Pelepasan Balon Udara Liar akan Dituntut Hukum
INDEX

BISNIS-27 426.538 (7.46)   |   COMPOSITE 4842.76 (69.8)   |   DBX 923.5 (3.46)   |   I-GRADE 127.867 (2.29)   |   IDX30 404.318 (7.37)   |   IDX80 105.647 (1.88)   |   IDXBUMN20 263.312 (7.44)   |   IDXG30 113.239 (1.72)   |   IDXHIDIV20 361.834 (6.55)   |   IDXQ30 118.461 (2.16)   |   IDXSMC-COM 206.934 (2.4)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (3.66)   |   IDXV30 99.778 (2.04)   |   INFOBANK15 760.318 (19)   |   Investor33 353.585 (6.67)   |   ISSI 142.238 (1.59)   |   JII 514.346 (5.58)   |   JII70 174.038 (2.42)   |   KOMPAS100 945.162 (17.43)   |   LQ45 740.002 (13.25)   |   MBX 1338.07 (21.42)   |   MNC36 264.409 (4.88)   |   PEFINDO25 251.635 (5.6)   |   SMInfra18 228.656 (3.16)   |   SRI-KEHATI 297.818 (5.94)   |  

Pelepasan Balon Udara Liar akan Dituntut Hukum

Selasa, 26 Mei 2020 | 14:23 WIB
Oleh : Thresa Sandra Desfika / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Direktorat Jenderal Perhubungan Udara mengimbau kepada seluruh masyarakat yang memiliki tradisi perayaan Idulfitri dengan menerbangkan balon udara berukuran besar agar melakukannya secara bijak.

Pasalnya, pelepasan balon udara berukuran besar dapat berakibat tuntutan pidana sesuai Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 40 Tahun 2018 tentang Penggunaan Balon Udara pada Kegiatan Budaya Masyarakat.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Novie Riyanto mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak melepaskan balon udara berukuran besar karena dapat membahayakan pesawat yang terbang di atasnya maupun warga yang tinggal di sekitarnya.

"Kami menghargai masyarakat di beberapa daerah yang mempunyai tradisi perayaan Idul Fitri dengan balon udara. Namun kami juga mengajak masyarakat untuk bijak dan tidak melepaskan balon udara ke angkasa yang dapat mengganggu keselamatan penerbangan dan membahayakan warga yang tinggal disekitar," jelas Novie Riyanto dalam keterangannya, Selasa (26/5/2020).

Novie Riyanto menambahkan bahwa balon udara berukuran besar yang dilepaskan ke angkasa dapat melambung tinggi hingga pada ketinggian jelajah pesawat dan mengakibatkan terganggunya aktivitas penerbangan hingga kecelakaan pesawat.

Setiap tahun tercatat gangguan aktivitas penerbangan yang disebabkan oleh sejumlah balon udara berukuran besar yang dilepaskan hingga jalur penerbangan pesawat udara di beberapa wilayah yang memiliki tradisi menerbangkan balon udara.

”Kami terus berkoordinasi dengan pihak TNI/Polri di beberapa wilayah untuk melakukan pemantauan terhadap masyarakat yang melepaskan balon udara secara liar. Bila terbukti melanggar hukum, maka akan dilakukan penindakan sesuai prosedur hukum yang berlaku,” tambah Novie Riyanto.

Sementara itu, kepada Airnav Indonesia, Novie Riyanto juga mengimbau untuk tetap waspada terhadap balon udara yang diterbangkan secara liar sehingga keselamatan dan keamanan penerbangan tetap terjaga.

"Petugas Air Traffic Controller (ATC) harus waspada terhadap pergerakan balon udara liar, dan segera memberi informasi kepada pesawat yang akan melintasi rute dimaksud. Dan segera melakukan koordinasi dengan Air Traffic Services unit lainnya serta pangkalan udara terkait untuk lakukan penindakan," ujar Dirjen Novie Riyanto.

Untuk diketahui, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, melalui Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah III Surabaya dan Direktorat Navigasi Penerbangan juga terus melakukan pemantauan terhadap wilayah Wonosobo dan Pekalongan, sebagai wilayah yang memiliki tradisi budaya menerbangkan balon udara.

Selanjutnya, penerbangan balon udara dapat dilakukan sesuai peraturan yang telah ditetapkan, yaitu dengan menambatkan balon udara dan ketinggian tidak melebihi 150 meter sesuai ketentuan yang berlaku.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Rencana Pembukaan Mal 5 Juni, YLKI : Kurva Covid-19 Harus Landai Dulu

YLKI nilai pembukaan mal-mal di Jakarta pada 5 Juni 2020 terlalu dini.

EKONOMI | 26 Mei 2020

Pelaku Usaha Sambut Positif Penegakan Protokol Covid-19

"Pendisiplinan protokol kesehatan di 4 Provinsi dan 25 kota/kabupaten yang menerapkan PSBB, tentunya bukan tanpa sebab,” kata Carmelita.

EKONOMI | 26 Mei 2020

Kurs Rupiah Masih Melemah di Kisaran Rp 14.750

Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan siang hari ini, Selasa (26/5/2020), melemah ke kisaran Rp 14.750.

EKONOMI | 26 Mei 2020

Sesi I, IHSG Menguat ke 4.609

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 1,39 persen ke kisaran 4.609,28 pada akhir sesi pertama perdagangan hari ini, Selasa (26/5/2020).

EKONOMI | 26 Mei 2020

Pelaku UMKM Dukung Kebijakan Erick Thohir Berdayakan Pengusaha Kecil

Pelaku UMKM menyambut gembira rencana Menteri BUMN yang akan membuka peluang lebih besar bagi swasta untuk menggarap proyek pemerintah.

EKONOMI | 26 Mei 2020

Harga Emas Antam Naik Tipis

Harga emas PT Antam usai Lebaran, yang dipantau dari laman Logam Mulia di Jakarta, Selasa (26/5/2020), naik Rp1.000 menjadi Rp 917.000 per gram.

EKONOMI | 26 Mei 2020

Pagi Ini, Kurs Rupiah Melemah ke Rp 14.750

Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pagi hari ini, Selasa (26/5/2020), melemah ke kisaran Rp 14.750.

EKONOMI | 26 Mei 2020

IHSG Dibuka Menguat 1%

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 1,03 persen ke kisaran 4.592,55 pada awal perdagangan hari ini, Selasa (26/5/2020).

EKONOMI | 26 Mei 2020

Bursa Asia Menguat Ditopang Sentimen Vaksin

Bursa Asia bergerak menguat pada awal perdagangan hari ini, Selasa (26/5/2020). Jepang mencabut status darurat, sementara Singapura memangkas proyeksi PDB.

EKONOMI | 26 Mei 2020

Harga Minyak Berbalik Menguat

Harga minyak mentah berbalik menguat setelah sempat melemah akibat meningkatnya ketegangan AS-Tiongkok atas isu Hong Kong.

EKONOMI | 26 Mei 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS