Pabrik Baru Polyethylene di Cilegon Bisa Hemat Devisa Rp 8 Triliun
INDEX

BISNIS-27 425.322 (5.73)   |   COMPOSITE 4870.04 (43.23)   |   DBX 940.805 (0.48)   |   I-GRADE 127.855 (2.25)   |   IDX30 401.317 (6.63)   |   IDX80 105.56 (1.49)   |   IDXBUMN20 265.398 (5.34)   |   IDXG30 112.997 (1.84)   |   IDXHIDIV20 357.483 (5.93)   |   IDXQ30 117.699 (1.97)   |   IDXSMC-COM 210.149 (0.87)   |   IDXSMC-LIQ 234.599 (2.2)   |   IDXV30 100.238 (0.63)   |   INFOBANK15 757.481 (11.2)   |   Investor33 352.266 (4.93)   |   ISSI 143.81 (1.37)   |   JII 518.901 (6)   |   JII70 176.231 (2.14)   |   KOMPAS100 949.983 (11.82)   |   LQ45 737.154 (11.64)   |   MBX 1342.99 (13.6)   |   MNC36 264.429 (3.46)   |   PEFINDO25 260.033 (1.59)   |   SMInfra18 229.972 (3.87)   |   SRI-KEHATI 296.897 (4.52)   |  

Pabrik Baru Polyethylene di Cilegon Bisa Hemat Devisa Rp 8 Triliun

Jumat, 6 Desember 2019 | 00:00 WIB
Oleh : Siprianus Edi Hardum / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah semakin gencar mendorong tumbuhnya industri kimia di dalam negeri, karena produk yang dihasilkannya terserap banyak sektor lain di dalam negeri. Hal ini sesuai dengan implementasi peta jalan Making Indonesia 4.0, dengan memasukkan industri kimia menjadi salah satu sektor manufaktur yang mendapat prioritas pengembangan agar lebih berdaya saing global di tengah era industri 4.0.

“Industri kimia dikategorikan sebagai mother of industry, karena mampu menghasilkan produk yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku oleh banyak sektor manufaktur lainnya, seperti industri kemasan, tekstil, alat rumah tangga, hingga komponen otomotif dan elektronika,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita pada Peresmian Pabrik Baru Polyethylene PT Chandra Asri Petrochemical Tbk di Cilegon, Banten, Jumat (6/12/2019).

Pabrik baru senilai US$ 380 juta ini diresmikan langsung oleh Presiden Joko Widodo. Diharapkan, dengan beroperasinya pabrik tersebut dapat menekan impor yang membebani neraca perdagangan Indonesia. Produk polyethylene umumnya digunakan untuk bahan baku pendukung infrastruktur, pipa air, kabel listrik, kemasan makanan, peralatan rumah tangga dan lainya.

Oleh karena itu, Menperin menyampaikan apresiasi kepada PT. Chandra Asri Petrochemical Tbk yang telah menyelesaikan pembangunan pabrik baru polyethylene yang akan beroperasi komersial mulai bulan Desember ini dengan kapasitas sebesar 400.000 ton per tahun, sehingga akan menjadikan total kapasitas sebesar 736.000 ton per tahun.

“Dengan berdirinya pabrik baru polyethylene ini, kita patut berharap bahwa Indonesia akan mampu mensubstitusi impor produk polyethylene dengan volume sebanyak 400.000 ton per tahun. Hal ini juga akan berpotensi menghemat devisa hingga mencapai Rp8 triliun dan berpeluang menciptakan lapangan kerja baru di industri plastik hilir sebanyak 17.500-25.000 orang,” paparnya.

Agus menyebutkan, kebutuhan domestik saat ini terhadap polyethylene telah mencapai 1,6 juta ton per tahun. Sedangkan, Indonesia baru memiliki pabrik polyethylene eksisting dengan kapasitas total sebesar 780.000 ton per tahun.

“Jadi, beroperasinya pabrik ini, sesuai dengan arahan Bapak Presiden Joko Widodo untuk terus menggenjot investasi dan hilirisasi sektor industri. Upaya strategis ini juga diyakini meningkatkan perekonomian nasional secara fundamental, dengan penghematan devisa dari substitusi impor, dan akan pula dapat memperbaiki neraca perdagangan kita saat ini karena berorientasi ekspor,” tutur Agus.

Kontribusi Signifikan

Selama ini, industri kimia dinilai mampu memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perekonomian nasional. Hal ini tercermin dari nilai ekspor bahan kimia dan barang dari bahan kimia yang mencapai US$ 8,79 miliar pada tahun 2018, dengan total investasi di sektor industri bahan kimia dan barang dari bahan kimia sebesar Rp 26,2 triliun.

Dalam rangka meningkatkan daya saing industri nasional, Menperin mengemukakan, pemerintah telah melakukan upaya-upaya strategis, antara lain dengan melakukan pengendalian impor dan pengamanan pasar dalam negeri, serta optimalisasi pemanfaatan pasar dalam negeri dan pasar ekspor.

Selain itu, penerapan Program Peningkatan Produksi Dalam Negeri (P3DN), serta pemberian insentif fiskal seperti tax allowance dan tax holiday. “Terkait insentif fiskal, pemerintah juga telah menerbitkan PMK Nomor 128 Tahun 2019 yang memberikan peluang bagi industri untuk mendapat pengurangan pajak hingga 200%,” ujarnya.

Insentif tersebut akan diberikan kepada industri yang berupaya memberikan fasilitas penyelenggaraan kegiatan praktik kerja dalam rangka pengembangan sumber daya manusia berbasis kompetensi tertentu. Salah satu wujud nyata upaya ini adalah kegiatan vokasi industri.

Misalnya, upaya penyiapan sumber daya manusia yang kompeten di bidang petrokimia adalah melalui pembangunan Politeknik Industri Petrokimia di Banten yang berdiri di atas tanah seluas dua hektare yang telah dihibahkan oleh PT Chandra Asri Petrochemical.

Agus menambahkan, guna menarik investasi di Tanah Air, pemerintah terus berupaya menciptakan iklim usaha industri yang baik, menguntungkan, dan berkesinambungan melalui berbagai kebijakan. “Tahun ini, Jepang dan Korea telah menyampaikan komitmen yang kuat untuk menanamkan modalnya di sektor industri dengan nilai total mencapai US$ 5 miliar. Mudah-mudahan, dengan iklim usaha yang semakin nyaman, investasi dapat terus tumbuh dan kekuatan ekonomi kita menjadi semakin kokoh,” tandasnya.

Sementara itu, Presiden Direktur PT Chandra Asri Petrochemical Tbk, Erwin Ciputra mengaku, nantinya pabrik baru bisa menyerap hingga 25.000 pekerja lokal, termasuk tenaga kerja ahli seperti engineer. Pabrik baru tersebut akan memproduksi High Density Polyethylene (HDPE), Linear Low Density Polyethylene (LLDPE), dan Metallocene LLDPE (mLLDPE).

Menurut Erwin, pengerjaan konstruksi sudah 97 persen pada April 2019 dan akan memulai produksi komersial pada kuartal IV-2019. “Kebutuhan akan bahan baku polyethylene di Indonesia meningkat pesat seiring laju pertumbuhan ekonomi nasional,” ungkapnya.

Erwin menambahkan, alasan perusahaan untuk fokus pada peningkatan kapasitas karena dalam rangka memenuhi permintaan domestik. “Pabrik baru ini juga telah mendapatkan kebijakan tax holiday dari pemerintah, kebijakan yang telah menciptakan iklim investasi yang baik,” imbuhnya.

Selain peningkatan kapasitas pabrik baru PE, Chandra Asri juga fokus mengembangkan kompleks petrokimia kedua dengan investasi sekitar Rp 60-80 triliun. Pembangunan ini diharapkan selesai pada tahun 2024.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

BPJamsostek Edukasi Masyarakat Melalui Lomba Foto Jurnalistik

BPJamsostek selenggarakan lomba foto.

EKONOMI | 6 Desember 2019

Pengusaha Keberatan 20% Pusat Belanja untuk UMKM

Pengusaha Mal Keberatan 20% dari Mal untuk UMKM.

EKONOMI | 6 Desember 2019

Presiden Sebut Pencopotan Dirut Garuda Peringatan Bagi Semua

Keputusan Menteri BUMN sangat tegas dan menjadi peringatan bagi semua pihak agar jangan melakukan penyelewengan.

EKONOMI | 6 Desember 2019

Besok, Erick Thohir dan Komisaris Garuda Rapat Kejar Oknum Lain

Erick Thohir mengatakan rapat dengan komisaris tersebut dilakukan mengingat Garuda merupakan perusahaan terbuka.

EKONOMI | 6 Desember 2019

Jokowi Resmikan Pengoperasian Jalan Tol Kunciran-Serpong

Peresmian dilangsungkan di gerbang tol Parigi, Kota Tangerang Selatan.

EKONOMI | 6 Desember 2019

Hingga Akhir November, Progres Tol Layang Jakarta-Cikampek 99,8%

Japek II Elevated mampu mendorong pertumbuhan industri baru terutama di kawasan Jababeka.

EKONOMI | 6 Desember 2019

2020, Layanan First Media Diperluas Ke 7 Kota Baru

Saat ini layanan First Media sudah menjangkau sekitar 2,46 juta home passed

EKONOMI | 6 Desember 2019

Menguat 30,5 Poin, Rupiah Ditutup di Rp 14.037,5

Rupiah berada di level Rp 14.037,5 per dolar AS atau terapresiasi 30,5 poin (0,22 persen).

EKONOMI | 6 Desember 2019

Jelang Natal, Maskapai Diimbau Berikan Tarif Terjangkau

Ditjen Hubud akan melakukan pengawasan terkait dengan tarif tiket pesawat.

EKONOMI | 6 Desember 2019

Asing Borong Saham, IHSG Menguat ke 6.187

Investor asing mencatat aksi beli sebesar Rp 773,4 miliar, dengan rincian beli Rp 2,6 triliun dan jual Rp 1,9 triliun.

EKONOMI | 6 Desember 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS