Kemperin Fokus Siapkan Kawasan Industri Terpadu
INDEX

BISNIS-27 510.175 (-4.52)   |   COMPOSITE 5783.33 (-30.91)   |   DBX 1064.04 (3.36)   |   I-GRADE 168.858 (-1.83)   |   IDX30 499.932 (-5.86)   |   IDX80 131.904 (-1.28)   |   IDXBUMN20 373.781 (-4.23)   |   IDXG30 136.463 (-1.3)   |   IDXHIDIV20 450.262 (-4.56)   |   IDXQ30 146.101 (-1.65)   |   IDXSMC-COM 248.411 (0.47)   |   IDXSMC-LIQ 303.864 (-0.02)   |   IDXV30 127.988 (-1.07)   |   INFOBANK15 983.467 (-6.57)   |   Investor33 429.105 (-4.31)   |   ISSI 169.797 (-1.06)   |   JII 620.069 (-7.76)   |   JII70 213.196 (-1.92)   |   KOMPAS100 1177.3 (-9.25)   |   LQ45 920.112 (-9.23)   |   MBX 1606.46 (-11.24)   |   MNC36 321.125 (-3.4)   |   PEFINDO25 316.867 (1.18)   |   SMInfra18 295.49 (-3.75)   |   SRI-KEHATI 366.206 (-4)   |  

Kemperin Fokus Siapkan Kawasan Industri Terpadu

Selasa, 7 Juli 2020 | 22:39 WIB
Oleh : Siprianus Edi Hardum / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Perindustrian (Kemperin) fokus menyiapkan sejumlah kawasan industri terpadu (KIT) yang akan dilengkapi dengan infrastruktur penunjang untuk kegiatan bisnis baru. Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024, pemerintah mengusulkan pembangunan sebanyak 27 kawasan industri baru.

“Saat ini, tersedia sekitar 12.500 hektare lahan kawasan industri yang siap ditawarkan ke investor. Mereka bisa masuk ke lokasi mana pun. Kami siap memfasilitasi karena mereka juga punya komunitas dan pertimbangan sendiri untuk mendukung rantai suplainya,” kata Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (KPAII) Dody Widodo di Jakarta, Selasa (7/7/2020).

Dirjen KPAII menyampaikan, pihanya sedang memetakan kawasan industri yang dikelola badan usaha milik negara (BUMN) agar siap menampung relokasi dari China, termasuk KIT Batang yang lahannya dikelola PT Perkebunan Nusantara III (Persero). “Status tanah yang ditawarkan di kawasan milik BUMN adalah hak guna bangunan (HGB) di atas lahan dengan hak pengelolaan (HPL),” tuturnya.

Doddy juga mengemukakan bahwa kawasan industri di sepanjang pantai utara Jawa dinilai punya daya tarik untuk ditawarkan kepada investor potensial karena unggul dari segi kecepatan bongkar-muat ekspor-impor.

“Secara umum relokasi bisa diarahkan ke seluruh kawasan yang berada di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Apalagi, dua wilayah itu masuk rencana percepatan pembangunan ekonomi yang diperkuat dengan Peraturan Presiden Nomor 79 dan Nomor 80 Tahun 2019,” paparnya.

Salah satu area yang sedang diakselerasi pembangunannya adalah KIT Batang yang memiliki luas lahan hingga 4.368 hektare. Kawasan ini gencar ditawarkan kepada pada investor yang berencana merelokasi pabrik dari Tiongkok dan sejumlah negara di Asia Tenggara.

Investasi yang akan masuk ke KIT Batang pada tahap pertama diperkirakan mencapai US$ 850 juta dan berpotensi menyerap 30 ribu tenaga kerja. Pengembangan KIT Batang diprioritaskan untuk bersaing dengan kawasan industri di negara sekitar Asia Tenggara seperti Vietnam dan Malaysia.

Selain KIT Batang, lima pengembangan KIT lainnya telah diusulkan untuk masuk ke dalam daftar proyek strategis nasional (PSN) periode 2020-2024.

Kelima proyek tersebut adalah Kawasan Industri Brebes di Jawa Tengah, Kawasan Industri Takalar di Sulawesi Selatan, Kawasan Industri Tanjung Enim di Sumatera Selatan, serta dua area industri potensial di Maluku Utara, yaitu Teluk Weda dan Pulau Obi.

Kelima kawasan itu dinilai memenuhi persyaratan ketat PSN, baik dari aspek tata ruang kesesuaian dengan RPJMN pemerintah pusat, adanya dampak ekonomi bagi masyarakat lokal, proyeksi lancar saat pembangunan, hingga kewajiban sudah masuk tahap konstruksi paling lambat pada 2024. Sementara itu, usul pengembangan KIT Batang di Jawa Tengah pun hampir dipastikan masuk PSN karena sesuai dengan kebutuhan pemerintah.

Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) Sanny Iskandar mengakui pusat industri di Pulau Jawa lebih menarik perhatian investor ketimbang daerah lain karena infrastrukturnya lebih siap. Dari total 96 kawasan industri yang terdata oleh HKI, lebih dari separuhnya berada di Pulau Jawa.

“Lokasi terbanyak berada di Jawa Barat, dengan mencapai 27 area. Tetapi secara nasional, ada 70 pengelola kawasan dalam lingkup HKI yang siap menampung relokasi industri,” ungkapnya.

Sanny menambahkan, kawasan industri yang sudah menjadi prioritas pemerintah sebaiknya dilengkapi dengan konsep tambahan yang dapat menarik investor potensial, seperti pembangunan hunian dan transportasi. “Sehingga akan ada penurunan biaya operasional, misalnya tidak perlu ada antar-jemput karyawan,” imbuhnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pelindo I Lhokseumawe Gencarkan Ekspansi Bisnis

Pelabuhan Lhokseumawe melayani bongkar muat curah cair dan curah kering di dermaga umum sebanyak 281.901 ton.

EKONOMI | 7 Juli 2020

Menkop dan UKM Berharap Subsidi Bunga UMKM dan Penjaminan Modal Kerja Jadi Solusi UMKM

Teten Masduki berharap program Skema Subsidi Bunga UMKM dan penjaminan modal kerja yang segera diluncurkan.

EKONOMI | 7 Juli 2020

Pengusaha Minta Pemerintah Pangkas Hambatan Distribusi Logistik

Industri logistik yang terhambat membuat perekonomian tidak bisa bergerak cepat.

EKONOMI | 7 Juli 2020

OJK Minta Pegawainya Berpikir Out of The Box Hadapi Covid-19

OJK juga telah melakukan pertemuan dengan perbankan dan pelaku usaha di sektor riil untuk memfasilitasi (link and match) kebutuhan sektor riil.

EKONOMI | 7 Juli 2020

Nobu Bank Dukung Pemulihan Ekonomi Lewat Penjaminan Kredit UMKM

Nobu Bank melihat bahwa pemerintah telah menyusun rangkaian kebijakan stimulus ekonomi yang komprehensif khususnya bagi segmen UMKM.

EKONOMI | 7 Juli 2020

Rusun Pasar Jumat Ditargetkan Rampung Akhir Juli 2020

Menpupera meminta kepada PT Brantas Abipraya selaku kontraktor pelaksana, untuk segera menyelesaikan pembangunan Rusun Pasar Jumat.

EKONOMI | 7 Juli 2020

BKPM Sebut Masterplan Kawasan Industri Batang Selesai Pekan Ini

Penyusunan masterplan Kawasan Industri Terpadu Batang, akan dibagi ke dalam 2 tahap pengembangan.

EKONOMI | 7 Juli 2020

Siloam Alokasikan Capex Rp 400 Miliar untuk Bangun RS

Anggaran tersebut difokuskan untuk membangun 2-3 rumah sakit baru dan pengadaan fasilitas kesehatan untuk penanganan pasien Covid-19.

EKONOMI | 7 Juli 2020

Tol Cisumdawu Ditargetkan Beroperasi September 2021

Terhambatnya pembangunan jalan tol Cisumdawu dikarenakan terkendalanya pembebasan lahan.

EKONOMI | 7 Juli 2020

IFRS 17 Dorong Sistem Data Industri Asuransi Lebih Canggih

SDM juga merupakan faktor kunci yang akan mempengaruhi penerapan IFRS 17.

EKONOMI | 7 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS