Pemerintah Dorong Koperasi Pangan Diperkuat
INDEX

BISNIS-27 425.322 (12.08)   |   COMPOSITE 4870.04 (100.06)   |   DBX 940.805 (3.04)   |   I-GRADE 127.855 (4.56)   |   IDX30 401.317 (13.58)   |   IDX80 105.56 (3.19)   |   IDXBUMN20 265.398 (11.16)   |   IDXG30 112.997 (3.48)   |   IDXHIDIV20 357.483 (12.54)   |   IDXQ30 117.699 (3.88)   |   IDXSMC-COM 210.149 (2.59)   |   IDXSMC-LIQ 234.599 (5.6)   |   IDXV30 100.238 (2.07)   |   INFOBANK15 757.481 (24.48)   |   Investor33 352.266 (10.05)   |   ISSI 143.81 (2.89)   |   JII 518.901 (12.87)   |   JII70 176.231 (4.44)   |   KOMPAS100 949.983 (26.08)   |   LQ45 737.154 (23.9)   |   MBX 1342.99 (31.12)   |   MNC36 264.429 (7.79)   |   PEFINDO25 260.033 (3.99)   |   SMInfra18 229.972 (7.95)   |   SRI-KEHATI 296.897 (9.06)   |  

Antisipasi Krisis Pangan

Pemerintah Dorong Koperasi Pangan Diperkuat

Sabtu, 4 Juli 2020 | 19:21 WIB
Oleh : Siprianus Edi Hardum / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Organisasi Pangan dan Pertanian atau Food and Agriculture Organization (FAO) mengingatkan bahwa dunia akan menghadapi krisis pangan. Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyatakan, ke depan Indonesia perlu memperkuat koperasi pangan agar bisa tumbuh kekuatan ekonomi baru.

"Pak Presiden ingin ke depan koperasi pangan harus diperkuat," tegas Teten Masduki usai berdialog dengan petani bawang merah Ibu Mardiyah di Demak, Jawa Tengah Jumat (3/7/2020) sebagaimana dalam siaran persnya.

Menurut Teten, perkuatan koperasi pangan sebagai bagian dari instruktur ketahanan pangan nasional. Untuk itu, pihaknya berharap koperasi simpan pinjam (KSP) dapat ikut andil dalam mensejahterakan anggotanya usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dengan prioritas di sektor pangan. "Jadi saya katakan seperti KSP harus punya komitmen untuk membesarkan anggotanya umkmnya yang disektor pangan," katanya.

Teten menjelaskan, pihaknya telah diingatkan oleh FAO terhadap ancaman krisis pangan dunia. Untuk itu, ia berharap masyarakat bisa memanfaatkan lahan dan tanah Indonesia yang subur itu, dengan menanam tanaman pangan.

"Apalagi ke depan krisis pangan. Dalam jangka pendek, sudah diingatkan oleh FAO, bahwa dunia akan hadapi krisis pangan. Harus dimanfaatkan setiap jengkal tanah kita harus dimanfaatkan tanaman pangan," tambahnya.

Dalam jangka panjang, kata Teten, Indonesia harus menyiapkan koperasi pangan yang kuat, melalui pembiayaan yang lebih murah dan ramah serta persyaratan yang tidak berbelit-belit. "Kita harus siapkan koperasi pangan yang kuat. sistem pembiayaan yang lebih murah, lebih ramahlah koperasi pangan dan jangan berbelit belit," ujarnya.

Teten juga mengatakan, sektor pangan yang bisa dikembangkan oleh koperasi adalah yang memiliki keunggulan dan Indonesia masih mengimpor, misalnya jagung dan padi. Kedua komoditas ini dinilai belum dimaksimalkan, dikarenakan masih diimpor. "Pangan itu apa. Misalnya yang unggul. Padi dan jagung yang masih impor," tegas Teten.

Selain itu, menurutnya, koperasi juga harus menyentuh sektor kelautan, dimana Indonesia memiliki kekayaan yang melimpah. Teten mencontohkan garam, rumput laut dan semua jenis ikan, berpotensi dikembangkan karena nilai ekspor yang terus tumbuh. "Garam kita masih impor. Kita perlu juga masuk ke sektor kelautan. Kita unggul disitu. Mulai rumput laut hingga jenis ikan. Saya lihat ekpor ikan masih tinggi.kita harus perkuat disektor itu," kilahnya.

Petani Bawang Merah

Petani bawang merah di Demak, Mardiyah mengaku membutuhkan modal pembiayaan pertanian dengan bunga kecil. Sehingga memilih untuk bergabung dengan koperasi di KSP KUD Mintorogo. "Saya mohon pemerintah membantu kami agar bisa membiayai pertanian kami. Mohon bisa dengan bunga kecil, lebih kecil dari bank," kata Mardiyah.

Teten mengaku mendapat masukan langsung dari petani bawang merah di Demak. Bahwa diperlukan pembiayaan yang murah dan mudah untuk bisa mengembangkan sektor pertanian. "Hari ini saya dapat pembelajaran Ibu Mardiyah untuk disampaikan presiden. Saya diminta pelajari dan evaluasi pembiayaan koperasi langsung ke masyarakat," ujar Teten.

Pihaknya memerintahkan agar Lembaga Penyalur Dana Bergulir (LPDB) KUMKM bermitra dengan koperasi simpan pinjam yang membina UMKM.

"Kita ingin LPDB bermitra dengan KSP yang membina UMKM. Di semua tempat punya kelembagaan penbiayaan agar lebih cepat menjawab kebutuhan masyarakat yang memerlukan permodalan," mengakhiri.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Tahun Depan, Adhi Commuter Properti Siap IPO

PT Adhi Commuter Properti tahun depan IPO.

EKONOMI | 4 Juli 2020

Perbanas: Digitalisasi Tak Membuat Perbankan Kurangi Karyawan

Industri Digital tidak membuat Perbankan lakukan pemutusan hubungan kerja.

EKONOMI | 4 Juli 2020

Hippindo Sebut RUU Cipta Kerja Jadi UU Bisa Dongkrak Ekonomi di Masa Sulit

Para pebisnis minta RUU Cipta Kerja segera disahkan menjadi UU.

EKONOMI | 4 Juli 2020

Kebangkrutan Pizza Hut AS Tidak Berdampak ke Pizza Hut Indonesia

PT Sarimelati Kencana Tbk merupakan pemegang hak lisensi waralaba tunggal Pizza Hut di Indonesia dan perseroan tidak memiliki hubungan afiliasi dengan NPC Inc.

EKONOMI | 4 Juli 2020

Kinerja Positif, Alma Corp Bakal Buka 6 Hotel Baru

Alma Corp telah menjalin kerja sama pengelolaan 6 hotel baru di tahun ini.

EKONOMI | 4 Juli 2020

Perbankan Semakin Tersaingi Perusahaan Fintech

"Kemampuan marketing mereka (perusahaan fintech dan aplikasi super) yang agresif itu bisa jadi ancaman buat perbankan," kata Rico Usthavia.

EKONOMI | 4 Juli 2020

Ajak Konsumen Peduli Kualitas Udara, Pertamina Uji Emisi Gratis

Uji emisi selain untuk menjaga kondisi kualitas udara, sekaligus berguna untuk mengetahui kondisi kendaraan.

EKONOMI | 4 Juli 2020

Jokowi: Indonesia Bisa Lewati Middle Income Trap

Jokowi mengatakan untuk keluar dari middle income trap, dibutuhkan infrastruktur dan sumber daya manusia unggul.

EKONOMI | 4 Juli 2020

Perbanas: Digitalisasi Tak Membuat Perbankan Kurangi Karyawan

Semakin banyak produk digital yang diluncurkan justru akan semakin banyak karyawan yang dibutuhkan.

EKONOMI | 4 Juli 2020

Hadiah HUT ke-73 Koperasi, Kemkop dan UKM Keluarkan Peraturan tentang Penyaluran Pinjaman

Hadiah HUT Koperasi ke-17, Kemkop dan UKM keluarkan Permen Penyaluran Kredit.

EKONOMI | 4 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS