Masih Ada Peluang Bagi UMKM di Tengah Covid-19
INDEX

BISNIS-27 450.793 (-2.26)   |   COMPOSITE 5144.05 (-15.82)   |   DBX 982.653 (2.46)   |   I-GRADE 141.194 (-0.62)   |   IDX30 430.883 (-2.17)   |   IDX80 114.327 (-0.59)   |   IDXBUMN20 295.098 (-2.05)   |   IDXG30 119.385 (-0.73)   |   IDXHIDIV20 382.257 (-1.97)   |   IDXQ30 125.574 (-0.78)   |   IDXSMC-COM 221.901 (-0.43)   |   IDXSMC-LIQ 259.068 (-1.66)   |   IDXV30 107.621 (-1.14)   |   INFOBANK15 842.759 (-2.22)   |   Investor33 376.322 (-1.83)   |   ISSI 151.265 (-0.8)   |   JII 550.5 (-4.84)   |   JII70 187.95 (-1.54)   |   KOMPAS100 1026.39 (-5.14)   |   LQ45 794.213 (-3.71)   |   MBX 1420.94 (-5.57)   |   MNC36 281.737 (-1.36)   |   PEFINDO25 284.937 (-1.16)   |   SMInfra18 242.709 (-2.12)   |   SRI-KEHATI 318.969 (-1.57)   |  

Masih Ada Peluang Bagi UMKM di Tengah Covid-19

Selasa, 2 Juni 2020 | 18:55 WIB
Oleh : Siprianus Edi Hardum / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) pada saat pandemi Covid-19 berbeda dengan UMKM pada saat krisis moneter tahun 1998. Pada 1998, UMKM betul-betul menjadi penyelamat ekonomi nasional ketika banyak usaha besar yang kolaps. Bahkan, nilai ekspor UMKM saat itu mampu meningkat hingga 350%.

“Saat ini, justru UMKM yang sangat terdampak,” kata Teten dalam diskusi online tentang Pemulihan Ekonomi Nasional bagi UMKM di Era Tatanan New Normal Pendemi Covid-19, yang diselenggarakan Komite Pengusaha Mikro Kecil Menengah Indonesia Bersatu (Kopitu), Selasa (2/6/2020).

Lebih dari itu, lanjut Tetn, pelaku UMKM terkena dampak baik dari sisi permintaan maupun pasokan. Data dari Call Center KemenkopUKM menyebutkan bahwa yang paling terpukul adalah sisi permintaan dan pemasaran. “Dari sisi pasokan juga menyangkut SDM yang turun. Juga, harga bahan baku meningkat,” ucap Teten.

Oleh karena itu, Teten mengatakan, pemerintah sudah merumuskan lima langkah untuk menjawab masalah-masalah tersebut, yaitu program bantuan sosial (Bansos) untuk usaha ultra mikro, insentif pajak, stimulus pembiayaan, pinjaman baru yang dipermudah, serta BUMN sebagai penyangga bagi produk-produk sektor pertanian dan perikanan.

Lima skema tersebut berlaku hingga September 2020; jika lewat dari itu, maka beban APBN akan sangat berat. “Saat ini pun kita sudah defisit, maka pemerintah menerbitkan Perppu untuk mencari pinjaman baru, menerbitkan surat utang. Dan itu bukan hal yang mudah”, ujar Teten seraya mengajak seluruh masyarakat untuk berperilaku disiplin, jangan meremehkan wabah Covid-19.

Sementara itu, mengenai peluang di market online, Teten melihat selama PSBB ada perilaku konsumen yang berubah. Penjualan di e-commerce mulai Maret 2020 terus meningkat hingga 18%.

“Ini luar biasa. Kebijakan ‘di rumah saja’ mendorong penjualan kebutuhan primer, di mana kebutuhan masyarakat akan makan dan minum selama PSBB paling banyak dari UMKM naik 52,6%, keperluan sekolah naik 34%. Kebutuhan personal seperti masker dan hand sanitizer, juga tumbuh 29%,” papar Teten.

“Saya melihat banyak pelaku UMKM melakukan adaptasi dan bisnis terhadap permintaan baru. Saya optimistis, UMKM selalu fleksibel dan dinamis untuk melihat peluang usaha baru,” kata Teten.

Hanya saja, Teten mengakui bahwa UMKM yang terhubung dengan market online ini baru sekitar 13% atau sekitar delapan juta pelaku usaha. Sementara yang 70% lebihnya belum terhubung, karena tidak memiliki infrastruktur dasar, termasuk minim literasi.

Teten sudah meminta para pelaku e-commerce untuk membuka laman UMKM di market mereka supaya produk UMKM semakin banyak dijual di market online, sehingga, market online tidak didominasi produk impor.

Selain itu, bagi UMKM yang belum terhubung dengan sistem pembiayaan, akan bisa langsung masuk ke program relaksasi. Dengan begitu, nantinya seluruh UMKM bisa terhubung dengan sistem pembiayaan.

Teten berharap Kopitu membantu mendorong mereka yang selama ini belum pernah mendapat pembiayaan dari perbankan atau KUR, untuk bisa mendapatkan pembiayaan dari program relaksasi itu, atau ke koperasi simpan pinjam.

Aktivasi dan perluasan penyerapan pasar (market driven) juga menjadi program KemenKopUKM selama ini untuk mendorong perbaikan UMKM agar bisa naik kelas. “Ini yang sedang kami terus carikan solusinya,” tukas Teten.

Kebanyakan UMKM ini tidak memiliki toko, pasar pun terbatas di lingkungan sekitar, maka menjadi penting untuk didorong masuk ke market online. “Walaupun nanti sudah terhubung dengan market online, tidak berarti semerta-merta penjualan langsung meningkat,” imbuh Teten.

Karena, lanjut Teten, persaingan di market online dari sisi brand dan kualitas juga menjadi faktor yang penting. Problem utama di UMKM, brand UMKM terlalu banyak untuk satu jenis produk. Misalnya, produk kopi, keripik, bakpia, dan sebagainya. Pihaknya akan konsolidasi lewat Smesco Indonesia, yang akan meluncurkan skema brand bersama.

Selain itu, kapasitas produksi di UMKM juga masih rendah. Sehingga, kalau didorong ke market online yang pasarnya nasional dan ekspor, namun dengan keterbatasan kapasitas produksi, maka akan ditinggalkan konsumen. “Konsolidasi UMKM ini menjadi hal penting untuk dilakukan,” kata Teten.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Penumpang Pesawat Tujuan Domestik Turun 82%, Internasional Turun 95%

Jumlah penumpang angkutan udara domestik yang diberangkatkan pada April 2020 sebanyak 838.100 orang, turun 81,70% dibanding Maret 2020.

EKONOMI | 2 Juni 2020

8 Fintech AFPI Kantongi Izin Usaha dari OJK

Mereka adalah Pinjam Modal, Taralite, Danarupiah, Pinjamwinwin, Julo, Indodana, Awantunai, dan Alami.

EKONOMI | 2 Juni 2020

Pandemi Covid-19, Potensi Kerugian Sektor MICE Hingga Rp 6,94 Triliun

Sebagian besar kegiatan pertemuan atau pameran harus ditunda untuk menghindari penyebaran Covid-19 yang semakin meluas.

EKONOMI | 2 Juni 2020

Laba Amar Bank Naik 400% Berkat Produk Fintech

T Bank Amar Indonesia Tbk (AMAR) menunjukkan performa keuangan yang sangat baik di tahun 2019 dengan total aset mencapai Rp3,4 triliun, meningkat sebesar 85,9% dari tahun 2018 sebesar Rp1,8 triliun. Selain itu, Amar Bank juga mencatat laba bersih pada 2019 sebesar Rp61 miliar atau meningkat sebesar empat kali lipat dari 2018.

EKONOMI | 2 Juni 2020

Akibat Pandemi Covid-19, Pendapatan Garuda Terjun 90 Persen

Maskapai penerbangan Garuda Indonesia mencatat penurunan pendapatan hampir 90% dan load factor di bawah 50% di tengah pandemi Covid-19.

EKONOMI | 2 Juni 2020

Kurs Rupiah Terapresiasi 195 Poin ke Rp 14.415

Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan sore hari ini, Selasa (2/6/2020), menguat signifikan ke kisaran Rp 14.415.

EKONOMI | 2 Juni 2020

Optimisme Pasar Menguat, Bursa Asia Positif

Nikkei 225 naik 1,19 persen ke 22.325,61, Indeks Komposit Shanghai naik 0,2 persen ke 2.921,4.

EKONOMI | 2 Juni 2020

IHSG Ditutup Menguat 1,98%

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 1,98 persen ke kisaran 4.847,51 pada akhir perdagangan hari ini, Selasa (2/6/2020).

EKONOMI | 2 Juni 2020

Usaha Sapi Perah Dapat Atasi Dampak Corona

Program Susu untuk Anak Sekolah yang berbasis susu segar dalam negeri (SSDN).

EKONOMI | 2 Juni 2020

Saham Perbankan Naik Pesat Dipimpin BRI

Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) melesat 7,8 persen ke Rp 3.180 menjelang penutupan perdagangan hari ini, Selasa (2/6/2020).

EKONOMI | 2 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS