APPSI: Nasib 60 Juta UMKM Bergantung pada RUU Cipta Kerja
INDEX

BISNIS-27 496.112 (7.49)   |   COMPOSITE 5571.66 (81.11)   |   DBX 1025.31 (6.73)   |   I-GRADE 161.222 (3.23)   |   IDX30 481.63 (9.32)   |   IDX80 126.239 (2.53)   |   IDXBUMN20 347.718 (10.77)   |   IDXG30 131.769 (1.75)   |   IDXHIDIV20 428.361 (9.36)   |   IDXQ30 139.975 (2.43)   |   IDXSMC-COM 236.298 (3.68)   |   IDXSMC-LIQ 285.496 (7.48)   |   IDXV30 117.12 (3.63)   |   INFOBANK15 959.319 (10)   |   Investor33 418.313 (5.87)   |   ISSI 162.317 (3.18)   |   JII 593.683 (14.31)   |   JII70 203.182 (4.77)   |   KOMPAS100 1131.88 (19.93)   |   LQ45 884.897 (16.77)   |   MBX 1547.61 (24.33)   |   MNC36 311.774 (4.65)   |   PEFINDO25 293.783 (7.19)   |   SMInfra18 273.756 (10.1)   |   SRI-KEHATI 356.906 (5.42)   |  

APPSI: Nasib 60 Juta UMKM Bergantung pada RUU Cipta Kerja

Rabu, 15 Juli 2020 | 17:55 WIB
Oleh : Siprianus Edi Hardum / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Rancangan Undang-undang (RUU) Cipta Kerja kalau sudah menjadi UU dinilai menjadi modal besar Indonesia dalam menarik investasi dan membuka lapangan kerja pasca pandemi Covid-19.

Wakil Ketua Umum DPP Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI), Sarman Simanjorang mengatakan, dampak wabah covid-19 telah memporakporandakan perekonomian nasional dan global.

Karenanya, Indonesia butuh formula untuk bangkitkan ekonomi pasca pandemi. "Tentu salah satu modal besar kita adalah Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja," kata Sarman, Rabu (15/7/2020).

Sarman mengatakan, klaster UMKM dalam RUU Cipta Kerja adalah salah satu yang sangat strategis karena menyangkut nasib 60 juta pelaku UMKM yang saat ini terpuruk akibat Covid-19.

"Kita ingin pasca Covid-19, nasib UMKM dapat semakin jelas dan pasti sehingga aktivitas usahanya dapat berlari kencang untuk mendukung percepatan pemulihan perekonomian kita," kata Sarman.

Kluster terkait penyederhanaan perizinan dan persyaratan investasi, kemudahan berusaha, juga dinilai Sarman strategis. Dia berharap berbagai kendala investasi bisa terjawab dengan RUU Cipta Kerja sehingga arus investasi yang masuk ke tanah air semakin deras dan mampu menciptakan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

"Kita menaruh harapan besar terhadap RUU Cipta Kerja ini untuk dapat menjawab tantangan perekonomian global yang diperkirakan tumbuh minus di tahun 2020 ini dan perekonomian nasional yang diperkirakan turun drastis," kata Sarman.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Fee based Income Masih Menjadi Primadona Peningkatan Laba Bank Bukopin

Pada hari ini Bank Bukopin melaksanakan seremoni pemberian apresiasi kepada para marketing terbaik untuk penjualan Bancassurance periode triwulan pertama tahun

EKONOMI | 15 Juli 2020

PTPP Garap Pembangunan Jalan Sirkuit Mandalika

PTPP dan ITDC menandatangani kerja sama pembangunan jalan di kawasan khusus KEK Mandalika

EKONOMI | 15 Juli 2020

Presiden Bagikan Bantuan Modal Kerja Rp 2,4 Juta untuk Pedagang Kecil

Presiden Jokowi mengatakan bantuan modal kerja diberikan untuk menyemangati para pedagang kecil tetap menekuni usahanya pada masa pandemi saat ini.

EKONOMI | 15 Juli 2020

BBRI Puncaki Daftar Saham Teraktif

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dengan frekuensi 20.581 kali.

EKONOMI | 15 Juli 2020

Kapitalisasi BRPT dan BBRI Anjlok Paling Dalam

Saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) mengalami penurunan terdalam sebesar Rp 30 (2,3 persen) mencapai Rp 1.250.

EKONOMI | 15 Juli 2020

Saat Mata Uang Asia Menguat, Rupiah Ambles ke Rp 14.587

Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 14.450- Rp 14.597 per dolar AS.

EKONOMI | 15 Juli 2020

IHSG Ditutup Melemah 3 Poin ke 5.031

LQ-45 melemah 1,3 poin (0,18 persen) ke level 793,9.

EKONOMI | 15 Juli 2020

Progres Pembangunan Sirkuit Mandalika 40%

Pembangunan Sirkuit Mandalika ditargetkan selesai pertengahan 2021.

EKONOMI | 15 Juli 2020

Upah Nominal Harian Buruh Tani Nasional Naik 0,19%

Upah riil buruh tani mengalami kenaikan sebesar 0,11 persen.

EKONOMI | 15 Juli 2020

Raih Pinjaman SMF Rp 850 Miliar, BTN Siap Optimalkan KPR Subsidi

Nilai outstanding pinjaman BTN hingga Juni 2020 tercatat Rp 17,8 triliun.

EKONOMI | 15 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS