Kadin Dorong SDM Unggul, Ekonomi Kreatif sebagai Tulang Punggung
INDEX

BISNIS-27 447.461 (-6.35)   |   COMPOSITE 5059.22 (-59.86)   |   DBX 933.73 (-7.01)   |   I-GRADE 135.366 (-2.1)   |   IDX30 427.201 (-7.13)   |   IDX80 111.513 (-1.85)   |   IDXBUMN20 284.629 (-6.37)   |   IDXG30 118.405 (-1.6)   |   IDXHIDIV20 382.903 (-6.43)   |   IDXQ30 125.347 (-2.16)   |   IDXSMC-COM 215.54 (-2.56)   |   IDXSMC-LIQ 243.745 (-4.83)   |   IDXV30 105.043 (-1.69)   |   INFOBANK15 803.622 (-8.33)   |   Investor33 371.182 (-4.92)   |   ISSI 148.056 (-1.95)   |   JII 539.107 (-10.07)   |   JII70 182.679 (-3.16)   |   KOMPAS100 996.599 (-14.96)   |   LQ45 780.316 (-12.34)   |   MBX 1404.61 (-17.5)   |   MNC36 278.843 (-3.77)   |   PEFINDO25 265.576 (-5.11)   |   SMInfra18 242.356 (-5.25)   |   SRI-KEHATI 313.434 (-3.93)   |  

Kadin Dorong SDM Unggul, Ekonomi Kreatif sebagai Tulang Punggung

Jumat, 8 November 2019 | 00:00 WIB
Oleh : Siprianus Edi Hardum / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendorong Sumber Daya Manusia (SDM) unggul yang terampil dan berpendidikan untuk menjawab kebutuhan pasar ekonomi di era digital. SDM unggul juga diharapkan dapat menjadikan ekonomi kreatif sebagai tulang punggung perekonomian nasional.

“Saat ini jumlah penduduk usia produktif kita begitu besar dan kita harus mempersiapkan mereka agar menjadi SDM yang terampil, siap menjawab tantangan ekonomi digital, bahkan hingga mampu menciptakan lapangan pekerjaan,” ungkap Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P. Roeslani di sela-sela perhelatan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Bidang Industri Kreatif Kadin di Hotel Sultan, Jakarta (7/11/2019) sebagaimana siaran persnya.

Menurutnya, Indonesia harus dapat memetik manfaat maksimal dari bonus demografi dengan jumlah angkatan kerja usia muda yang tinggi. Saat ini sangat penting untuk mencetak SDM yang memiliki keterampilan di bidang teknologi serta industri kreatif guna menyambut peluang besar di era ekonomi digital.

Hasil riset terbaru dari laporan e-Conomy SEA 2019 yang disusun Google, Temasek, dan Bain Company mencatat tren pertumbuhan ekonomi digital di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, melaju pesat.

Transformasi ekonomi lndonesia yang luar biasa menjadi pendorong pertumbuhan yang dinamis bagi Asia Tenggara. Tahun ini pun diprediksi internet ekonomi Indonesia mencapai US$ 40 miliar.

Riset terbaru ini melaporkan bahwa tingkat pertumbuhan Indonesia mencapai 49%, paling pesat di Asia Tenggara dengan potensi hingga US$ 133 miliar pada 2025. Pertumbuhan ekonomi digital itu mencakup 5 (lima) sektor, yaitu e-commerce, media daring (online), transportasi berbasis aplikasi daring, wisata dan perjalanan, serta jasa keuangan digital.

Dalam kesempatan itu, Kadin Indonesia melakukan penandatanganan MoU dengan berbagai mitra seperti Telkomsel, LinkAja, MASTEL, Indiskop, Agile, Soulfy, Smart FM dan EndorsMe untuk merealisasikan berbagai program untuk mendorong SDM Unggul di sektor ekonomi kreatif.

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Industri Kreatif, Erik Hidayat, mengatakan, saat ini industri kreatif semakin penting untuk dikembangkan sebagai upaya mendukung kesejahteraan dan perekonomian nasional. Menurutnya, kreativitas manusia adalah sumber daya ekonomi utama dan bahwa industri di abad ke-21 akan sangat tergantung pada produksi pengetahuan melalui kreativitas dan inovasi.

Sedikitnya, ekonomi kreatif dibagi ke dalam 16 subsektor, diantaranya arsitektur, desain interior, desain-komunikasi-visual (DKV), desain produk, fashion, film-animasi-video, fotografi periklanan, kerajinan (kriya), kuliner, musik, pengembang aplikasi & permainan, penerbitan, periklanan, tv dan radio, seni pertunjukkan, dan seni rupa.

Berdasarkan catatan Kadin, pada tahun 2017 ekonomi kreatif menyumbang PDB hingga Rp 1.000 triliun, kemudian meningkat Rp 1.105 triliun di tahun 2018, dan diprediksi bertumbuh menjadi Rp 1.211 triliun di tahun 2019. Dari angka tersebut, ada 3 (tiga) subsektor unggulan yang menyumbang pertumbuhan tertinggi yakni kuliner, fashion dan kriya. Sedangkan film, musik dan pengembangan aplikasi dan permainan menjadi subsektor prioritas.

Erik mengatakan, selain fokus pada industri kreatif berbasis teknologi, saat ini pihaknya juga fokus pada pengembangan industri kreatif berbasis design, media, elektronik dan budaya.

“Dengan SDM yang unggul, kita harapkan ekonomi kreatif bisa menjadi kekuatan baru. Dan untuk mencapai ini, baik dunia usaha maupun pemerintah tentunya harus bekerjasama menciptakan terobosan-terobosan yang bisa diterapkan oleh semua pemangku kepentingan agar ekonomi kreatif ini bisa diandalkan menopang perekonomian nasional di masa kini dan masa-masa mendatang,” pungkasnya.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Akuisisi Rentokil Picu Daya Saing Perusahaan Lokal

ASPPHAMI nilai langkah PT APCO yang mengalihkan asetnya kepada Rentokil dapat memicu naiknya daya saing.

EKONOMI | 8 November 2019

Grab Memimpin Pasar Transportasi Online di Indonesia

Grab masih menjadi pemimpin pasar transportasi [italic[online di Indonesia.

EKONOMI | 8 November 2019

OJK Harap UU Perlindungan Data Pribadi Segera Terbentuk

"Jangan sampai data pribadi disirkulasikan apalagi di-share untuk menagih ke temannya oleh fintech ilegal," kata Wimboh.

EKONOMI | 8 November 2019

Inovasi Patra Jasa Diganjar Penghargaan

Patra Jasa dinilai berhasil berkinerja unggul dan berkompetisi di pasar global melalui inovasi di bidang branding dan marketing.

EKONOMI | 8 November 2019

Pasar ASEAN: Langkah Awal KliknKlin Menuju Kancah Internasional

Untuk melangkah lebih maju ke kancah internasional, kini startup laundry KliknKlin membidik pasar ASEAN.

EKONOMI | 8 November 2019

Triwulan III, Neraca Pembayaran Defisit US$ 46 Juta

Kondisi tersebut ditopang oleh defisit neraca transaksi berjalan yang membaik serta surplus transaksi modal dan finansial yang meningkat.

EKONOMI | 8 November 2019

Sesi I, IHSG Terkoreksi Tipis ke 6.162

Investor asing mencatat aksi jual sebesar Rp 261,19, dengan rincian beli Rp 1 triliun dan jual Rp 1,3 triliun.

EKONOMI | 8 November 2019

Rupiah Terdepresiasi ke Rp 14.012 Siang Ini

Rupiah berada di level Rp 14.012,5 per dolar AS atau terdepresiasi 15 poin (0,11 persen).

EKONOMI | 8 November 2019

Inovasi dan Pengembangan SDM Dorong Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Pelambatan ekonomi dunia dan perang dagang AS-Tiongkok membuat realisasi investasi langsung dan pertumbuhan ekspor menurun.

EKONOMI | 8 November 2019

Era Digital, Perbankan Tidak Perlu Buka Cabang Baru

Investasi teknologi digital disebut lebih murah dibandingkan dengan investasi membuka kantor cabang baru yang membutuhkan karyawan di cabang.

EKONOMI | 8 November 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS