Produktivitas Tenaga Kerja Indonesia Rendah, Investor Lebih Melirik Vietnam
INDEX

BISNIS-27 441.115 (-6.71)   |   COMPOSITE 4999.36 (-65.27)   |   DBX 926.724 (-1.92)   |   I-GRADE 133.264 (-2.43)   |   IDX30 420.076 (-6.65)   |   IDX80 109.661 (-1.57)   |   IDXBUMN20 278.261 (-5.6)   |   IDXG30 116.81 (-1.43)   |   IDXHIDIV20 376.476 (-5.76)   |   IDXQ30 123.185 (-2.27)   |   IDXSMC-COM 212.981 (-1.87)   |   IDXSMC-LIQ 238.919 (-2.11)   |   IDXV30 103.357 (-0.89)   |   INFOBANK15 795.289 (-18.41)   |   Investor33 366.258 (-6.17)   |   ISSI 146.103 (-1.34)   |   JII 529.041 (-5.13)   |   JII70 179.515 (-1.95)   |   KOMPAS100 981.638 (-15.57)   |   LQ45 767.973 (-11.6)   |   MBX 1387.12 (-20.31)   |   MNC36 275.074 (-4.8)   |   PEFINDO25 260.463 (-1.57)   |   SMInfra18 237.109 (-3.79)   |   SRI-KEHATI 309.505 (-5.9)   |  

Produktivitas Tenaga Kerja Indonesia Rendah, Investor Lebih Melirik Vietnam

Jumat, 1 Mei 2020 | 14:34 WIB
Oleh : Herman / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet menilai pandemi Covid-19 bisa dijadikan momentum bagi buruh, pelaku usaha, dan pemerintah untuk melakukan konsolidasi terkait kebijakan tenaga kerja.

Ditundanya pembahasan omnibus law RUU Cipta Kerja menurutnya juga perlu dilihat sebagi tinjauan ulang bagi pemerintah terhadap pasal-pasal bermasalah dan cenderung merugikan buruh.

Di sisi lain, masalah produktivitas juga harus menjadi masukan kepada buruh.

“Menurut ukuran Asia Productivity Organizatiin (APO), indeks produktivitas tenaga kerja asal Indonesia berdasarkan jumlah jam kerja pada 2017 sebesar 1,30. Angka ini masih di bawah Thailand dan Vietnam yang masing-masing sebesar 1,45 dan 1,50. Bahkan, jika kita melihat perkembangan Vietnam, tingkat produktivitas negara Indocina tersebut konsisten meningkat sejak tahun 1990,” ungkap Yusuf Rendy kepada Beritasatu.com, Jumat (1/5/2020).

Jika dilihat perbandingan produktivitas tersebut, perbedaan antara Indonesia dan Vietnam memang tidak begitu jauh. Tetapi menurut Rendy tingkat produktivitas ini turut memengaruhi penilaian investor ketika ingin berinvestasi, meskipun ini bukan pertimbangan utama.

“Kalau mau dilihat yang cukup signifikan perbedaannya itu kinerja logistik, peringkat logistik Vietnam itu di atas Indonesia. Artinya ongkos logistik di Indonesia masih relatif mahal. Padahal ongkos logistik merupakan salah satu komponen penting dalam pembentukan Harga Pokok Produksi (HPP). Selain itu harga gas untuk industri juga menjadi pertimbangan bagi investor di sektor manufaktur,” ujar Rendy.

Di sisi lain, Rendy mengatakan pemerintah perlu melakukan revitalisasi Balai Latihan Kerja (BLK) untuk meningkatkan pelatihan skil pekerja, sementara Kartu Prakerja juga perlu dievaluasi. Kurikulum yang ditawarkan perlu terus dielaborasi pada sektor-sektor yang sesuai dengan karakteristik pekerja di Indonesia seperti manufaktur, pertanian dan perdagangan.

Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS), Ira Aprilianti juga sepakat bahwa poduktivitas yang rendah akan membuat investor ragu untuk berinvestasi di Indonesia. Ia mencontohkan banyaknya investor Tiongkok yang memindahkan investasinya ke negara ASEAN lainnya, sementara Indonesia kurang dilirik.

“Untuk meningkatkan produktivitas tenaga kerja memang cukup kompleks, namun saya merasa pemerintah kurang memberikan perhatian pada program vokasi dan pendidikan berbasis skill. Di Indonesia sendiri program-program tersebut masih dianggap inferior. Padahal program-program tersebut sangat krusial untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi industri,” ujar Ira.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


BERITA LAINNYA

Berbagi Saat Covid-19, Momentum May Day Jadi Tidak Menakutkan

Kerja antara buruh dan pekerja May Day tak menakutkan.

EKONOMI | 1 Mei 2020


KSBSI: Kartu Prakerja Sulit Diakses

Kartu Prakerja sulit diakses.

EKONOMI | 1 Mei 2020

KSBSI Sebut Ada 2,1 Juta Buruh Terdampak Covid-19

Bila Covid-19 ini masih terus berlanjut hingga Juni 2020, KSBSI memperkirakan 5 juta buruh akan terdampak langsung..

EKONOMI | 1 Mei 2020

130 Tahun May Day, Baru Tahun 2020 Buruh Tak Turun ke Jalan

Buruh Peringati May Day dengan Baksos.

EKONOMI | 1 Mei 2020

Aktivis Giad Desak Pemerintah Batalkan Izin 500 TKA asal Tiongkok

Giad mmeminta pemerintah batalkan izin 500 TKA asal Tiongkok.

EKONOMI | 1 Mei 2020

Gandeng Shopee, Frisian Flag Bantu Tenaga Medis Covid-19

Di tengah pandemi, masyarakat perlu memenuhi nutrisi harian untuk menjaga imunitas tubuh.

EKONOMI | 1 Mei 2020

Minta Omnibus Law Dibatalkan, Buruh Gelar Rapat Online Akbar

Tolak Omnibus Law buruh gelar rapat akbar.

EKONOMI | 1 Mei 2020

Mudik Tetap Dilarang, Kemhub Akan Keluarkan Aturan Turunan

Kemhub akan keluarkan aturan turunan soal mudik.

EKONOMI | 1 Mei 2020

Harga Emas Turun Lima Hari Berturut-turut

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni jatuh US$ 19,2 atau 1,12 persen, menjadi US$ 1.694,2 per ounce.

EKONOMI | 1 Mei 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS