Kemitraan Usaha Besar dan Koperasi Nelayan Terus Ditingkatkan
INDEX

BISNIS-27 491.129 (6.19)   |   COMPOSITE 5612.42 (49.05)   |   DBX 1062.36 (-0.64)   |   I-GRADE 161.886 (2.05)   |   IDX30 478.794 (5.98)   |   IDX80 126.714 (1.36)   |   IDXBUMN20 355.426 (3.6)   |   IDXG30 131.028 (0.91)   |   IDXHIDIV20 432.126 (4.06)   |   IDXQ30 139.823 (1.88)   |   IDXSMC-COM 243.691 (1.17)   |   IDXSMC-LIQ 294.252 (2.73)   |   IDXV30 122.487 (1.93)   |   INFOBANK15 946.8 (16.1)   |   Investor33 412.464 (5.31)   |   ISSI 165.112 (0.72)   |   JII 597.802 (2.79)   |   JII70 206.187 (1.22)   |   KOMPAS100 1134.88 (12.89)   |   LQ45 883.061 (10.42)   |   MBX 1552.46 (15.74)   |   MNC36 308.511 (3.58)   |   PEFINDO25 308.232 (5.44)   |   SMInfra18 281.756 (1.89)   |   SRI-KEHATI 352.482 (4.61)   |  

Kemitraan Usaha Besar dan Koperasi Nelayan Terus Ditingkatkan

Senin, 31 Agustus 2020 | 19:55 WIB
Oleh : Siprianus Edi Hardum / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mendorong langkah kemitraan antara usaha besar (sebagai offtaker) dengan koperasi nelayan terus ditingkatkan, agar ikan hasil tangkapan nelayan bisa diserap pasar.

"Dengan konsep kemitraan tersebut, saya berharap sektor kelautan yang 96% didominasi pelaku UMKM bisa lebih efisien, ekonomis, dan produktif," ucap Teten, usai meninjau salah satu offtaker produk nelayan dan pengolahan ikan di kawasan Pelabuhan Muara Angke, Jakarta Utara, Senin (31/8/2020).

Dengan kemitraan, lanjut Teten, ada kepastian pasar bagi hasil tangkapan nelayan di seluruh Indonesia. "Oleh karena itu, saya menginginkan agar usaha di sektor kelautan tidak dilakukan secara individu, melainkan tergabung dalam wadah koperasi," ujar Teten.

Dengan berkoperasi, seluruh proses usaha sektor kelautan (nelayan) bisa masuk skala keekonomian. "Produk sektor kelautan merupakan salah satu keunggulan kita. Maka, kita harus kembangkan dan perluas sisi pemasarannya," kata Teten.

Namun, meski pasar ekspor tengah menurun tajam di tengah pandemi Covid-19, Teten mendorong untuk memperkuat pasar domestik yang juga tak kalah besar dengan potensi 260 juta penduduk Indonesia.

"Rantai ekonomi sektor kelautan yang terlalu panjang, harus lebih disederhanakan dan diperpendek. Sehingga, nelayan dan koperasi dapat lebih menikmati keuntungannya," tandas Teten.

Terlebih lagi, menurut Teten, sektor kelautan merupakan sektor padat karya. Dimana mampu menyerap banyak tenaga kerja, dari hulu hingga hilir. "Dengan kemitraan dengan para offtaker juga memudahkan koperasi untuk mengakses pembiayaan dari lembaga keuangan," tukas Teten.

Potensi Pasar

Dalam kesempatan yang sama, mantan Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita, menjelaskan, ada dua potensi pasar yang besar bagi produk perikanan dan kelautan asal Indonesia yang harus terus ditingkatkan.

"Untuk pasar ekspor, Indonesia ada perjanjian kerjasama dengan Australia. Begitu juga dengan pasar China yang pertumbuhan ekonominya mulai kembali positif," kata Enggar.

Di samping itu, kata Enggar, pasar Jepang dan Eropa bisa juga menjadi sasaran untuk perluasan pasar produk kelautan dari Indonesia. "Pokoknya, sektor unggulan kita ini harus membuka potensi pasar seluas-luasnya," imbuh Enggar.

Sementara untuk pasar domestik, Enggar berharap pelaku UMKM sektor kelautan mampu memanfaatkan teknologi dalam memasarkan produknya. "Dalam penjualan secara digital online itu, kualitas produk harus benar-benar dijaga. Pengusaha dan nelayan harus sama-sama menjaga kualitas produknya," ucap Enggar.

Sementara Dirut PT Cahaya Bahari Jakarta Then Herry Yulianto mengatakan, sebagai offtaker ikan dari hasil tangkapan nelayan, pihaknya mampu mengolah dan memproduksi produk ikan olahan hingga 6.000 ton per bulan. "Kami mampu menampung berapa pun besarnya hasil tangkapan ikan dari nelayan di seluruh Indonesia," pungkas Herry.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Intiland Optimistis Klaster Dandelion Diserap Pasar

Desain hunian di klaster Dandelion memiliki konsep rumah sehat yang compact dan fungsional.

EKONOMI | 31 Agustus 2020

Smesco Gandeng Blibli Gulirkan Program Kakak Asuh UMKM

Teten Masduki menekankan bahwa perluasan pasar produk UMKM dan pelatihan peningkatan kapasitas SDM UMKM sebaiknya bekerja sama dengan platform digital.

EKONOMI | 31 Agustus 2020

DMS Propertindo Akuisisi Satu Hotel di DIY

DMS Propertindo juga melakukan berbagai penerapan efisiensi untuk menekan biaya operasional.

EKONOMI | 31 Agustus 2020

Pertamina Beberkan 3 Penyebab Kerugian Rp 11 T di Semester I 2020

Penyebab utama kerugian yang mencapai triliunan antara lain karena adanya penurunan permintaan dan juga fluktuasi nilai tukar rupiah.

EKONOMI | 31 Agustus 2020

Kemko Marves Ciptakan UMKM Baru Sektor Kelautan dan Perikanan

Program hilirisasi produk kelautan dan perikanan melalui SahabatGemarikan.id ini merupakan kelanjutan program Satu Juta Nelayan Berdaulat.

EKONOMI | 31 Agustus 2020

BI: Likuiditas Perekonomian M2 Meningkat 10,5% Per Juli 2020

Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) meningkat 10,5% pada Juli 2020.

EKONOMI | 31 Agustus 2020

Tekan Impor Sepeda hingga Alas Kaki, Mendag Terbitkan Aturan Baru

Kementerian Perdagangan telah menerbitkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 68 Tahun 2020 Tentang Ketentuan Impor Alas Kaki, Elektronik.

EKONOMI | 31 Agustus 2020

Pekan Ini, BPJT Rampungkan Pembahasan Teknis Pemanfaatan Tol untuk Sepeda

Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) akan merampungkan pembahasan teknis mengenai pemanfaatkan ruas Jala Tol Lingkar Dalam Kota untuk lintasan sepeda, pekan ini.

EKONOMI | 31 Agustus 2020

Manfaatkan Produk Dalam Negeri, Rata-Rata TKDN Pertamina Capai 54%

Hingga pertengahan 2020, rata-rata Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) Pertamina telah mencapai 54%.

EKONOMI | 31 Agustus 2020

BTN Pacu Penyaluran Pembiayaan Properti

BTN berkolaborasi dengan PT Intiland Development Tbk menawarkan Program 3 on 3.

EKONOMI | 31 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS