Pengelola Hutan Sosial Diminta Berkoperasi
INDEX

BISNIS-27 509.396 (-2.72)   |   COMPOSITE 5822.94 (-12.46)   |   DBX 1088.19 (9.8)   |   I-GRADE 169.852 (-1.35)   |   IDX30 498.88 (-2.76)   |   IDX80 132.065 (-0.41)   |   IDXBUMN20 376.263 (-3.13)   |   IDXG30 135.508 (-0.99)   |   IDXHIDIV20 449.517 (-1.84)   |   IDXQ30 145.713 (-1.14)   |   IDXSMC-COM 252.052 (0.88)   |   IDXSMC-LIQ 309.347 (0.24)   |   IDXV30 130.911 (1.46)   |   INFOBANK15 993.498 (-9.24)   |   Investor33 428.541 (-2.51)   |   ISSI 170.173 (-0.26)   |   JII 616.286 (-0.48)   |   JII70 212.951 (-0.33)   |   KOMPAS100 1185.6 (-4.97)   |   LQ45 921.176 (-4.93)   |   MBX 1613.76 (-6.11)   |   MNC36 320.851 (-1.83)   |   PEFINDO25 318.369 (-4.14)   |   SMInfra18 296.861 (-1.08)   |   SRI-KEHATI 366.856 (-2.5)   |  

Pengelola Hutan Sosial Diminta Berkoperasi

Jumat, 29 November 2019 | 00:00 WIB
Oleh : Siprianus Edi Hardum / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki berharap kelompok masyarakat pengelola hutan sosial di Indonesia agar berkoperasi, agar memiliki daya saing untuk masuk ke global value chain.

"Terlebih lagi, salah satu proyek besar pemerintah untuk transformasi ekonomi adalah kehutanan sosial. Program tersebut masih perlu percepatan,” kata Teten pada acara Festival Perhutanan Sosial Nasional (Pesona) dan Awarding Tokoh Hutan Nasional 2019 di Jakarta, Kamis (28/11/2019) sebagaimana dalam siaran persnya.

Menurut Teten, akses masyarakat kepada lahan akan memunculkan kekuatan-kekuatan ekonomi di masyarakat. "Akan muncul koperasi-koperasi petani, perkebunan, nelayan, dan sebagainya, sebagai pusat ekonomi baru di masyarakat,” kata Teten.

Teten mengakui, saat ini struktur ekonomi bangsa ini kurang berkeadilan. Oleh karena itu, harus ada transformasi ekonomi. "Akses kepada lahan itu untuk memperbaiki struktur ekonomi yang berkeadilan. Kita mencoba membangun keadilan di Indonesia. Untuk itu, kami ditugaskan Presiden Joko Widodo agar bekerja lintas sektoral, tidak lagi sendiri-sendiri,” kata Teten

Kemkop dan UKM, lanjut Teten, masuk ke semua sektor, yaitu pertanian, industri, kelautan dan perikanan, hingga kehutanan dan lingkungan hidup. Karena Kemkop dan UKM yang memiliki tugas pokok seksi (tupoksi) pembinaan pelaku usaha di semua sektor tersebut. "Kerja sama antar kementerian dan lembaga akan melahirkan ekonomi masyarakat yang tumbuh dan berkembang,” kata Teten.

Bagi Teten, harus ada percepatan pembangunan ekonomi rakyat di sektor kehutanan. "Konsep atau model bisnisnya sedang disiapkan. Salah satunya, bisa kemitraan dengan usaha besar. Pasalnya, kita harus sudah masuk ke komoditi-komoditi yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Dan sektor kehutanan banyak terkandung sumber kekayaan hayati yang punya nilai ekonomi tinggi,” papar Teten.

Teten akan mendorong model bisnis tersebut bisa masuk ke global value chain dan terintegrasi ke sistem supply chain. "Dari proses bahan baku hingga masuk ke pasar,” kata Teten.

Dengan berkoperasi dan masuk ke global value chain, Teten berharap sektor hutan sosial dapat menghasilkan devisa. "Kita harus tingkatkan ekspor kita, karena saat ini impor kita masih lebih tinggi ketimbang ekspor,” ungkap Teten.

Selain itu, lanjut Teten, pengembangan hutan sosial akan memiliki impact yang tinggi terhadap masyarakat terpencil, petani, hingga lingkungan yang terjaga.

"Kita perlu kerja sama semua pihak, termasuk perbankan. Dan pembiayaan-pembiayaan sektor hutan sosial, akan melalui BLU-BLU agar dikonsolidasikan,” ucap Teten.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar, mengatakan, setelah diluncurkan sejak September 2016, program kehutanan sosial semakin berjalan dengan baik. Dan sudah banyak melahirkan tokoh-tokoh hutan sosial di seluruh Indonesia. Program ini akan terus kita kembangkan,” kata Siti Nurbaya.

Tujuan hutan sosial, lanjut Siti Nurbaya, adalah untuk menciptakan kesejahteraan dan keadilan di masyarakat, resolusi konflik, sebagai pusat pertumbuhan desa, dan memperkuat pertumbuhan ekonomi desa. "Program ini juga mampu menciptakan SDM Indonesia yang unggul dan sebagai wahana Indonesia maju,” pungkas Siti Nurbaya.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Tingkatkan Akses Air Siap Minum, Kempupera Dorong PDAM Perluas Layanan ZAMP

Pemerintah terus mendorong Sistem Peningkatan Air Minum.

EKONOMI | 29 November 2019

Lippo Group Gandeng Mitra untuk Besarkan OVO

Lippo tetap merupakan bagian dari OVO dan selalu mendukung kemajuan OVO.

EKONOMI | 29 November 2019

Akuisisi Bank Lagi, BCA Incar BUKU I Non Tbk

BCA belum menyebut dana yang dianggarkan untuk mengakuisisi bank kecil incarannya.

EKONOMI | 29 November 2019

Ketum Baru REI Optimistis Properti Bangkit di 2020

Daya beli dan minat untuk membeli properti sebenarnya mampu, namun terhalang denda dalam perpajakan.

EKONOMI | 29 November 2019

Rupiah Masih Tertahan di Kisaran Rp 14.090

Rupiah berada di level Rp 14.095 per dolar AS atau terdepresiasi 3,5 poin (0,02 persen).

EKONOMI | 29 November 2019

Tanpa Katalis yang Kuat, IHSG Diprediksi Kembali Tertekan

Valbury merekomendasikan saham UNVR, TLKM, ASII, GGRM, AALI, CTRA.

EKONOMI | 29 November 2019

Setelah Anjlok Kemarin, IHSG Diprediksi Berbalik Menguat

Kami berharap IHSG diperdagangkan mixed cenderung naik.

EKONOMI | 29 November 2019

IHSG Lanjutkan Pelemahan Kemarin

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 0,2 persen ke kisaran 5.941.

EKONOMI | 29 November 2019

Potensi Industri Halal Dinilai Masih Besar

Halal Expo Indonesia (HEI) 2019 menargetkan 50.000 pengunjung selama berlangsungnya pameran.

EKONOMI | 29 November 2019

Xynexis International Raih Top Digital Awards 2019

Pada Rabu (27/11), Xynexis Internasional mendapat penghargaan tahun kedua pada acara TOP DIGITAL Awards 2019.

EKONOMI | 29 November 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS