia, kita tidak akan pernah kehabisan ide untuk berkreasi. Dan di masa depan pekerjaan yang paling bisa diandalkan adalah pekerjaan yang mengandalkan kretivitas, mengandalkan inovasi," ujarnya.

Dirjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Kemnaker, Bambang Satrio Lelono, menambahkan, pergelaran Fashion Paradise 2019 merupakan kompetisi fahion design yang diikuti desainer nasional. Kompetisi ini hasil kerja sama BBPLK Semarang dengan Pemprov Jawa Tengah, Kreasi Lintas Cipta (KLC), dan Asosiasi Pengusaha Perancang Mode Indonesia.

Kompetisi ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas SDM di bidang fashion technology, meningkatkan mutu usaha pelaku bisnis, sekaligus menjadi ajang promosi bagi para pelaku bisnis fesyen maupun pelaku bisinis lainnya.

"Sasaran kompetisi adalah para desainer pemula di seluruh Indonesia, termasuk lulusan pelatihan kejuruan fashion technology BBPLK Semarang, maupun BLK/LPK lainnya, para lulusan akademi/universitas, serta para personil yang menggeluti fesyen secara otodidak," kata Bambang.

Tahap awal kompetisi ini diikuti lebih 200 peserta. Setelah dilakukan seleksi I, sebanyak 50 desain diperagakan di catwalk Fasion Paradise 2019. Dari 50 desain tersebut, akan dipilih 3 besar desain terbaik.

Adapun, Dewan Juri Fashion Paradise 2019 adalah Elkana Gunawan (IFC Semarang), Sugeng Waskito (APPMI Yogyakarta), Nadia Ardiwinata (Radio Idola), serta Menteri Ketenagakerjaan sebagai Juri Kehormatan.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kempupera Telah Selesaikan Kawasan Wisata Menara Salib di Wamena

Kempupera tuntaskan pembangunan Menara Salib di Wamena, Papua.

EKONOMI | 12 Oktober 2019

KPBU Perumahan Sebagai Alternatif Pembiayaan Perumahan Layak dan Terjangkau

Pembangunan hunian dengan skema KPBU utamanya menyasar untuk pengembangan hunian vertikal di perkotaan yang lahannya terbatas.

EKONOMI | 11 Oktober 2019

Askrindo Serahkan Bantuan Mobil Pintar untuk Aceh

Askrindo menyumbangkan bantuan berupa Mobil Pintar (Mopi) kepada PAUD Safiatuddin, Desa Panye, Kecamatan Pagar Air, Aceh Besar, Sabtu (12/10/2019).

EKONOMI | 12 Oktober 2019

Berdayakan UMKM, Karya Pandawa Siapkan Program Bantuan

Salah satu perusahaan yang sudah merasakan nyata bantuan dari Karya Pandawa adalah PD Bagus Jaya yang bergerak dibidang pembuat kayu lapis.

EKONOMI | 12 Oktober 2019

Memenuhi Permintaan Pasar, Bungasari Menambah Kapasitas Produksi

PT Bungasari Flour Mills Indonesia meresmikan produksi pertama pabrik tahap kedua di Cilegon.

EKONOMI | 9 Oktober 2019

Mafia Tanah Picu Investor Alihkan Bisnisnya ke Vietnam dari RI

Salah satu alasan yang menghambat investasi asing ke dalam negeri adalah birokrasi izin pertanahan.

EKONOMI | 12 Oktober 2019

Wall Street Menguat Berkat Sentimen Positif Negosiasi AS-Tiongkok

Negosiasi tahap kedua akan segera dimulai.

EKONOMI | 12 Oktober 2019

Berdayakan UMKM, Fresh Market Bintaro 2,1 Ha Diluncurkan

Pasar modern ini akan menjadi destinasi belanja baru bagi warga Bintaro Jaya dan sekitarnya.

EKONOMI | 12 Oktober 2019

APBN Tak Dipersiapkan untuk Hadapi Resesi Ekonomi Dunia

Sepanjang Januari hingga Agustus, penerimaan negara dan hibah baru mencapai 55% atau turun dibandingkan penerimaan pada periode yang sama tahun lalu.

EKONOMI | 11 Oktober 2019

WOM Finance Ubah Susunan Direksi

Masuknya Wibowo ke dalam direksi perseroan diharapkan semakin memperkuat kepemimpinan WOM Finance.

EKONOMI | 11 Oktober 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS