Ciptakan SDM Unggul, Kemperin Terus Benahi Pendidikan Vokasi
INDEX

BISNIS-27 448.146 (0.31)   |   COMPOSITE 5091.82 (20.37)   |   DBX 966.643 (7.34)   |   I-GRADE 139.941 (-0.23)   |   IDX30 428.154 (0.15)   |   IDX80 113.358 (0.41)   |   IDXBUMN20 291.199 (0.73)   |   IDXG30 119.599 (-0.42)   |   IDXHIDIV20 379.423 (-0.2)   |   IDXQ30 124.629 (0.03)   |   IDXSMC-COM 218.961 (1.24)   |   IDXSMC-LIQ 257.997 (1.39)   |   IDXV30 107.251 (0.23)   |   INFOBANK15 832.7 (-1.05)   |   Investor33 373.408 (0.72)   |   ISSI 150.953 (0.22)   |   JII 549.986 (0.88)   |   JII70 187.543 (0.51)   |   KOMPAS100 1019.5 (2.84)   |   LQ45 788.563 (1.25)   |   MBX 1407.83 (4.87)   |   MNC36 279.661 (0.67)   |   PEFINDO25 277.129 (5.34)   |   SMInfra18 242.149 (-0.57)   |   SRI-KEHATI 316.134 (0.38)   |  

Ciptakan SDM Unggul, Kemperin Terus Benahi Pendidikan Vokasi

Senin, 15 Juni 2020 | 22:25 WIB
Oleh : Siprianus Edi Hardum / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Perindustrian (Kemperin) terus fokus mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM) industri di Indonesia, salah satunya melalui pembenahan pembelajaran pendidikan vokasi.

Dengan demikian diharapkan mampu menghasilkan SDM industri berdaya saing tinggi, serta terserap dunia industri. “Kami terus membuat inovasi dalam penyelenggaraan kegiatan pendidikan vokasi. Misalnya, kurikulum harus customized atau disesuaikan dengan kebutuhan, sehingga mampu menghasilkan SDM industri yang unggul,” kata Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Industri (BPSDMI) Kemperin, Eko SA. Cahyanto, Senin (15/6/2020).

Eko mengungkapkan, BPSDMI Kemenperin telah memetakan beberapa hal penting agar fungsi pendidikan vokasi berjalan baik. “Pertama pendidikan vokasi di lingkungan Kemenperin harus adaptif dengan kebutuhan industri, sehingga perlu spesialisasi pada sektor industri tertentu,” ujarnya.

emudian, setiap pendidikan vokasi Kemenperin harus berbasis kompetensi. Infrastruktur kompetensi yang kuat meliputi Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) yang disusun praktisi industri, serta dilengkapi Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) dan tempat uji kompetensi (TUK) untuk melakukan sertifikasi kompetensi.

Selanjutnya, pendidikan vokasi yang link and match dengan sektor industri. Melalui kerja sama ini, perusahaan industri mendukung sekolah menjalankan sistem pendidikan vokasi dual system yang memprioritaskan praktik kerja, perbandingannya 70:30 dengan pembelajaran di kelas.

Program link and match juga memberikan manfaat bagi industri dengan lahirnya lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri.

Eko menambahkan, BPSDMI Kemenperin juga berupaya agar pendidikan vokasi industri mampu beradaptasi dalam berbagai keadaan, misalnya dalam era new normal. Sistem belajar mengajar yang tadinya dilakukan dengan tatap muka disesuaikan menjadi e-learning. Cara itu merupakan adaptasi untuk menyesuaikan dengan kondisi selama pandemi Covid-19 belum berakhir.

“Tentunya cara baru yang telah dimulai saat new normal bisa menjadi sebuah pondasi agar terus dikembangkan dan disempurnakan. Dengan demikian, pembelajaran ke depan bisa menggunakan konsep blended learning, yaitu pendidikan yang menggabungkan metode pembelajaran tatap muka di ruang kelas dengan e-learning,” ungkapnya.

Menurut Eko, metode demikian juga mendorong para pengajar untuk meningkatkan kemampuannya, karena menuntut mereka untuk makin memahami, serta terampil dalam pemilihan metode pengajaran dari jarak jauh secara efektif.

“Terpenting dalam pembelajaran di era new normal adalah upaya menyediakan pengalaman belajar yang mendorong peserta didik lebih banyak berbuat, mengamati, berinteraksi, berkomunikasi dan memberikan umpan balik dalam membangun pengetahuan sehingga siswa dapat belajar lebih efektif,” jelasnya.

Saat ini Kemperin memiliki 12 unit pendidikan tinggi vokasi dan sembilan SMK yang menyelenggarakan pendidikan dalam beberapa jenjang, mulai dari tingkat SMK, Diploma I hingga Diploma IV, dan program magister terapan. Khusus yang terakhir diselenggarakan di Politeknik Sekolah Tinggi Teknologi Tekstil (STTT) Bandung, Jawa Barat.

“Kemperin juga memiliki Pusat Pendidikan dan Latihan (Pusdiklat) Industri, serta tujuh Balai Diklat Industri (BDI) yang tersebar di seluruh Indonesia yang menyelenggarakan pelatihan berbasis kompetensi. Sebanyak 70% pembelajaran yang diberikan merupakan materi praktik dan hanya 30% yang merupakan materi teori,” papar Eko.

Unit pendidikan vokasi di lingkungan Kemperin, baik berupa politeknik, akademi komunitas, maupun SMK memiliki sejarah panjang. Awalnya dilakukan melalui penyelenggaraan kursus-kursus seperti di Balai Besar Tekstil Bandung yang sudah dimulai sejak tahun 1922. “Sejarah ini merupakan sebuah refleksi yang penting bagi kami untuk mengembangkan institusi pendidikan vokasi industri di Indonesia,” pungkasnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


Wall Street Masih Dihantui Sentimen Gelombang Kedua Covid-19

Dow Jones Industrial Average turun 2,14 persen, indeks S&P 500 turun 1,68 persen, Nasdaq turun 1,17 persen.

EKONOMI | 15 Juni 2020

Kempupera Dukung Rencana Tata Ruang Jabodetabek-Punjur

Menurut Menpupera, melalui Perpres Nomor 60 rencana tata ruang Jabodetabek-Punjur dapat dipantau.

EKONOMI | 15 Juni 2020

Kempupera Tambah Alokasi Program BSPS di Sumbar

Program bedah rumah tahap II ini terbagi menjadi dua sumber dana.

EKONOMI | 15 Juni 2020

Pelindo I Optimalkan Layanan Pelabuhan Belawan

Pelindo I menggandeng FKS Solusi Logistik dalam pengoperasian terminal curah kering di Pelabuhan Belawan.

EKONOMI | 15 Juni 2020

Skema Dana Talangan Disebut Buat Garuda dan Negara Buntung

Lazimnya cara yang ditempuh bagi perusahaan yang sudah listed di bursa adalah dengan menerbitkan saham baru (right issue).

EKONOMI | 15 Juni 2020

Kemko Maritim: Proyek KA Cepat dan Pelabuhan Patimban Terus Berjalan

Hingga saat ini, belum ada perubahan target waktu penyelesaian kedua proyek strategis nasional (PSN) tersebut.

EKONOMI | 15 Juni 2020

Terobosan Erick Thohir Benahi BUMN Diapresiasi

Dari sudut pandang reformasi birokrasi, apa yang dilakukan Erick Thohi sesungguhnya merupakan bagian dari apa yang disebut dengan efisiensi dan transformasi.

EKONOMI | 15 Juni 2020

BPS: Indeks Perilaku Antikorupsi 2020 Gagal Capai Target RPJMN

Masyarakat semakin permisif terhadap perilaku korupsi di 2020.

EKONOMI | 15 Juni 2020

Ikuti Bursa Asia, Bursa Eropa Dibuka Melemah

Indeks Stoxx600 turun 1,35 persen, DAX Jerman turun 1,88 persen, FTSE Inggris turun 1,6 persen, CAC Prancis turun 1,82 persen, FTSE MIB Italia turun 1,52 persen

EKONOMI | 15 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS