Dubes Berperan Genjot Ekspor Produk Industri
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Dubes Berperan Genjot Ekspor Produk Industri

Jumat, 10 Januari 2020 | 00:00 WIB
Oleh : Siprianus Edi Hardum / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menilai para duta besar sebagai Kepala Perwakilan Republik Indonesia memiliki peranan strategis dalam upaya mempromosikan produk industri dalam negeri. Hal ini diharapkan dapat memperluas pasar ekspor, terutama ke negara-negara nontradisional.

Apalagi pemerintah sedang fokus menggenjot nilai ekspor guna menekan defisit neraca perdagangan. Oleh sebab itu, berbagai kebijakan strategis dijalankan,” katanya ketika menjadi narasumber diskusi panel pada rangkaian acara Rapat Kerja Kepala Perwakilan RI - Kementerian Luar Negeri RI Tahun 2020 di Jakarta, Jumat (10/1/2020).

Agus menyebutkan, lima negara tujuan ekspor terbesar sektor industri pada Januari-November 2019, yaitu Amerika Serikat yang mencapai US$ 15,62 miliar, diikuti Tiongkok US$ 15,50 miliar, Jepang US$ 10,13 miliar, Singapura US$ 8,16 miliar, dan India US$ 5,88 miliar.

“Sepanjang Januari-November 2019, sektor industri memberikan kontribusi terhadap total nilai ekspor nasional hingga 75,57% atau senilai US$ 153,11 miliar. Dari hasil capaian itu, maka pemerintah memberikan perhatian khusus kepada peningkatan daya saing industri manufaktur,” paparnya.

Adapun pada periode tersebut, tiga sektor industri yang mencatatkan nilai ekspornya paling besar, yakni industri makanan dan minuman yang menembus US$ 24,30 miliar, industri logam dasar US$ 15,99 miliar, serta industri tekstil dan pakaian jadi US$ 11,83 miliar.

Agus menambahkan, pemerintah telah menjalankan berbagai langkah strategis dalam upaya memacu nilai ekspor khususnya di sektor industri. Jurus jitunya itu meliputi penguatan sektor industri melalui program pembinaan agar lebih berdaya saing dan menyiapkan produk-produk unggulan.

“Kemudian, perlu dilakukan penurunan tarif melalui pemanfataan free trade agreement, serta juga dibutuhkan promosi di tingkat internasional dan dukungan fasilitas pembiayaan ekspor,” sebutnya.

Agus mencontohkan, salah satu fasilitas yang diberikan untuk mengerek ekspor produk industri, yaitu melalui Penugasan Khusus Ekspor (PKE).

PKE adalah penugasan yang diberikan pemerintah kepada Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) untuk menyediakan pembiayaan ekspor atas transaksi atau proyek yang secara komersial sulit dilaksanakan, tetapi dianggap perlu oleh pemerintah untuk menunjang kebijakan atau program ekspor dalam bentuk program National Interest Account (NIA).

“Program PKE tersebut dalam rangka memperluas pasar ekspor industri, terutama ke pasar-pasar nontradisional. Misalnya, PKE gerbong penumpang dan gerbong barang kereta api PT INKA ke Bangladesh. Selain itu ada PKE pesawat PT Dirgantara Indonesia serta PKE ke kawasan Afrika, Asia Selatan, dan Timur Tengah,” imbuhnya.

Bahkan, guna memperluas pasar dan meningkatkan nilai ekspor produksi industri manufaktur nasional, Kemenperin sedang mengusulkan untuk menambah tiga Atase Perindustrian di Beijing - Tiongkok, Seoul - Korea Selatan, dan Abu Dhabi - Uni Emirat Arab.

Hingga saat ini, Kemperin telah memiliki tiga Atase Perindustrian di luar negeri, yakni di Tokyo - Jepang, Brussel - Belgia, dan Taipei - Taiwan. Tugas mereka di antaranya terkait dengan market dan industrial intelligent, promosi kawasan industri dan investasi, serta pemasaran produk industri.

Agus berharap kepada para duta besar RI agar turut aktif berpartisipasi mengkampanyekan mengenai keikutsertaan Indonesia sebagai Official Partner Country pada ajang Hannover Messe 2020.

Selanjutnya, duta besar RI juga diharapkan dapat mendorong kehadiran pelaku industri yang potensial di negara masing-masing untuk turut hadir di Hannover Messe 2020 dan menjajaki peluang kolaborasi dengan partisipan eksibisi di Paviliun Indonesia.

“Ajang ini penting untuk Indonesia tidak hanya karena sebagai negara pertama di ASEAN yang menjadi Official Partner Country, tetapi juga mendukung upaya national branding atas posisi Indonesia sebagai salah satu kekuatan baru ekonomi dunia dan pemain manufaktur global,” tandasnya.

Agus mengatakan, kesempatan tersebut akan dimanfaatkan untuk memperkenalkan kesiapan industri Indonesia di era industri 4.0, mempromosikan kerja sama investasi dan ekspor sektor industri, serta memperkuat kerja sama bilateral dengan Jerman maupun dengan negara-negara lain yang berorientasi pada inovasi teknologi.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Di Rakernas PDIP, Jokowi Gelorakan Industri Pengolahan dalam Negeri

Ddaripada menjadi bulan-bulanan Eropa, lebih baik CPO diolah dan dimanfaatkan di dalam negeri.

EKONOMI | 10 Januari 2020

BEI Sinyalir Ada 41 Saham Gorengan di Bursa

Market saham-saham yang disebut saham gorengan beda dengan investor asing yang saham-saham besar.

EKONOMI | 10 Januari 2020

Rupiah Ditutup Menguat 82 Poin Sejalan Mata Uang Asia

Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 13.745 Rp 13.854 per dolar AS.

EKONOMI | 10 Januari 2020

IPCM Dipercaya Layani Pemanduan Kapal di Patimban

Pelabuhan Patimban dipersiapkan sebagai pintu gerbang ekspor otomotif Indonesia.

EKONOMI | 10 Januari 2020

BI: Dampak Konflik AS-Iran terhadap Ekonomi RI Terbatas

Hingga Jumat (10/1/2020), rupiah menguat 0,3 persen menjadi Rp 13.813 per dolar AS dari Rp13.854 per dolar AS.

EKONOMI | 10 Januari 2020

Akhir Pekan, IHSG Ditutup Naik ke 6.274

Sebanyak 197 saham menguat, 188 saham melemah, dan 157 saham stagnan.

EKONOMI | 10 Januari 2020

Harga Minyak Turun, Bursa Asia dan Eropa Kompak Menguat

Euro Stoxx 50 naik 0,03 persen ke 3.797,18, FTSE naik 0,15 persen ke 7.609,24.

EKONOMI | 10 Januari 2020

Terima Bos Softbank, Jokowi Singgung Ibu Kota Baru

Softbank menyampaikan ketertarikannya atas potensi kerja sama yang bisa dilakukan.

EKONOMI | 10 Januari 2020

IDFC Tawarkan Investasi Puluhan Miliar Dolar AS ke RI

IDFC dapat memberikan dukungan investasi kepada Indonesia di berbagai sektor seperti infrastruktur.

EKONOMI | 10 Januari 2020

Erick Ingatkan Manipulasi Laporan Keuangan BUMN Tindak Kriminal

Mekanisme penerbitan utang baru tersebut tidak menggunakan bank, namun melalui penerbitan surat utang karena lebih mudah.

EKONOMI | 10 Januari 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS