RUU Cipta Kerja, Momentum Reformasi Regulasi Ketenagakerjaan
INDEX

BISNIS-27 425.322 (6.54)   |   COMPOSITE 4870.04 (49.07)   |   DBX 940.805 (-0.47)   |   I-GRADE 127.855 (2.45)   |   IDX30 401.317 (7.5)   |   IDX80 105.56 (1.71)   |   IDXBUMN20 265.398 (6.32)   |   IDXG30 112.997 (1.91)   |   IDXHIDIV20 357.483 (6.59)   |   IDXQ30 117.699 (2.06)   |   IDXSMC-COM 210.149 (1.14)   |   IDXSMC-LIQ 234.599 (2.69)   |   IDXV30 100.238 (0.88)   |   INFOBANK15 757.481 (12.51)   |   Investor33 352.266 (5.51)   |   ISSI 143.81 (1.55)   |   JII 518.901 (6.54)   |   JII70 176.231 (2.41)   |   KOMPAS100 949.983 (13.23)   |   LQ45 737.154 (13.13)   |   MBX 1342.99 (15.69)   |   MNC36 264.429 (3.91)   |   PEFINDO25 260.033 (1.63)   |   SMInfra18 229.972 (4.74)   |   SRI-KEHATI 296.897 (5.09)   |  

RUU Cipta Kerja, Momentum Reformasi Regulasi Ketenagakerjaan

Minggu, 5 Juli 2020 | 08:09 WIB
Oleh : Siprianus Edi Hardum / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Pembahasan Rancangan Undang-undang (RUU) Cipta Kerja oleh pemerintah dan DPR dinilai menjadi momentum untuk mereformasi regulasi ketenagakerjaan di Indonesia. Sebab, skor Indonesia untuk kebebasan ketenagakerjaan tah un 2020 merosot di peringkat 145 dari 184 negara.

Direktur Institut Demokrasi dan Kesejahteraan Sosial (Indeks), Arif Hadiwinata, mengatakan, rendahnya skor kebebasan ketenagakerjaan di Indonesia telah menciptakan iklim investasi yang buruk. Akibatnya, lapangan kerja menjadi langka dan jumlah pengangguran semakin meningkat.

"Tingginya pengangguran akan menghantui perekonomian nasional. Pemerintah harus secepatnya mengeluarkan kebijakan yang dapat menampung mereka melalui penciptaan lapangan kerja," kata Arif dalam siaran persnya, Minggu (5/7/2020).

Arif mengatakan, Indonesia memiliki cukup banyak regulasi yang mengatur sektor ketenagakerjaan. Namun demikian, banyaknya regulasi tidak menjamin efisiensi, yang terjadi justru tumpang tindih regulasi.

‘’Hasilnya bukan memudahkan, tetapi malah memberatkan. Regulasi justru menjadi hambatan paling umum untuk melakukan kegiatan wirausaha secara bebas dan investasi," ucap Arif.

Karenanya, Arif mengatakan, reformasi regulasi ketenagakerjaan di Indonesia adalah keharusan. RUU Cipta Kerja adalah peluang bagi reformasi terhadap berbagai regulasi yang berpihak kepada kepentingan nasional. "Prinsip utamanya kepentingan nasional," tegas Arif.

Sebagai sebuah regulasi ekosistem ketenagakerjaan, Arif menilai semua klaster dalam RUU Cipta Kerja sama pentingnya untuk dibahas dan diselesaikan dalam satu paket. Menunda atau meninggalkan salah satu klaster akan menjadikan regulasi ekosistem ketenagakerjan pincang.

“Klaster dalam RUU Cipta kerja, termasuk klaster ketenagakerjaan harus tetap dilanjutkan pembahasannya dengan penguatan pada visi kebebasan ketenagakerjaan dan penciptaan iklim saling menguntungkan di antara stakeholder yang terlibat,” kata Arif.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Dukung Konektivitas Kawasan Metropolitan Jabodetabek, Tol Desari Seksi II Brigif - Sawangan Dibuka

Tol Depok - Antasari (Desari) Seksi II Brigif - Sawangan sudah dibuka.

EKONOMI | 5 Juli 2020

Pemerintah Dorong Koperasi Pangan Diperkuat

Pemerintah Perkuat Koperasi Pangan Untuk Ketahanan Pangan.

EKONOMI | 4 Juli 2020

Tahun Depan, Adhi Commuter Properti Siap IPO

PT Adhi Commuter Properti tahun depan IPO.

EKONOMI | 4 Juli 2020

Perbanas: Digitalisasi Tak Membuat Perbankan Kurangi Karyawan

Industri Digital tidak membuat Perbankan lakukan pemutusan hubungan kerja.

EKONOMI | 4 Juli 2020

Hippindo Sebut RUU Cipta Kerja Jadi UU Bisa Dongkrak Ekonomi di Masa Sulit

Para pebisnis minta RUU Cipta Kerja segera disahkan menjadi UU.

EKONOMI | 4 Juli 2020

Kebangkrutan Pizza Hut AS Tidak Berdampak ke Pizza Hut Indonesia

PT Sarimelati Kencana Tbk merupakan pemegang hak lisensi waralaba tunggal Pizza Hut di Indonesia dan perseroan tidak memiliki hubungan afiliasi dengan NPC Inc.

EKONOMI | 4 Juli 2020

Kinerja Positif, Alma Corp Bakal Buka 6 Hotel Baru

Alma Corp telah menjalin kerja sama pengelolaan 6 hotel baru di tahun ini.

EKONOMI | 4 Juli 2020

Perbankan Semakin Tersaingi Perusahaan Fintech

"Kemampuan marketing mereka (perusahaan fintech dan aplikasi super) yang agresif itu bisa jadi ancaman buat perbankan," kata Rico Usthavia.

EKONOMI | 4 Juli 2020

Ajak Konsumen Peduli Kualitas Udara, Pertamina Uji Emisi Gratis

Uji emisi selain untuk menjaga kondisi kualitas udara, sekaligus berguna untuk mengetahui kondisi kendaraan.

EKONOMI | 4 Juli 2020

Jokowi: Indonesia Bisa Lewati Middle Income Trap

Jokowi mengatakan untuk keluar dari middle income trap, dibutuhkan infrastruktur dan sumber daya manusia unggul.

EKONOMI | 4 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS