Kemperin Terapkan Industri 4.0 di Sektor IKM Gula Palma
INDEX

BISNIS-27 448.146 (0.31)   |   COMPOSITE 5091.82 (20.37)   |   DBX 966.643 (7.34)   |   I-GRADE 139.941 (-0.23)   |   IDX30 428.154 (0.15)   |   IDX80 113.358 (0.41)   |   IDXBUMN20 291.199 (0.73)   |   IDXG30 119.599 (-0.42)   |   IDXHIDIV20 379.423 (-0.2)   |   IDXQ30 124.629 (0.03)   |   IDXSMC-COM 218.961 (1.24)   |   IDXSMC-LIQ 257.997 (1.39)   |   IDXV30 107.251 (0.23)   |   INFOBANK15 832.7 (-1.05)   |   Investor33 373.408 (0.72)   |   ISSI 150.953 (0.22)   |   JII 549.986 (0.88)   |   JII70 187.543 (0.51)   |   KOMPAS100 1019.5 (2.84)   |   LQ45 788.563 (1.25)   |   MBX 1407.83 (4.87)   |   MNC36 279.661 (0.67)   |   PEFINDO25 277.129 (5.34)   |   SMInfra18 242.149 (-0.57)   |   SRI-KEHATI 316.134 (0.38)   |  

Kemperin Terapkan Industri 4.0 di Sektor IKM Gula Palma

Rabu, 24 Juni 2020 | 19:01 WIB
Oleh : Siprianus Edi Hardum / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Perindustrian (Kemperin) mendorong industri kecil menengah (IKM) untuk menerapkan penggunaan teknologi industri 4.0 guna memacu produktivitas dan daya saingnya. Hal ini sejalan program prioritas Making Indonesia 4.0, dengan sasaran utamanya adalah menjadikan Indonesia masuk dalam jajaran 10 negara yang memiliki perekonomian terkuat di dunia pada tahun 2030.

“Kami sedang mendorong agar sektor IKM gula palma dapat mengimplementasikan industri 4.0. Hal ini dilaksanakan untuk dapat meningkatkan efisiensi proses produksi gula palma,” kata Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Gati Wibawaningsih di Jakarta, Rabu (24/6/2020).

Gati mengemukakan, pihaknya melalui Direktorat IKM Pangan, Barang dari Kayu dan Furnitur berupaya menjadikan salah satu koperasi penghasil gula palma di Kabupaten Banyumas, yakni Koperasi Nira Satria sebagai contoh sektor IKM yang akan menerapkan teknologi industri 4.0. Upaya ini dilakukan secara bertahap mulai dari pembangunan sistem informasi, bantuan sarana pendukung, hingga pendampingan.

“Langkah ini dilaksanakan untuk meningkatkan daya saing IKM gula palma Indonesia di pasar global, utamanya dalam efisiensi dan traceability. Melalui penerapan sistem informasi terpadu pada proses bisnis, baik itu dari internal (vertical integration) maupun eksternal (horizontal integration), diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan kemudahan telusur,” paparnya.

Koperasi Nira Satria yang telah memaniskan pasar gula organik dunia dari kelapa-kelapa lokal olahan para penderes di berbagai desa di Kabupaten Banyumas ini telah dirintis sejak tahun 2008. “Koperasi ini mampu menyerap produk gula palma dari 1.074 penderes di Banyumas dan sudah mengharumkan nama Banyumas sebagai penghasil gula kristal organik berkualitas ke pasar Jerman, Eropa, Amerika dan Tiongkok,” ungkap Gati.

Adapun output dari implementasi industri 4.0 pada Koperasi Nira Satria, antara lain adalah traceability dari level pengepul ke koperasi serta dibuatnya beberapa aplikasi berbasis website pada proses bisnis gula palma seperti input data gula, sistem informasi, rekam data ekspor, dan prediksi bisnis ekspor.

Selain itu, adanya otomatisasi pada timbangan digital yang terintegrasi secara real time ke cloud database berbasis IoT, penggunaan aplikasi warehouse management system di level pengepul dan koperasi, adanya real time data collector untuk mesin oven dan monitoring mesin oven berbasis IoT, serta optimalisasi konfigurasi data mesin oven berbasis machine learning.

“Implementasi industri 4.0 ini juga akan menghasilkan real time tracking distribusi gula palma dari pengepul ke koperasi dan control tower untuk beberapa koperasi gula palma. Dengan adanya implementasi industri 4.0 pada IKM gula palma seperti Nira Satria, dapat menjadi percontohan bagi pengembangan IKM makanan lainnya,” imbuh Gati.

Gula palma merupakan salah satu komoditas unggulan yang dihasilkan oleh IKM dalam negeri. Indonesia merupakan negara pengekspor utama gula palma di dunia, diikuti Filipina dan Kamboja. Selain pasar ekspor, pasar dalam negeri juga dinilai sama-sama menjanjikan.

Lebih lanjut, gula palma yang berbahan dasar gula kelapa atau gula aren merupakan komoditas yang mempunyai nilai ekspor tinggi dan terus meningkat, yakni pada 2017 ekspor gula palma mencapai 25.000 ton dengan nilai US$ 42,6 juta dan pada 2018 ekspor gula palma meningkat menjadi 35.000 ton dengan nilai US$ 52,5 juta.

“Diharapkan upaya ini dapat meningkatkan efisiensi dan traceability dalam proses bisnis gula palma, dapat meningkatkan daya saing gula palma Indonesia di pasar global, yang berarti juga meningkatkan pendapatan devisa negara, membuka lapangan kerja dan meningkatkan kemandirian masyarakat,” tutur Gati.

Menurutnya, pemanfataan teknologi industri 4.0 menjadi lompatan besar bagi sektor industri, di mana teknologi informasi dan komunikasi dimanfaatkan sepenuhnya. Tidak hanya dalam proses produksi, melainkan juga diseluruh rantai nilai industri sehingga melahirkan model bisnis yang baru dengan basis digital guna mencapai efisiensi yang tinggi dan kualitas produk yang lebih baik.

Gati berharap, sektor manufaktur nasional termasuk IKM semakin siap menuju perubahan dalam menghadapi transformasi industri 4.0 yang mengintegrasikan semua lini produksi secara digital. Industri makanan dan minuman merupakan salah satu dari lima sektor manufaktur yang menjadi fokus untuk penerapan awal industri 4.0. IKM di sektor tersebut didorong untuk mengadopsi teknologi di sepanjang rantai nilai untuk meningkatkan hasil produksi dan pangsa pasar mereka.

Kemperin telah menggelar kegiatan Workshop Pengembangan IKM Gula Palma Berbasis Sistem Informasi Terpadu di Purwokerto, dengan tujuan untuk mengenalkan transformasi industri 4.0 kepada IKM gula palma. Kegiatan tersebut bertujuan memberikan gambaran tentang transformasi industri 4.0 kepada IKM gula palma, sehingga dapat menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang pada era industri 4.0, termasuk tren pasar produk pangan di pasar regional dan global.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Dukung Dunia Usaha, IPC Relaksasi Biaya Layanan Peti Kemas

Pelindo II atau IPC memberikan relaksasi layanan peti kemas yang berlaku selama dua bulan.

EKONOMI | 24 Juni 2020

Kemhub Akan Evaluasi Kebijakan Tiket Pesawat

Kemhub akan mengevaluasi kebijakan TBA dan TBB tiket pesawat untuk menindaklanjuti putusan Majelis KPPU.

EKONOMI | 24 Juni 2020

Tangkap Peluang Relokasi Industri, Reformasi Regulasi Harus Dilakukan

Pemerintah sebaiknya terus fokus membenahi berbagai hal yang menjadi kendala investasi.

EKONOMI | 24 Juni 2020

UMKM yang Terkoneksi Digital Lebih Mampu Bertahan Hadapi Krisis

Pelaku UMKM melek digital tahan terhadap krisis.

EKONOMI | 24 Juni 2020

RUU Cipta Kerja Diminta Jadi Solusi Bagi Pengembangan UMKM

UMKM perlu didorong jadi pemasok bahan baku bagi industri yang lebih besar dalam rangka mengurangi impor.

EKONOMI | 24 Juni 2020

Mencermati Kondisi Rupiah di Masa Pandemi Covid-19

Terjadi depresiasi yang cukup tinggi dari mata uang rupiah terhadap dolar AS.

EKONOMI | 24 Juni 2020

Birokrasi Ekspor Benih LobsterJangan Rugikan Nelayan

harus bergerak cepat dalam mengeksekusi kebijakan ekspor yang sudah dibuat

EKONOMI | 24 Juni 2020

Program Padat Karya Kempupera Serap 144.163 Tenaga Kerja

Kempupera terus mempercepat penyaluran program Padat Karya Tunai.

EKONOMI | 24 Juni 2020

BNI Syariah Ajak Nasabah Lebih Bijak Investasi di Kala Pandemi

BNI Syariah gelar Webinar edukasi produk perbankan syariah untuk nasabah korporasi BNI Syariah.

EKONOMI | 24 Juni 2020

Rupiah Menguat ke Posisi Rp 14.160

Kondisi perekonomi Indonesia masih tergolong lebih baik dibandingkan dengan negara lain

EKONOMI | 24 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS