Pemerintah Targetkan Indonesia Jadi Pusat Kendaraan Listrik di ASEAN
INDEX

BISNIS-27 447.461 (-6.35)   |   COMPOSITE 5059.22 (-59.86)   |   DBX 933.73 (-7.01)   |   I-GRADE 135.366 (-2.1)   |   IDX30 427.201 (-7.13)   |   IDX80 111.513 (-1.85)   |   IDXBUMN20 284.629 (-6.37)   |   IDXG30 118.405 (-1.6)   |   IDXHIDIV20 382.903 (-6.43)   |   IDXQ30 125.347 (-2.16)   |   IDXSMC-COM 215.54 (-2.56)   |   IDXSMC-LIQ 243.745 (-4.83)   |   IDXV30 105.043 (-1.69)   |   INFOBANK15 803.622 (-8.33)   |   Investor33 371.182 (-4.92)   |   ISSI 148.056 (-1.95)   |   JII 539.107 (-10.07)   |   JII70 182.679 (-3.16)   |   KOMPAS100 996.599 (-14.96)   |   LQ45 780.316 (-12.34)   |   MBX 1404.61 (-17.5)   |   MNC36 278.843 (-3.77)   |   PEFINDO25 265.576 (-5.11)   |   SMInfra18 242.356 (-5.25)   |   SRI-KEHATI 313.434 (-3.93)   |  

Pemerintah Targetkan Indonesia Jadi Pusat Kendaraan Listrik di ASEAN

Jumat, 29 November 2019 | 17:35 WIB
Oleh : Siprianus Edi Hardum / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Industri sepeda motor nasional saat ini telah berkembang dengan baik dan memberikan kontribusi yang cukup besar bagi perekonomian nasional melalui peningkatan ekspor, investasi dan penyerapan tenaga kerja. Bahkan, berdasarkan peta jalan Making Indonesia 4.0, industri otomotif merupkakan salah satu sektor manufaktur yang mendapat prioritas pengembangan dalam kesiapan memasuki era industri 4.0.

“Dalam roadmap pengembangan industri kendaraan bermotor, pemerintah Indonesia menargetkan produksi sepeda motor akan tumbuh sampai 10 juta unit pada tahun 2025, dengan target ekspor satu juta unit kendaraan per tahun di tahun 2025,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita pada pembukaan Indonesia International Motor Show (IIMS) Motobike Expo 2019 di Jakarta, Jumat (29/11/2019).

Agus menyebutkan, dari sisi produksi dan penjualan sepeda motor nasional sejak tahun 2010 sampai 2018 telah mencapai rata-ata di atas 6,5 juta unit per tahun. Hal ini membawa dampak positif karena banyak industri komponen lokal yang turut tumbuh sejalan dengan peningkatan produksi tersebut.

“Dapat saya sampaikan, produksi sepeda motor periode Januari-Oktober 2019, tercatat sebanyak 6,2 juta unit, di mana penjualan domestik sebesar 5,5 juta unit dan ekspor sebesar 682 ribu unit,” ungkapnya. Adapun negara utama tujuan ekspor sepeda motor dari Indonesia, di antaranya ke Filipina, Thailand, Bangladesh, Kamboja, Malaysia, Vietnam, Jepang, Eropa Barat dan Amerika Latin.

Agus menambahkan, pemerintah juga mentargetkan sekitar 20 persen dari total produksi nasional atau sebanyak 2 juta unit pada tahun 2025 adalah sepeda motor listrik. Dari jumlah tersebut, diharapkan terjadi peningkata hingga tahun 2029. Sehingga, pada 2030 Indonesia diproyeksikan menjadi pusat kendaraan listrik di kawasan ASEAN. “Untuk merealisasikan target tersebut, kami secara agresif mengajak para produsen otomotif agar membuka kegiatan produksi di Indonesia. Pemerintah yakin bahwa Indonesia memiliki banyak keunggulan pada sektor otomotif, sehingga target pada tahun 2030 tersebut, bukan hal yang mustahil untuk dicapai,” tegas Menperin.

Pacu Kendaraan Listrik

Target peningkatan produksi kendaraan listrik di Tanah Air, telah didukung melalui penerbitan Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai. Perpres Nomor 55/2019 mengamanatkan pengaturan penggunaan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) Kendaraan Bermotor Listrik (KBL) Berbasis Baterai termasuk sepeda motor listrik guna meningkatkan nilai tambah industri dalam negeri.

Untuk itu, pemerintah mengajak industri komponen dan pendukung otomotif bersama-sama menyiapkan diri untuk memasuki era kendaraan listrik maupun teknologi kendaraan ramah lingkungan lainnya melalui peningkatan sumber daya manusia dan manajemen industri, serta peningkatan penguasaan teknologi melalui aktivitas Reseach and Development (R&D) dan desain.

“Dengan adanya regulasi tersebut, percepatan program diatur secara rinci, mulai dari litbang, TKDN, sampai dengan insentif yang akan diberikan,” tuturnya. Tentunya hal itu menjadi peluang baru bagi industri manufaktur dan komponen dalam negeri untuk memulai aktivitas litbang dan desain kendaraan listrik serta komponen utama pendukungnya. Karena pada tahun 2025, pemerintah menargetkan 100% lokal konten pada produk otomotif Indonesia.

Sejalan dengan itu, pemerintah juga telah mengeluarkan Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2019, di mana salah satunya mengatur tentang super deduction tax bagi kegiatan riset, inovasi dan vokasi yang dapat diberikan pengurangan penghasilan bruto sampai 200%-300%. “Ini suatu yang sangat luar biasa, mudah-mudahan para produsen bisa memanfaatkan dengan baik kebijakan dari pemerintah tersebut. Bagi principal yang belum ada kegiatan produksi di sini, saya kira ini adalah momentum yang tepat untuk melakukan invetasi di Indonesia,” terangnya.

Selain itu, Kemperin bekerja sama dengan New Energy and Industrial Technology Development Organization (NEDO) melakukan proyek demonstrasi dan studi bersama sepeda motor listrik dan mobile battery sharing di Kota Bandung dan Provinsi Bali sebagai salah satu langkah strategis dalam percepatan penggunaan kendaraan listrik di Indonesia.

“Dengan kegiatan-kegiatan seperti itu, pemerintah berharap meningkatnya masyarakat dalam menggunakan kendaraan listrik, baik itu roda empat maupun roda dua. Karena manfaat kendaraan listrik ramah lingkungan, dan mendukung upaya pemerintah menekan defisit neraca perdagangan,” sebutnya.

Pada kesempatan itu, Agus memberikan apresiasi kepada PT. Dyandra Promosindo atas terselenggaranya IIMS Motobike Expo 2019, yang tidak hanya sekadar sebagai wadah bagi pemegang merek kendaraan roda dua dan aftermarket untuk berbagi informasi seputar produk dan inovasi terbaru mereka kepada para pencinta motor di Tanah Air, namun juga menjadi tempat yang tepat untuk mendorong masyarakat agar beralih ke green energy dengan salah beberapa program andalan antara lain Eco-Moving dan Electric Morning Ride.

“Semoga rangkaian kegiatan pemeran, presentasi produk, test drive, dan kegiatan atraktif lainnya dapat menjadi barometer baru pameran industri sepeda motor berskala internasional serta meningkatkan kegairahan industri sepeda motor listrik di tanah air,” tandasnya.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Menkop dan UKM Ingin Pelaku Usaha Mikro Naik Kelas

Menkop UKM berusaha keras agar UMKM naik kelas.

EKONOMI | 29 November 2019

IHSG Berbalik Menguat ke 6.011,8

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,99 persen ke kisaran 6.011,8.

EKONOMI | 29 November 2019

Hippindo Keberatan Aturan Ruang Usaha 20% untuk UMKM

Salah satu ketentuan Perda sebagaimana dimaksud dalam pasal 42 ayat 4 tentang definisi UMKM dianggap belum jelas.

EKONOMI | 29 November 2019

OJK Sebut Pembobolan Bank DKI Karena Kelemahan Vendor TI

Kebobolan dapat terjadi karena kelemahan instalasi yang dilakukan perusahaan vendor Teknologi Informasi (TI) di jaringan mesin ATM.

EKONOMI | 29 November 2019

Presiden Ajak Dua Staf Khusus Milenial Kunjungan Kerja ke Subang

Presiden Jokowi membawa dua staf khusus milenial, yaitu Putri Indahsari Tanjung dan Andi Taufan Garuda Putra.

EKONOMI | 29 November 2019

Laba Kuartal III Maybank Naik 2,1%

Maybank mencatat laba kuartal III-2019 RM 2,0 miliar, naik 2,1 persen dibandingkan RM 1,96 miliar di periode yang sama tahun lalu.

EKONOMI | 29 November 2019

Pelabuhan Patimban Dipersiapkan Jadi Pintu Ekspor Otomotif

Pada tahap pertama, investasi yang diperlukan kurang lebih sebesar Rp 29 triliun. Total hingga selesai pada tahun 2027 bisa mencapai Rp 50 triliun.

EKONOMI | 29 November 2019

Pelabuhan Benoa Akan Jadi Kawasan Wisata Terpadu Kelas Dunia

Diharapkan Pelabuhan Benoa nantinya menjadi pelabuhan cruise sekaligus kawasan wisata terpadu berkelas dunia.

EKONOMI | 29 November 2019

Membuka Pasar Kendaraan Listrik di IIMS Motobike Expo 2019

Pemerintah terus berupaya membuka pasar bagi kendaraan listrik, yang tergetnya akan berkontibusi sebesar 20% dari total produksi kendaraan bermotor.

EKONOMI | 29 November 2019

2025, Produksi Sepeda Motor Ditargetkan 10 Juta Unit per Tahun

Pemerintah ingin Indonesia sebagai pusat produksi kendaraan listrik di kawasan Asia Tenggara pada 2030.

EKONOMI | 29 November 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS