Rungkun Awi Cisarua Jadi Titik Ekonomi Baru Masyarakat
INDEX

BISNIS-27 511.575 (-1.4)   |   COMPOSITE 5759.92 (23.42)   |   DBX 1054.23 (9.81)   |   I-GRADE 169.662 (-0.8)   |   IDX30 501.412 (-1.48)   |   IDX80 131.739 (0.17)   |   IDXBUMN20 371.622 (2.16)   |   IDXG30 135.832 (0.63)   |   IDXHIDIV20 450.213 (0.05)   |   IDXQ30 146.619 (-0.52)   |   IDXSMC-COM 244.641 (3.77)   |   IDXSMC-LIQ 299.216 (4.65)   |   IDXV30 126.958 (1.03)   |   INFOBANK15 989.895 (-6.43)   |   Investor33 430.473 (-1.37)   |   ISSI 168.725 (1.07)   |   JII 619.114 (0.96)   |   JII70 212.184 (1.01)   |   KOMPAS100 1175.82 (1.47)   |   LQ45 920.779 (-0.67)   |   MBX 1601.16 (5.3)   |   MNC36 321.923 (-0.8)   |   PEFINDO25 313.689 (3.18)   |   SMInfra18 292.004 (3.49)   |   SRI-KEHATI 368.014 (-1.81)   |  

Rungkun Awi Cisarua Jadi Titik Ekonomi Baru Masyarakat

Sabtu, 1 Agustus 2020 | 14:55 WIB
Oleh : Siprianus Edi Hardum / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Sehari jelang Hari Raya Idul Adha 1441 H, Menteri Koperasi dan UKM,Teten Masduki mengunjungi Rungkun Awi yang berada di Desa Tugu Selatan, Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Kawasan hutan bambu, bekas pembuangan sampah tersebut, kini sudah mulai menjadi titik ekonomi baru bagi masyarakat di sekitar Cisarua, Bogor, Jawa Barat.

Teten Masduki optimistis, jika dikelola dengan baik, kawasan yang menjadi tempat "kongkow" musisi jazz Idang Rasjidi itu, akan mulai berubah menjadi kegiatan kebudayaan dan kesenian masyarakat.

Menurut Teten, wilayah tersebut dekat dengan Jakarta dan diharapkan akan menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat, dengan memberdayakan produk unggulan UMKM setempat.

"Kang Idang mengajak saya kesini pasti punya ide. 17 tahun sebelumnya tempat sampah. Jika diliat ini dekat Jakarta. Kita akan buka semacam kegiatan kebudayaan, pusat kegiatan ekonomi masyarakat," tegas Teten usai melihat kawasan konservasi Rungkun Awi di desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Bogor, Jawa Barat, Kamis (30/7/2020) sebagaimana dalam siaran persnya.

Teten menjelaskan, jika dikelola dan digarap dengan baik, maka Rungkun Awi akan memiliki nilai ekonomi yang luar biasa. Pihaknya juga ingin menunjukkan kepada masyarakat disekitar lokasi, untuk menghargai potensi, daerah dan alamnya. Karena hal itu akan berdampak pada meningkatnya perekonomian bagi masyarakat setempat.

"Misalnya di hari Sabtu dan minggu kita akan buka pasar rakyat. Dimana para petani bisa menjual hasil bumi, makanan. Ini bakal menarik. Saya optimis. Asal digarap dengan baik," katanya.

Teten juga mengaku kagum, dengan hutan bambu alamiah Rungkun Awi, yang bisa juga dimanfaatkan untuk sektor pariwisata. Kemkop dan UKM menurutnya, akan merumuskan langkah pemerintah untuk bisa bersinergi, agar sektor UMKM bisa tumbuh di kawasan tersebut.

"Kita sudah jarang sekali lihat bambu yang masih alamiah dan lengkap seperti ini. Disuatu daerah perlu ada pusat ekonominya. Ini akan menjadi titik-titik tumbuh ekonomi masyarakat. Embrio baru. Kami akan segera merumuskah langkah dari Kemkop dan UKM," tambahnya.

Ia menegaskan, pemerintah akan mendorong tumbuhnya entrepreuneurship masyarakat, melalui sektor-sektor yang selama ini tidak dilirik, yaitu memanfaatkan alam untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan. Teten mencontohkan, disejumlah negara, banyak dikembangkan pertumbuhan pusat-pusat ekonomi masyarakat.

"Yang penting kita harus tumbuhkan entrepreneurship masyarakat. Kalau tadinya dengan modal besar, dengan usaha dikota. Kita tunjukkan bisa mulai usaha dikampungnya sendiri. Apa adanya. Jadikan bisa memiliiki nilai ekonomi. Disitulah pentingnya pemberdayaan, ditengah kekuatan ekonomi masyarakat itu sendiri," kata Teten.

Sementara itu, musisi jazz yang juga Inisiator Rungkun Awi, Idang Rasjidi mengaku, sangat bangga dan senang dengan kehadiran MenKopUKM di kawasan Rungkun Awi. Karena menurutnya, negara hadir di wilayah yang selama ini dilupakan masyarakat.

"Dengan hadirnya Menkop dan UKM, maka negara hadir ditempat yang sebelumnya dilupakan. Saya dorong terus untuk memanfaatkan alam sebagai pusat kegiatan kesenian, kebudayaan dan UMKM masyarakat," kata Idang.

Idang menjelaskan, hadirnya Menkop dan UKM akan menjadi "magnet" hadirnya banyak pihak untuk bersinergi menumbuhkan perekonomian masyarakat sekitar. Menurut Idang, dirinya ingin mewujudkan impian dan cita-cita anak bangsa.

"Ini akan membuat gairah. Kita tidak sendirian. Masa depan anak-anak mulai kelihatan. Kita buat cita cita anak anak terwujud," tambahnya.

Idang juga mengaku, tengah membuat produk UMKM, yaitu alat musik Ronteng, yang terbuat dari bamboo yang berasal dari kawasan setempat. Alat musik ini seperti angklung pukul, dikhususkan dengan pelod dan slendro, yang telah memiliki paten Indonesia. "Pelod dan slendro ini milik Indonesia sudah patenkan," katanya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Tinjau Grand Smesco Hills, Menkop dan UKM Fokus Pelatihan Bisnis

Grand Smesco Hills dijadikan tempat pelatihan model bisnis.

EKONOMI | 1 Agustus 2020

Progres Sistem Penyediaan Air Minum Bandar Lampung Rp 1,1 Triliun 98%

SPAM Kota Bandar Lampung menjadi salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan pasokan air melalui sistem perpipaan.

EKONOMI | 1 Agustus 2020

Kurban Online Baznas Salurkan Daging ke 229 Desa di Indonesia

Baznas salurkan daging untuk ratusan desa dan kabupaten di Indonesia.

EKONOMI | 1 Agustus 2020

Semester I, Transaksi RFB AXA Tower Naik 48,71%

Untuk nasabah baru mengalami peningkatan 466 orang atau tumbuh 79,92 persen dibandingkan semester I tahun sebelumnya.

EKONOMI | 1 Agustus 2020

Peruri Raih Dua Penghargaan

Peruri mendapatkan dua penghargaan yaitu The Best GRC For Compliance & Risk Management dan The Best Corporate Secretary 2020.

EKONOMI | 1 Agustus 2020

BMKG Prediksi Mayoritas Jakarta Cerah Berawan

Untuk pagi ini mayoritas wiayah Jakarta cerah berawan.

EKONOMI | 1 Agustus 2020

Kapitalisasi Bursa Bertambah Rp 78 Triliun Pekan Ini

Volume transaksi harian perdagangan naik 11,05 persen menjadi 11,692 miliar saham dibandingkan pekan lalu sebesar 10,529 miliar saham.

EKONOMI | 1 Agustus 2020

Dow Naik 110 Poin Tertolong Saham Teknologi

Dow Jones Industrial Average naik 114,67 poin, atau 0,4 persen menjadi 26.428,32 setelah sempat turun 300 poin.

EKONOMI | 1 Agustus 2020

Demi Mengatur Konten, Pemerintah Didesak Membuat UU Periklanan

Dewan Periklanan Indonesia (DPI) mendesak pemerintah merancang Undang-Undang Periklanan.

EKONOMI | 31 Juli 2020

Insan Pariwara Dituntut Beretika di Tengah Pandemi

Insan kreatif pariwara diharapkan memiliki etika positif di tengah pandemi Covid-19.

EKONOMI | 31 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS