Menkop dan UKM Minta Daerah Fokus Kembangkan Produk Unggulan
INDEX

BISNIS-27 434.176 (-8.43)   |   COMPOSITE 4917.96 (-81.02)   |   DBX 928.196 (-9.91)   |   I-GRADE 130.286 (-2.88)   |   IDX30 412.166 (-8.56)   |   IDX80 107.727 (-2.28)   |   IDXBUMN20 269.265 (-6.58)   |   IDXG30 115.773 (-2.67)   |   IDXHIDIV20 368.481 (-7.42)   |   IDXQ30 120.761 (-2.52)   |   IDXSMC-COM 210.292 (-3.01)   |   IDXSMC-LIQ 235.988 (-5.76)   |   IDXV30 101.893 (-1.76)   |   INFOBANK15 773.605 (-14.18)   |   Investor33 359.92 (-6.9)   |   ISSI 144.524 (-2.74)   |   JII 524.265 (-11.81)   |   JII70 177.451 (-4.02)   |   KOMPAS100 962.885 (-19.81)   |   LQ45 754.177 (-15.18)   |   MBX 1360.94 (-23.58)   |   MNC36 269.191 (-5.19)   |   PEFINDO25 256.961 (-3.67)   |   SMInfra18 232.003 (-3.66)   |   SRI-KEHATI 302.863 (-5.68)   |  

Menkop dan UKM Minta Daerah Fokus Kembangkan Produk Unggulan

Sabtu, 7 Desember 2019 | 00:00 WIB
Oleh : Siprianus Edi Hardum / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menegaskan, setiap daerah harus fokus dalam mengembangkan produk unggulan daerahnya masing-masing.

"Produk unggulan itu artinya sudah memiliki demand, berbahan baku lokal, dan memiliki kekhasan khusus sebagai faktor pembeda dengan produk daerah lain. Terlebih lagi, kita kaya akan komoditi bernilai tinggi di berbagai daerah,” ucap Teten pada acara Smesco Jambi Tuntas Festival 2019 di Gedung Smesco Jakarta, Sabtu (7/12/2019).

Teten mengatakan, Jambi harus mulai mengembangkan produk unggulan di luar yang sudah ada seperti kelapa sawit, batubara, dan karet. "Komoditas seperti itu sangat rentan bila terjadi perubahan iklim ekonomi global seperti yang terjadi saat ini. Saya usulkan, Jambi jangan hanya mengandalkan itu, tapi harus memperkuat produk-produk unggulan lain dari koperasi dan UMKM,” tukas Teten.

Teten menyebut produk kopi asal Jambi bertajuk “Kopi Kerinci” yang sudah mulai dikenal pasar, baik dalam maupun luar negeri. "Kopi bisa menjadi salah satu produk unggulan dari Jambi. Ini bisa digarap serius untuk pasar domestik hingga masuk ke global value chain. Harus kita garap dari sektor hulu hingga hilir, jangan sekadar menjual bahan baku. Saya yakin, masih ada produk unggulan asal Jambi yang bisa dikembangkan agar mendunia,” tandas Teten.

Oleh karena itu, Teten berharap, Pemprov Jambi mulai fokus pada produk unggulan apa yang akan dikembangkan dan diperkuat. "Wisata alam di Jambi, juga bisa menjadi salah satu produk unggulan yang bisa dikembangkan. Wisata alam yang ada di Jambi harus dikelola dengan baik agar bisa mendatangkan wisatawan,” ujar Teten.

Terlebih lagi, Teten merujuk kajian yang menyebutkan bahwa fenomena generasi milenial saat ini yang amat suka travelling atau berwisata. "Ini bisa dijadikan potensi pasar bagi daerah, karena destinasi wisata pasti akan diikuti sektor lain yaitu kuliner dan cinderamata yang notabene dihasilkan UMKM,” kata Teten.

Bagi Teten, destinasi wisata bisa menjadi windows produk unggulan daerah. "Ini potensi bagi daerah untuk membuat produk daerah berbeda dengan daerah lain. Kalau mau bersaing, ya harus membuat produk yang berbeda,” tegas Menkop seraya menyebutkan bahwa mindset aparat pemerintah juga harus berubah, dimana pemerintah bukan mempersulit lewat regulasi dan birokrasi tapi mempermudah layanan hingga fasilitasi bagi pelaku UMKM.

Untuk itu, Teten mengapresiasi gelaran festival produk unggulan daerah seperti ini. "Namun, harus dirancang dan dikonsep dengan baik dan benar. Tujuannya, agar gelaran promosi ini memiliki target dan tujuan pasar yang jelas. Event ini harus bisa mengangkat produk unggulan daerah agar dapat bersaing dengan produk asing,” kata Teten.

Ajang Promosi

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Daerah Provinsi Jambi, M Dianto mengatakan, Smesco Jambi Tuntas Festival merupakan event penting yang digagas dalam rangka untuk mempromosikan produk unggulan pelaku koperasi dan UMKM asal Provinsi Jambi, sehingga diharapkan semakin dikenal oleh masyatakat Tanah Air, maupun internasional.

“Kami menyadari kegiatan ini memiliki arti dan makna penting dalam konteks pemberdayaan masyarakat Provinsi Jambi khususnya para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah yang selama ini banyak mengalami kendala dalam mengembangkan serta memasarkan produk usahanya,” kata Dianto, saat membacakan sambutan Gubernur Jambi, Fachrori Umar yang berhalangan hadir.

“Dengan harapan, jika usahanya telah berkembang hal tersebut akan memberikan kontribusi yang nyata dalam meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat Provinsi Jambi,” sambung Dianto.

Dianto menambahkan, dari sisi lain peluang berwirausaha, sangat terbuka. Khususnya, untuk berwiraswasta dalam memasarkan produk atau komoditi yang berbasis industri pengolahan hasil pertanian. "Mengingat hingga saat ini, produk domestik regional bruto Jambi hampir 30% berasal dari sektor pertanian,” aku Dianto.

Dianto mengakui, jika kondisi perekonomian Provinsi Jambi masih bergantung pada komoditi utama yaitu karet, kelapa sawit, dan batubara.

Sedangkan harga dari tiga komoditi itu ditentukan oleh kondisi pasar internasional sehingga pemerintah sangat sulit melakukan intervensi. "Salah satu upaya yang harus dilakukan pemerintah dan swasta, yaitu melakukan transformasi ekonomi dengan melakukan hilirisasi industri produk pertanian. Jika selama ini kami hanya menjual barang mentah atau setengah jadi, maka secara bertahap kita harus menghasilkan barang jadi,” ungkap Dianto.

Berdasarkan fakta tersebut, lanjut Dianto, pemerintah pusat dan daerah berupaya meningkatkan dan menumbuhkan iklim usaha yang kondusif serta memberikan pelatihan keterampilan bagi masyarakat, menciptakan peluang usaha.

"Dengan demikian, banyak angkatan kerja yang tertampung yang pada akhirnya kebijakan tersebut dapat mengurangi angka pengangguran, dan kemiskinan dan juga dapat ditingkatkan pendapatan masyarakat,”pungkas Dianto.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Menteri BUMN Erick Thohir Perlu Lakukan Perombakan di Garuda

Kenaikan tiket pesawat berdampak buruk terhadap perekonomaian. Sektor pariwisata adalah bagian yang paling berdampak dari mahalnya harga tiket.

EKONOMI | 7 Desember 2019

Satoria Tower Targetkan Serah Terima Unit Agustus 2020

Satoria Group menargetkan seluruh unit akan habis terjual (sold out) saat serah terima (hand over) unit pada Agustus 2020.

EKONOMI | 7 Desember 2019

Daewoong Infion, Pusat Bisnis Biofarmasi Daewoong di Indonesia

Pendirian pabrik biofarmasi pertama Daewoong di Indonesia memungkinkan Daewoong Pharmaceutical berkontribusi di Tanah Air.

EKONOMI | 7 Desember 2019

Market Belum Pulih, Ini Rekomendasi Reksa Dana di 2020

Reksa dana pendapatan tetap dan pasar uang bisa menjadi pilihan investasi.

EKONOMI | 7 Desember 2019

Forum Bisnis Sichuan Tarik Minat Investor Tiongkok ke Indonesia

Berinvestasi di Indonesia saat ini sudah jauh berbeda dibandingkan dengan saat awal mula Changhong memasuki pasar Indonesia.

EKONOMI | 7 Desember 2019

Travel Insight KAI Expo Dorong Industri Pariwisata

Acara ini menargetkan sekitar 10.000 pengunjung dengan target transaksi Rp 10 miliar.

EKONOMI | 7 Desember 2019

Karyawan Garuda Dukung Langkah Menteri BUMN

Karyawan, pilot dan awak kabin menyatakan menghormati langkah yang dilakukan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir.

EKONOMI | 7 Desember 2019

Erick Pecat Semua Direktur Garuda yang Terlibat Penyelundupan

Erick Thohir memutuskan untuk memberhentikan sementara direksi Garuda yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung dalam penyelundupan Harley Davidson.

EKONOMI | 7 Desember 2019

Telkomsel Buka NextDev Hub untuk Startup di 2020

Rencananya, NextDev Hub berlokasi di kawasan BSD City, Tangerang.

EKONOMI | 7 Desember 2019

Inovasi JICT Diganjar Penghargaan Indonesia Inspire Award 2019

JICT beberapa kali meraih penghargaan sebagai pelabuhan petikemas terbaik Asia.

EKONOMI | 7 Desember 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS