Kemdes PDTT Beri Perhatian Besar di Sektor Pangan
INDEX

BISNIS-27 448.146 (0.31)   |   COMPOSITE 5091.82 (20.37)   |   DBX 966.643 (7.34)   |   I-GRADE 139.941 (-0.23)   |   IDX30 428.154 (0.15)   |   IDX80 113.358 (0.41)   |   IDXBUMN20 291.199 (0.73)   |   IDXG30 119.599 (-0.42)   |   IDXHIDIV20 379.423 (-0.2)   |   IDXQ30 124.629 (0.03)   |   IDXSMC-COM 218.961 (1.24)   |   IDXSMC-LIQ 257.997 (1.39)   |   IDXV30 107.251 (0.23)   |   INFOBANK15 832.7 (-1.05)   |   Investor33 373.408 (0.72)   |   ISSI 150.953 (0.22)   |   JII 549.986 (0.88)   |   JII70 187.543 (0.51)   |   KOMPAS100 1019.5 (2.84)   |   LQ45 788.563 (1.25)   |   MBX 1407.83 (4.87)   |   MNC36 279.661 (0.67)   |   PEFINDO25 277.129 (5.34)   |   SMInfra18 242.149 (-0.57)   |   SRI-KEHATI 316.134 (0.38)   |  

Kemdes PDTT Beri Perhatian Besar di Sektor Pangan

Selasa, 7 Juli 2020 | 11:41 WIB
Oleh : Siprianus Edi Hardum / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemdes PDTT) memberi perhatian yang cukup besar di sektor ketahanan pangan. Hal ini demi menjamin ketersediaan pangan di masa mendatang.

Pasalnya, Organisasi Pangan dan Pertanian dunia (FAO) telah memberi peringatan soal ancaman krisis pangan akibat pandemi Covid-19 yang dialami beberapa negara, termasuk Indonesia dan prediksi kemungkinan kemarau di tahun ini akan lebih lama dari biasanya, yang berarti akan memicu kekeringan lebih lama juga.

Sejumlah langkah antisipasi telah dilakukan oleh Kemdes PDTT yaitu dengan intensifikasi lahan dan diversifikasi pangan untuk mengantisipasi ancaman krisis pangan yang diungkapkan oleh badan milik PBB itu.

Menteri Desa, Pembangunan Desa Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar mengatakan, langkah antisipasi ancaman krisis pengan itu dengan melakukan intensifikasi lahan, salah satunya di daerah transmigrasi binaan Kemendes PDTT.

"Desa itu kita juga terus melakukan penyiapan lahan transmigrasi untuk ketahanan pangan," kata Halim sebagaimana dalam siaran persnya, Selasa (7/7/2020).

Penyiapan lahan transmigrasi itu, salah satunya dilakukan di Kecamatan Dadahub di Provinsi Kalimantan Utara. Di wilayah itu ada sekitar 90.000 hektare lahan yang dimiliki oleh masyarakat transmigrasi.

"Lahan itu diu diupayakan proses intensifikasi tanaman pangan dengan harapan menjadi salah satu upaya ketahanan pangan nasional kita," kata Mantan Ketua DPRD Jawa Timur ini.

Secara keseluruhan, Kemdes PDTT telah menyiapkan 1,8 Juta Hektare lahan transmigrasi untuk membantu ketahanan pangan pasca pandemi covid-19. Lahan pertanian tersebut akan dilakukan intensifikasi untuk mempercepat dan meningkatkan hasil panen padi.

“Lahan yang bisa digunakan untuk intensifikasi ada 1,8 Juta Hektare lahan pertanian di 3,2 juta hektare kawasan transmigrasi. Lokasinya menyebar di beberapa daerah,” ujarnya.

Dari 1,8 juta hektare lahan pertanian tersebut, sebanyak 500.000 Hektare telah melakukan aktifitas produksi. Intensifikasi dilakukan untuk menggenjot percepatan dan peningkatan produksi padi di lahan tersebut.

Intensifikasi pada 500.000 hektare lahan transmigrasi ini diperkirakan akan membantu memenuhi kebutuhan pangan sebanyak 16 juta orang per tahun.

“Misalnya yang sudah ada ini, hasil panennya rata-rata sekitar 3-4 ton per hektare dalam satu kali tanam. Dalam program intensifikasi ini, sebisa mungkin hasil panen akan digenjot minimal 5-6 ton per hektar dalam satu kali tanam,” kata Pria Kelahiran Jombang ini.

Seluas 500.000 hektare lahan ini, lanjutnya, telah memenuhi prasyarat untuk dilakukan intensifikasi, yakni tersedianya tenaga kerja, bibit unggul, pupuk, mekanisasi dan irigasi, rice milling, offtaker, dan perbankan.

Sedangkan sisanya, yakni 1,3 juta hektare lahan akan dilakukan intensifikasi jangka panjang dengan terlebih dulu menyiapkan prasyarat yang belum tersedia seperti mekanisasi dan irigasi, rice milling, dan offtaker. Penyediaan prasyarat intensifikasi tersebut, lanjutnya, akan melibatkan kementerian/lembaga terkait.

Halim mengatakan, peningkatan produktifitas pertanian sangat penting dilakukan, untuk mengantisipasi kemungkinan terancamnya ketahanan pangan pasca pandemi covid-19. Ancaman terjadinya penurunan ketersediaan kebutuhan pangan tersebut, lanjutnya, tidak hanya dialami Indonesia saja namun juga negara-negara lainnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

RUU Cipta Kerja Jadi UU Bisa Dongkrak Ekonomi Pascapandemi

RUU Cipta Kerja jadi UU bisa selamatkan ekonomi Indonesia pasca Covid-19.

EKONOMI | 7 Juli 2020

Mendes PDTT: Gotong Royong Cara Beradapsi terhadap Covid-19

Hidup bergotong royong bisa beradapsi terhadap Covid-19.

EKONOMI | 7 Juli 2020

BEI Hentikan Sementara Perdagangan Saham dan Obligasi Modernland

Pengembang properti PT Modernland Realty Tbk seharusnya melunasi pokok utang obligasi yang jatuh tempo hari ini senilai Rp 150 miliar.

EKONOMI | 7 Juli 2020

BNI Didorong Kembangkan Benih Mompreneur Lewat Program Inkubasi

Di masa pandemi Covid-19 ini para istri justu tampil sebagai penyelamat ekonomi keluarga dengan berbagai jenis usaha yang mereka lakukan di rumah.

EKONOMI | 7 Juli 2020

Kurs Rupiah Menguat ke Rp 14.400

Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pagi hari ini, Selasa (7/7/2020), menguat ke kisaran Rp 14.400.

EKONOMI | 7 Juli 2020

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.000

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,36 persen ke kisaran 5.006,83 pada awal perdagangan hari ini, Selasa (7/7/2020).

EKONOMI | 7 Juli 2020

IHSG Diprediksi Menguat Seiring Bursa Global

IHSG diperkirakan menguat pada perdagangan saham hari ini, Selasa (7/7/2020), didasari kenaikan saham dan saham berjangka AS, dan pemulihan Tiongkok.

EKONOMI | 7 Juli 2020

Bursa Asia Bervariasi di Awal Perdagangan

Bursa Asia Pasifik dibuka mixed pada perdagangan Selasa (7/7/2020). Pelaku pasar menunggu pengumuman suku bunga acuan bank sentral Australia.

EKONOMI | 7 Juli 2020

Dikabarkan Bermasalah, Menteri KKP Beri Izin 26 Eksportir Lobster

Kalau ada hubungan dengan Menteri KKP, apakah salah jika mendapatkan izin ekspor lobster.

NASIONAL | 7 Juli 2020

Pemandu Wisata di Papua Barat Belajar Beternak Secara Daring

Memanfaatkan lahan sempit pekarangan rumah untuk beternak ikan

NASIONAL | 7 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS