Cegah Covid-19, Kemperin Proaktif Awasi Perusahaan Pemegang Iomki
INDEX

BISNIS-27 510.733 (-0.96)   |   COMPOSITE 5813.99 (8.35)   |   DBX 1076.27 (7.25)   |   I-GRADE 169.305 (0.42)   |   IDX30 499.8 (-0.42)   |   IDX80 132.38 (-0.05)   |   IDXBUMN20 374.254 (3.4)   |   IDXG30 135.455 (0)   |   IDXHIDIV20 450.5 (-0.05)   |   IDXQ30 146.053 (-0.32)   |   IDXSMC-COM 250.881 (1.27)   |   IDXSMC-LIQ 309.077 (1.57)   |   IDXV30 131.098 (0.77)   |   INFOBANK15 988.482 (3.85)   |   Investor33 429.242 (-0.22)   |   ISSI 170.543 (-0.31)   |   JII 620.021 (-2.8)   |   JII70 214.017 (-0.68)   |   KOMPAS100 1185.8 (0.59)   |   LQ45 922.358 (-0.15)   |   MBX 1613.53 (1.07)   |   MNC36 321.576 (-0.47)   |   PEFINDO25 321.335 (-3.22)   |   SMInfra18 295.407 (2.01)   |   SRI-KEHATI 367.139 (0.09)   |  

Cegah Covid-19, Kemperin Proaktif Awasi Perusahaan Pemegang Iomki

Rabu, 9 September 2020 | 19:48 WIB
Oleh : Siprianus Edi Hardum / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Perindustrian (Kemperin) terus memantau perusahaan yang mendapat Izin Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri (Iomki) dalam menjalankan aturan yang telah ditetapkan. Hal ini sesuai Surat Edaran Menteri Perindustrian Nomor 8 Tahun 2020 tentang Kewajiban Pelaporan Bagi Perusahaan Industri dan Perusahaan Kawasan Industri yang memiliki Iomki.

“Kami ingin memastikan penerapan protokol kesehatan di sektor industri dijalankan secara ketat dan benar. Sebab, Iomki menjadi salah satu instrumen dalam memacu produktivitas manufaktur sehingga mendongkrak perekonomian nasional,” kata Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (Ilmate) Kemperin, Taufiek Bawazier, ketika melakukan kunjungan kerja di PT Exedy Manufacturing Indonesia (EMI), Karawang International Industry City (KIIC), Jawa Barat, Rabu (9/9/2020).

Pada kesempatan tersebut, juga dihadiri Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kemperin, Dody Widodo. Selain mengunjungi PT EMI, rombongan pun meninjau PT LG Electronics Indonesia di Kawasan Industri Town MM 2100, Bekasi, Jawa Barat.

Berdasarkan SE Menperin 8/2020 perusahaan industri dan pengelola kawasan industri yang memperoleh IOMKI wajib melaporkan aktivitas kegiatan industrinya secara rutin, termasuk penerapan protokol kesehatannya.

Langkah yang wajib dilakukan perusahaan antara lain melakukan screening awal ke seluruh pekerja (suhu tubuh dan gejala penyakit) pada waktu memasuki area pabrik dan pergantian shift.

Jika ditemukan pekerja yang tidak sehat, dilarang berkegiatan di perusahaan dan merekomendasikan untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kebersihan dan kesehatan bagi karyawan.

Selanjutnya, memastikan pekerja yang tidak sehat dan memiliki riwayat perjalanan dari wilayah yang terpapar Covid-19, dalam 14 hari terakhir untuk tidak memasuki wilayah pabrik. Kemudian, memastikan area kerja memiliki sirkulasi udara yang baik, memiliki fasilitas kesehatan, serta sarana untuk menjaga kebersihan.

Kewajiban lainnya bagi perusahaan adalah menyediakan makanan bergizi serta suplemen untuk seluruh karyawan, juga memberikan panduan dan sosialisasi bagi pekerja menengai perjalanan pergi dan pulang bekerja.

Sementara itu, kewajiban untuk pekerja, antara lain memakai masker sejak ke luar rumah dan memakai masker dan sarung tangan selama berada di area pabrik. Kemudian, menjaga jarak minimal satu meter (social distancing) dan dilarang berkelompok pada saat jam istirahat, serta wajib menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.

Gairahkan Iklim Usaha

Taufiek Bawazier, menjelaskan, langkah Kemenperin memberikan IOMKI terbukti mampu menggairahkan iklim usaha di tanah air, meskipun dalam tekanan dampak pandemi Covid-19. Hal ini tercermin dari capaian Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia di bulan Agustus yang berada pada level 50,8 atau menandakan sedang ekspansif karena melampaui ambang ekspansi 50,0.

“Ini menjadi pelajaran penting bagi kita, bahwa diterbitkannya IOMKI diharapkan bisa berperan dalam upaya mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional. Oleh karena itu, kami terus aktif mengawal seluruh aktivitas sektor industri, dengan tetap menjaga protokol kesehatan,” tuturnya.

Menurut Taufiek, implementasi Iomki juga perlu didukung oleh seluruh pihak, seperti asosiasi industri, pemerintah daerah, dan gugus tugas setempat. “Kami ingin aktivitas industri dan protokol kesehatan bisa berjalan beriringan. Kami akan selalu hadir untuk menjaga investasi industri dapat tumbuh sehingga terjadi penyerapan tenaga kerja,” tandasnya.

Ia menambahkan, pihaknya menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung dan menjaga aktivitas sektor industri bisa berjalan baik dengan tetap menjalankan protokol kesehatan secara ketat.

“Kami telah mendorong kepada seluruh pengelola kawasan industri agar dapat melakukan upaya pencegahan penyeberan virus korona baru,” ujarnya.

Kemperin akan memperluas pengawasan protokol kesehatan untuk menekan penyebaran Covid-19 di area industri. Oleh karena itu, para pengelola kawasan industri bersama penyewa (tenant) diminta untuk membuat gugus tugas kawasan industri yang bekerja sama dengan gugus tugas pemerintah daerah yang ada di kabupaten atau kota.

“Mereka secara intensif akan melakukan edukasi maupun pemantauan untuk memastikan pelaksanaan protokol kesehatan di luar dan dalam kawasan industri,” teran Dody. Hingga awal September 2020, sekitar 17.967 Iomki telah diterbitkan dengan jumlah tenaga kerja dari seluruh industri tersebut sebanyak 5,13 juta orang.

Di lokasi terpisah, Dirjen Industri Agro Kemperin Abdul Rochim menyampaikan apresiasinya kepada perusahaan-perusahaan yang telah menerapkan protokol kesehatan dengan baik, bahkan sampai detail. “Contohnya pabrik skincare Unilever di Bekasi ini, penerapan protokol kesehatannya hingga ke pengaturan parkir, sehingga pekerja shift 1 dan shift 2 tidak saling bertemu,” ungkapnya.

Meskipun di lokasi berbeda, pernah terdapat kasus Covid-19 di salah satu pabrik Unilever yang saat ini sudah ditangani dengan baik. Upaya penanganan tersebut berkat kerja sama dengan Kemenperin dan pemerintah daerah.

“Saat ini pabrik tersebut sudah beroperasi dengan normal lagi,sedangkan di pabrik ini tidak ada yang terpapar. Mudah-mudahan kalau tetap dijaga, kita juga tetap berkoordinasi, akan membawa dampak pertumbuhan yang baik bagi industri,” paparnya.

Supply Chain Director PT Unilever Indonesia, Rizki Raksanugraha mengatakan, dalam menerapkan protokol kesehatan, perusahaanya sudah mengadopsi standar WHO dan peraturan Menteri Kesehatan, serta menyesuaikan dengan kebijakan perusahaan untuk memperoleh keamanan kesehatan yang optimal.

“Sebagai contoh, kami menggunakan tes PCR karena tingkat reliabilitasnya. Selain itu, untuk kontak erat dengan kasus positif juga difasilitasi tes PCR. Tes tersebut juga dilakukan untuk monitoring kondisi karyawan, yang dilakukan untuk 10% karyawan setiap bulannya,” tuturnya.



Sumber:BeritaSatu.com

TAG: 


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kemkop dan UKM dan KPK Sepakat Banpres Produkif Harus Akuntabel

Kemkop UKM dan KPK sepakat penyaluran Banpres Produktif akuntabel.

EKONOMI | 9 September 2020

Dorong Integrasi Industri Pangan, RNI Tata Organisasi dan Bisnis Model

RNI terus melakukan berbagai persiapan di tengah integrasi bisnis BUMN Pangan yang saat ini sedang didorong oleh Kementerian BUMN.

EKONOMI | 9 September 2020

Kempupera Minta Pengelola Jalan Tol Agar Tingkatkan Kualitas Layanan

Pengelola jalan tol harus tingkatkan pelayanan.

EKONOMI | 9 September 2020

ExxonMobil Perkuat Penetrasi di Industri Pelumas

EMLI terus berkembang dan memperkuat penetrasi di bisnis pelumas Indonesia, setelah mengakuisisi PT Federal Karyatama.

EKONOMI | 9 September 2020

Pelindo I Pekanbaru Optimistis Capai Target Kinerja 2020

Pelindo I Cabang Pekanbaru membukukan pendapatan usaha sampai dengan bulan Juli tahun 2020 sebesar Rp 77,029 miliar.

EKONOMI | 9 September 2020

Cegah Covid, Kemenperin Awasi Perusahaan Pemegang IOMKI

Kemenperin terus memantau perusahaan yang mendapat Izin Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri (IOMKI) dalam menjalankan protokol kesehatan,

EKONOMI | 9 September 2020

REI Nantikan Realisasi Stimulus Pemerintah

REI meminta tiga masalah utama di sektor properti dibenahi.

EKONOMI | 9 September 2020

SRI Gandeng PGRI Wujudkan Perumahaan Rakyat Berbasis Komunitas

Untuk tahap awal PT Sinergi Rajawali Indonesi akan membangun di lima wilayah Jakarta yakni Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Jakarta Barat dan Jaka

EKONOMI | 9 September 2020

Visa Gandeng ALTO Majukan Pembayaran Nontunai

Visa, penyedia pembayaran digital, dan ALTO, penyedia layanan end-to-end bank switching dan solusi pembayaran digital, berkomitmen memajukan pembayaran nontunai

EKONOMI | 9 September 2020

Phintraco Sekuritas Resmikan Galeri Investasi Virtual Pertama

Peresmian Galeri Investasi yang dilakukan secara virtual, merupakan pertama kali dalam sejarah Peresmian Galeri Investasi Bursa Efek Indonesia.

EKONOMI | 9 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS