Kemkop dan UKM Prioritaskan Pelatihan bagi Perajin Cangkul
INDEX

BISNIS-27 511.575 (-1.4)   |   COMPOSITE 5759.92 (23.42)   |   DBX 1054.23 (9.81)   |   I-GRADE 169.662 (-0.8)   |   IDX30 501.412 (-1.48)   |   IDX80 131.739 (0.17)   |   IDXBUMN20 371.622 (2.16)   |   IDXG30 135.832 (0.63)   |   IDXHIDIV20 450.213 (0.05)   |   IDXQ30 146.619 (-0.52)   |   IDXSMC-COM 244.641 (3.77)   |   IDXSMC-LIQ 299.216 (4.65)   |   IDXV30 126.958 (1.03)   |   INFOBANK15 989.895 (-6.43)   |   Investor33 430.473 (-1.37)   |   ISSI 168.725 (1.07)   |   JII 619.114 (0.96)   |   JII70 212.184 (1.01)   |   KOMPAS100 1175.82 (1.47)   |   LQ45 920.779 (-0.67)   |   MBX 1601.16 (5.3)   |   MNC36 321.923 (-0.8)   |   PEFINDO25 313.689 (3.18)   |   SMInfra18 292.004 (3.49)   |   SRI-KEHATI 368.014 (-1.81)   |  

Kemkop dan UKM Prioritaskan Pelatihan bagi Perajin Cangkul

Minggu, 1 Maret 2020 | 19:55 WIB
Oleh : Siprianus Edi Hardum / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Beberapa waktu lalu, Presiden RI Joko Widodo mengungkapkan rasa kecewanya atas hadirnya cangkul impor di pasaran lokal. Karena itu, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dengan sigap memerintahkan jajaranya untuk segera menindaklanjutinya, melalui koordinasi dan komunikasi dengan kementerian/lembaga terkait.

Bersama Badan Litbang Logam Kementerian Perindustrian, PT Krakatau Steel, Sekretariat Kabinet (Setkab), Bank BRI, dan Sarinah, Kemkop dan UKM pun berkolaborasi melakukan pelatihan kewirausahaan untuk peningkatan kualitas SDM perajin cangkul dan kualitas produknya.

Deputi Bidang Pengembangan SDM Kementerian Koperasi dan UKM, Arif Rahman Hakim, menegaskan bahwa pihaknya akan terus memprioritaskan pelatihan bagi perajin cangkul untuk memenuhi kebutuhan cangkul dalam negeri sebagai produk subsitusi impor.

"Saya yakin, di negeri ini banyak industri skala kecil yang memproduksi cangkul yang mungkin luput dari sentuhan pemerintah. Ini menjadi prioritas kami agar mereka bisa memenuhi kebutuhan cangkul dalam negeri dengan kualitas produk yang baik,” ungkap Arif, pada acara penutupan pelatihan peningkatan kualitas SDM perajin cangkul di Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (28/2/2020) sebagaimana dalam siaran persnya.

Berdasarkan data yang ada, sejak 2017, jumlah industri kecil dan menengah (IKM)/usaha kecil dan menengah (UKM) perkakas pertanian berjumlah 12.609 unit usaha. Dari jumlah itu, jumlah IKM/UKM produsen cangkul sebanyak 3.000 unit usaha yang tersebar di Tanah Air.

Adapun sentra utama IKM/UKM produsen cangkul berada di empat provinsi yakni Jawa Barat tepatnya Sentra Pasir Jambu Soreang dan Sukabumi, Jawa Tengah di Sentra Klaten dan Tegal, Jawa Timur di Sentra Tulungagung dan Kota Pasuruan, serta Banten di Sentra Baros.

"Kami akan berkoordinasi dengan Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kemenkop dan UKM untuk segera melakukan kurasi terhadap perajin yang layak untuk dilatih agar tepat sasaran,” ujar Arif.

Arif menambahkan, salah satu tujuan pelatihan ini adalah untuk mempelajari teknik produksi cangkul secara massal dengan menggunakan mesin produksi. Sehingga, kapasitas produksi cangkul dapat ditingkatkan 10 kali lipat dibandingkan dengan cara pembuatan cangkul konvensional.

“Kelompok perajin cangkul konvensional didorong untuk bekerja kolektif melalui koperasi. Dengan cara berkoperasi mereka akan dapat membeli mesin produksi cangkul yang akan digunakan secara bersama atau factory sharing,” jelas Arif.

Bagi Kemkop dan UKM, ini merupakan pilot project kedua setelah Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. "Dengan begitu, ketersediaan cangkul dalam negeri oleh anak negeri harus bisa diwujudkan,” tegas Arif.

Menurut Arif, kolaborasi dan sinergi seperti ini sebagai contoh yang bagus ditunjukan kepada masyarakat luas, bahwa pemerintah hadir pada setiap permasalahan masyarakat. "Tugas kita semua adalah mengkampanyekan untuk mencintai negeri ini dengan sepenuh hati, dibuktikan dengan cinta produk dalam negeri,” kata Arif.

Sementara itu, Asisten Deputi (Asdep) Pengembangan Kewirausahaan, Nasrun S, menjelaskan, materi pelatihan yang disampaikan fasilitator/instruktur meliputi motivasi kewirausahaan, kelembagaan usaha, bisnis plan, desain dan kualitas produksi, brand (merek), pemasaran, serta mengelola keuangan.

Nasrun berharap, dengan pelatihan kolaboratif ini dalam waktu dekat sudah kelihatan hasilnya. Karena masyarakat luas sudah lama mengenal cangkul buatan Sukabumi, dan orang juga mengetahui bahwa di kabupaten ini ada banyak produsen cangkul.

Namun, kata Nasrun, bisnis cangkul Sukabumi dalam beberapa dekade terakhir ini mulai terdesak adanya serbuan cangkul impor. Perlu dipelihara semua lintas pelaku yakni komitmen para pihak seperti bahan baku dari Krakatau Steel, kualitas produk dan pendampingan dari perindustrian, untuk permodalan dapat dilakukan melalui Lembaga Penyalur Dana Bergulir (LPDB) Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (KUMKM), apabila pengrajin sudah berkoperasi,” kata Nasrun.

Dalam kesempatan itu, salah seorang perajin bernama Muhammad Suhendar mengatakan, apabila ketersediaan bahan baku tersedia dengan harga terjangkau, dan bantuan teknologi peralatan dari pemerintah, dirinya yakin mampu bersaing dengan produk luar. "Dan kita tidak perlu lagi impor cangkul dari negara lain,” pungkas Suhendar.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Peringati HUT ke-42, Jasa Marga Tanam 42.000 Pohon di Indonesia

HUT ke-42 Jasa Marga Canang tanam pohon.

EKONOMI | 1 Maret 2020

Jayaboard Kembali Raih Dua Penghargaan di Top Brand Award 2020

Jayaboard sudah 10 kali secara beruntun meraih penghargaan di Top Brand Award.

EKONOMI | 1 Maret 2020

60 Persen Unit Apartemen Anwa Residence Terjual

Anwa residence haya berjarak sekitar 300 meter dari stasiun kereta Jurang Mangu dan 700 meter dari akses Tol Jakarta-Serpong.

EKONOMI | 1 Maret 2020

Pelindo III Operasikan Terminal Semen Indonesia Group

PT Pelindo III mulai melayani jasa sandar dan bongkar kapal tongkang batu bara dalam negeri dengan menggandeng Semen Indonesia.

EKONOMI | 1 Maret 2020

Grup Garuda Mulai Terapkan Potongan Harga Tiket

Sekitar 65.000 kursi perbulan yang dialokasikan untuk diberikan potongan harga telah disiapkan.

EKONOMI | 1 Maret 2020

Pertama di Indonesia, PLTS Terapung Bifacial Hadir di Danau UI

PLTS terapung bifacial untuk mendukung energi terbarukan dan penyediaan energi bersih dan terjangkau.

EKONOMI | 1 Maret 2020

Kapitalisasi Bursa Susut Hampir Rp 500 T dalam 7 Hari, Investor Diimbau Tenang

Investor jangka panjang disarankan tenang dan mulai pantau saham-saham LQ45 yang telah turun dalam sejak awal tahun.

EKONOMI | 1 Maret 2020

Ini Protokol BEI Hadapi Rontoknya IHSG

Jika IHSG turun sebanyak 7,5 persen dalam satu sesi perdagangan, BEI akan mengambil langkah berupa aktivasi manajemen protokol krisis.

EKONOMI | 1 Maret 2020

TunaiKita Dukung FinEast 2020 di Kupang

Fineast 2020 ini juga sebagai upaya TunaiKita memajukan wilayah Indonesia timur yang selama ini memang jarang digelar pameran Fintech seperti ini.

EKONOMI | 29 Februari 2020

Masyarakat Diajak Penuhi Kebutuhan dari Produk Desa

Hindari produk impor, gunakan produk desa.

EKONOMI | 29 Februari 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS