Kemperin Pastikan Kesiapan Industri Mamin Hadapi Kebutuhan Lebaran
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

Kemperin Pastikan Kesiapan Industri Mamin Hadapi Kebutuhan Lebaran

Minggu, 17 Mei 2020 | 23:11 WIB
Oleh : Siprianus Edi Hardum / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Industri makanan dan minuman merupakan sektor yang saat ini masuk dalam kategori permintaan tinggi (high demand), meskipun di tengah tekanan dampak pandemi Covid-19. Oleh karena itu, Kementerian Perindustrian (Kemperin) berupaya memastikan kesiapan sektor industri tersebut sehingga mampu memenuhi kebutuhan masyarakat khususnya menjelang Idul Fitri tahun ini.

“Sektor industri makanan dan minuman sudah memiliki kesiapan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran. Untuk itu, kami akan terus melakukan koordinasi dengan pelaku industri di sektor ini,” kata Direktur Jenderal Industri Agro Kemperin, Abdul Rochim di Jakarta, Sabtu (16/5) sebagaimana dalam siaran persnya, Minggu (17/5/2020).

Abdul menegaskan, pihaknya terus mendorong pengembangan sektor industri makanan dan minuman agar tetap produktif, terutama dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Apalagi, selama ini industri makanan dan minuman mampu memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional.

Kemperin mencatat, pertumbuhan industri makanan dan minuman pada tahun 2019 mencapai 7,78%. Angka ini lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan industri nonmigas yang berada di angka 4,34% maupun pertumbuhan industri nasional sebesar 5,02%.

Selain itu, di tahun yang sama, sektor industri makanan dan minuman juga berkontribusi hingga 36,40% pada PDB industri pengolahan nonmigas. “Hal ini menunjukkan pentingnya peran industri makanan dan minuman terhadap pertumbuhan industri dan ekonomi nasional,” ungkap Abdul.

Dirjen Industri Agro menambahkan, pemerintah telah mengeluarkan stimulus ekonomi jilid kedua untuk menjaga agar sektor riil tetap bergerak serta menjaga daya beli masyarakat. Stimulus tersebut berupa stimulus fiskal, yaitu relaksasi PPh pasal 21, PPh pasal 22 impor, PPh pasal 25 dan restitusi PPN, serta stimulus nonfiskal seperti penyederhanaan dan pengurangan lartas impor, terutama dalam rangka pemenuhan bahan baku industri.

Secara khusus terkait dengan fluktuasi harga gula di pasaran, pemerintah telah memberikan penugasan kepada pabrik gula rafinasi untuk dapat memproduksi gula kristal putih (GKP), sehingga harga gula pasir di tingkat konsumsi dapat kembali normal.

Selanjutnya, untuk menjaga keberlangsungan produktivitas industri makanan dan minuman, Kemenperin aktif melakukan monitoring terhadap ketersediaan bahan baku serta stabilitas harga. Terkait dengan pasokan bahan baku, menurut Rochim, pihaknya sudah memfasilitasi agar dapat terserap oleh industri makanan dan minuman di dalam negeri.

“Ketersediaan bahan baku untuk industri makanan minuman seperti gula dan tepung terigu sudah mencukupi kebutuhan dan kami harapkan bahan baku ini dapat diserap oleh industri,” jelasnya.

Lebih lanjut, Kemenperin juga telah berkoordinasi dengan Gabungan Pengusaha Makan dan Minuman Seluruh Indonesia (GAPMMI) untuk memastikan stabilitas harga produk di pasaran. “GAPMMI menyampaikan komitmen untuk menjaga stabilitas harga produk makanan dan minuman. Komitmen ini akan terus kami pantau,” tambahnya.

Dalam situasi pandemi Covid-19, Kemperin terus mengimbau kepada sektor industri yang beroperasi untuk tetap memperhatikan protokol kesehatan. Kemenperin pun terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah maupun Kementerian/Lembaga lainnya untuk memastikan keberlangsungan kegiatan industri selama masa kedaruratan kesehatan masyarakat Covid-19. “Kami juga berterima kasih kepada pemerintah daerah atas dukungannya terhadap pelaksanaan industri di daerahnya, serta melakukan pembinaan kepada industri agar terus melaksanakan protokol pencegahan Covid-19,” jelasnya.

Penjualan Online Meningkat

Penjualan produk makanan dan minuman untuk Hari Raya Idul Fitri tahun ini cukup terbantu dengan adanya penjualan yang dilakukan secara online. Berdasarkan data perusahaan e-commerce enabler SIRCLO, peningkatan permintaan yang terjadi pada produk makanan dan minuman (Food&Beverages/F&B) mencapai 143% dari Februari hingga Maret 2020, dan diperkirakan akan terus meningkat.

“Peningkatan penjualan produk makanan dan minuman secara online menunjukan terjadinya pergeseran belanja dari yang semula pembelian langsung di toko ataupun pasar tradisional menjadi berbasis digital yang disebabkan adanya pembatasan aktivitas di luar rumah,” kata Abdul.

Dirjen Industri Agro menjelaskan, dampak dari pandemi Covid-19, membuat konsumen cenderung mengubah perilakunya menjadi mode bertahan hidup dan lebih konservatif. Konsumen menjadi lebih berhati-hati dan lebih ingin berada di dalam rumah daripada keluar untuk melakukan konsumsi.

“Dalam studi yang dirilis Nielsen, sejak diberlakukannya imbauan tinggal di rumah untuk mencegah penyebaran Covid-19, sekitar 30% konsumen merencanakan untuk lebih sering berbelanja secara online,” papar Abdul.

Selanjutnya, dari sisi konsumsi, sebanyak 49% konsumen menjadi lebih sering memasak di rumah. Hal ini mendorong kenaikan pertumbuhan penjualan bahan pokok seperti telur yang naik 26%, daging yang mengalami kenaikan penjualan 19%, permintaan daging unggas naik 25%, serta penjualan buah dan sayur yang meningkat 8%.

“Barang-barang inilah yang sering dibeli oleh masyarakat di pasar tradisional, namun seiring dengan pemberlakuan pembatasan sosial, maka saat ini masyarakat lebih cenderung berbelanja di pasar modern. Penurunan pengunjung di pasar tradisional disiasati oleh pedagang pasar tradisional dengan menawarkan produknya melalui media sosial dan bekerja sama dengan e-commerce,” pungkasnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

BNI Ajak 100 Pelaku UMKM Berjualan Online

BNI mengajak 100 UMKM memanfaatkan kesempatan berjualan di Blanja.com secara lebih mudah.

EKONOMI | 17 Mei 2020

K Martono: Industri Penerbangan Terpuruk, RI Perlu Siapkan Langkah Tepat

Pasca-Covid-19, akan ada persaingan lokasi penamanan modal. Karena itu, Indonesia juga harus bersaing menarik modal asing di bidang transportasi udara.

EKONOMI | 17 Mei 2020

Diamond Land Luncurkan 3 Klaster Baru di Tengah Pandemi Covid-19

Diamond Land membuka klaster baru di dua proyek perumahan, D’Marco Diamond Residence dan D’Palm Residence.

EKONOMI | 17 Mei 2020

AP II Siapkan Protokol The New Normal untuk Aktivitas Bandara

AP II segera merumuskan protokol penanganan Covid-19 terkait tiga aktivitas kebandarudaraan.

EKONOMI | 17 Mei 2020

Bulog Pastikan Harga Beras dan Gula Terkendali

Bulog meminta masyarakat tidak khawatir karena stok aman tercukupi.

EKONOMI | 17 Mei 2020

Garuda Indonesia Rumahkan Sementara Karyawan Kontrak

Ada sekitar 800 karyawan dengan status tenaga kerja kontrak yang "dirumahkan" Garuda Indonesia selama tiga bulan terhitung sejak tanggal 14 Mei 2020.

EKONOMI | 17 Mei 2020

PLN Alirkan Perdana GISTET di Tambun 2

GISTET 500 kv Tambun 2 dibangun dengan menggunakan teknologi gas insulated substation.

EKONOMI | 17 Mei 2020

OVO Gandeng Prudential Beri Perlindungan Jiwa Kecelakaan

Kolaborasi strategis antara Prudential Indonesia dan OVO, dapat semakin mempercepat penetrasi asuransi di Indonesia.

EKONOMI | 17 Mei 2020

Bagikan Bantuan Sosial di Dapil, Rerie : Terus Perkuat Solidaritas Lawan Covid-19

Selama pandemi Covid-19 pengangguran bertambah 5,23 juta orang.

EKONOMI | 17 Mei 2020

Pemerintah Diminta Prioritaskan Ekonomi Rakyat

Pemerintah harus kurangi impor barang dari luar negeri.

EKONOMI | 17 Mei 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS