Pengelolaan Migas Harus Untungkan Masyarakat Daerah
INDEX

BISNIS-27 447.922 (0.22)   |   COMPOSITE 5096.45 (-4.63)   |   DBX 966.383 (0.26)   |   I-GRADE 139.404 (0.54)   |   IDX30 427.333 (0.82)   |   IDX80 113.424 (-0.07)   |   IDXBUMN20 292.954 (-1.76)   |   IDXG30 119.109 (0.49)   |   IDXHIDIV20 379.033 (0.39)   |   IDXQ30 124.381 (0.25)   |   IDXSMC-COM 220.154 (-1.19)   |   IDXSMC-LIQ 258.539 (-0.54)   |   IDXV30 108.161 (-0.91)   |   INFOBANK15 830.634 (2.07)   |   Investor33 372.738 (0.67)   |   ISSI 150.924 (0.03)   |   JII 548.46 (1.53)   |   JII70 187.38 (0.16)   |   KOMPAS100 1019.47 (0.03)   |   LQ45 787.196 (1.37)   |   MBX 1409.36 (-1.53)   |   MNC36 279.413 (0.25)   |   PEFINDO25 280.307 (-3.18)   |   SMInfra18 241.86 (0.29)   |   SRI-KEHATI 315.824 (0.31)   |  

Pengelolaan Migas Harus Untungkan Masyarakat Daerah

Kamis, 9 Januari 2020 | 11:21 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Pengelolaan minyak dan gas bumi (migas) ke depan harus dinikmati masyarakat daerah. Agar hal seperti itu terlaksana, maka pemerintah pusat dan daerah harus membuat political will.

Political will berupa kebijakan membuat undang-undang sebagai payung hukum untuk memberikan pengukuhan kepada daerah agar mereka memiliki hak dan kewenangan untuk mengelola migas tanpa harus dinikmati atau dipotong oleh siapa pun.

Demikian disampaikan Jauchar Barlian dalam disertasinya yang dipresentasikan secara terbuka kepada para penguji di Kampus Universitas Indonesia (UI), Depok, Jawa Barat, Rabu (8/1/2020). Disertasi Jauchar Barlian yang memperoleh nilai “Memuaskan” ini berjudul “Politik Energi di Era Desentralisasi Studi Kasus di Pengelolaan Migasi Blok Rapak di Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2003-2014”.

Jauchar mengatakan, pengelolaan Migas pasca reformasi justru menguatkan peran perusahaan multinasional atau asing. Sedangkan peran negara atau pemerintah daerah (Pemda) setempat dalam pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya migas justru melemah.

Ia mengatakan, dalam hasil penelitiannya dan berdasarkan amanat Undang-undang bahwa participating interest (PI) 10% pengelolaan Migas menjadi hak masyarakat hingga saat ini masih belum terlaksana.

“Dalam penelitian saya bahwa pengelolaan Migas PI 10% memberikan kemakmuran pada daerah justru tidak dinikmati masyarakat daerah. Pasalnya, PI 10% ini justru untuk kelompok elit atau kelompok tertentu. Karena itulah masyarakat daerah tidak mendapatkan apa-apa,” kata Jauchar.

Sementara itu, ekonom senior yang ikut hadir dalam promosi doktor Jauchar Barlian, Rizal Ramli menuturkan, disertasi yang ditulis oleh Jauchar menarik dan banyak manfaatnya bagi Indonesia yang kaya akan Migas. Ramli menuturkan, apabila daerah yang memiliki ladang Migas betul-betul dialokasikan 10% dari pengelolaan, maka daerah tersebut akan makmur dan kaya raya.

Ramli menyebutkan, dia merupakan tokoh yang berjuang untuk hal tersebut sehingga munculnya ketentuan dalam undang-undang bahwa harus ada alokasi khusus untuk daerah-daerah penghasil Migas.

“Kebetulan waktu itu Pak Habibie yang melakukan sistem desentralisasi, tetapi saya adalah orang yang membuat UU alokasi khusus supaya daerah-daerah penghasil Migas dapat presentase dari hasil ekspor dan terlihat hasilnya yakni Provinsi Riau maju” ucap dia.

Sayangnya, yang terjadi saat ini, menurut Ramli, banyak daerah penghasil Migas tetapi kurang canggih sehingga kesempatan untuk memiliki saham 10% tersebut malah kebanyakan diserahkan oleh pemerintah daerah (pemda) kepada pengusaha nasional, sehingga masyarakat tidak mendapat apa-apa. “Nah disertasi Jauchar menjelaskan ini bagaiamana peta politik di daerah bagiamana tidak ada transparansinya,”ujar dia.

Ramli juga menuturkan, ketika daerah tidak memiliki dana untuk membeli saham 10% dari pengelolaan Migas ini, maka daerah seharusnya mengunakan skema menyicil saham 10% ini dari deviden masa yang akan datang.

“Setiap tahun ada deviden, dan deviden bisa dipakai nyicil sehingga daerah bisa tetap punya 10% atau kalau bila perlu pinjam secara komersil. Menurut saya dengan cara ini rakyat di daerah benar-benar makmur,”ujarnya.

Ramli juga menyampaikan rasa bangga kepada keberhasilan Jauchar meraih gelar doktor dari UI. Pasalnya, Jauchar berasal dari keluarga yang sederhana. Anak dari seorang petani dan pedagang kecil.

“Jauchar ini seorang dosen di Universitas Mulawarman. Dia satang dari keluarga sederhana banget. Bapak petani dan ibunya pedagang kecil. Dia menjadi anak daerah yang sekolah dan lulus dari UI. Saya bangga bisa ikut bimbing Jauchar,” ujarnya.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Jokowi Minta Dubes Jadi Duta Investasi

Jokowi meminta para dubes juga fokus pada diplomasi ekonomi, khususnya dalam membantu pemerintah untuk mengurangi impor.

EKONOMI | 9 Januari 2020

Emas Antam Dibanderol ke Rp 782.000 Per Gram

Pukul 10.20 WIB siang ini, harga emas Antam di butik Pulogadung Jakarta, Rp 782.000 per gram.

EKONOMI | 9 Januari 2020

Pertamina EP Raih Penghargaan 4 Proper Emas 2019

Mempertahankan itu lebih sulit dari mendapatkan.

EKONOMI | 9 Januari 2020

Awal Sesi, Rupiah Menguat Sejalan Mata Uang Asia

Transaksi rupiah pagi ini diperdagangkan dalam kisaran Rp 13.851 - Rp 13.867 per dolar AS.

EKONOMI | 9 Januari 2020

Harga Minyak Jatuh Setelah Trump Remehkan Serangan Iran

Brent untuk pengiriman Maret turun US$ 2,83 menjadi US$ 65,44 per barel.

EKONOMI | 9 Januari 2020

Sentimen Positif Bursa AS Berimbas ke IHSG di Awal Perdagangan

Pukul 09.10 WIB, IHSG naik 32 poin (0,52 persen) menjadi 6.258.

EKONOMI | 9 Januari 2020

IHSG Berpeluang Naik, Ini Rekomendasi Sahamnya

Saham AS berhasil ditutup menguat pada Rabu setelah Presiden Donald Trump menyatakan bahwa serangan Iran tidak menimbulkan korban.

EKONOMI | 9 Januari 2020

Keempat Kalinya, PHE Jambi Merang Raih Proper Emas

Proper membuktikan kinerja PHE menerapkan aspek green industry yang taat pada peraturan dan lingkungan.

EKONOMI | 9 Januari 2020

Kemlu Fokus ke Penguatan Diplomasi Ekonomi

Kemlu juga siap mengawal investasi Indonesia di luar negeri yang sekarang mencapai US$ 14,3 miliar.

EKONOMI | 8 Januari 2020

Korni Dukung Tekad Pemerintah Turunkan Harga Gas Industri

Korni sambut baik pemerintah turunkan harga gas industri.

EKONOMI | 8 Januari 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS