OJK: Penanganan Covid-19 Jadi Kunci Kebangkitan Ekonomi
INDEX

BISNIS-27 448.028 (-0.11)   |   COMPOSITE 5099.84 (-3.39)   |   DBX 964.111 (2.27)   |   I-GRADE 139.821 (-0.42)   |   IDX30 426.948 (0.39)   |   IDX80 113.317 (0.11)   |   IDXBUMN20 291.67 (1.28)   |   IDXG30 118.931 (0.18)   |   IDXHIDIV20 379.8 (-0.77)   |   IDXQ30 124.715 (-0.33)   |   IDXSMC-COM 219.701 (0.45)   |   IDXSMC-LIQ 255.871 (2.67)   |   IDXV30 106.644 (1.52)   |   INFOBANK15 836.821 (-6.19)   |   Investor33 373.706 (-0.97)   |   ISSI 150.561 (0.36)   |   JII 547.285 (1.18)   |   JII70 187.054 (0.33)   |   KOMPAS100 1020.57 (-1.1)   |   LQ45 786.439 (0.76)   |   MBX 1410.93 (-1.57)   |   MNC36 280.006 (-0.59)   |   PEFINDO25 280.13 (0.18)   |   SMInfra18 241.99 (-0.13)   |   SRI-KEHATI 316.197 (-0.37)   |  

OJK: Penanganan Covid-19 Jadi Kunci Kebangkitan Ekonomi

Kamis, 17 September 2020 | 21:14 WIB
Oleh : Lona Olavia / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Penanganan pandemi Covid-19 yang efektif dan tepat menjadi kunci pemulihan di sektor keuangan dan ekonomi domestik secara keseluruhan. Apalagi, pandemi ini membawa banyak tantangan ke sektor ekonomi, tak hanya di Indonesia namun juga di seluruh dunia.

Wakil Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nurhaida menegaskan, sebelum menghadapi masalah ekonomi, yang utama harus diselesaikan adalah tantangan penanganan pandemi.

“Tantangan utama dalam pandemi ini adalah bagaimana kita dapat menangani pandemi secara efektif sehingga kegiatan ekonomi masyarakat secara bertahap dapat dibuka kembali dan meminimalkan dampak pandemi terhadap perekonomian,” ucapnya dalam "6th Indonesian Financial Association International Conference” yang digelar secara virtual di Jakarta, Kamis (17/9/2020).

Tantangan lainnya, lanjut Nurhaida, yaitu bagaimana meningkatkan permintaan barang dan jasa. Dia menyampaikan bahwa likuiditas di Tanah Air sangat baik, namun sayangnya belum terserap oleh swasta dan sektor riil yang diindikasikan dengan rendahnya pertumbuhan kredit. “Likuiditas di perbankan lumayan baik, tapi yang menjadi masalah adalah permintaannya tidak ada,” katanya.

Oleh karena itu, OJK selaku regulator jasa keuangan menilai hal tersebut sebagai tantangan dan berupaya mencoba meningkatkan permintaan di masyarakat melalui kebijakan dan stimulus bagi pelaku industri jasa keuangan yang terdampak pandemi. “Menurut saya, ketika kita mencoba meningkatkan permintaan, harus ada kemampuan pasar, kemampuan masyarakat, untuk benar-benar menyerap produk yang ada di pasar. Baik itu produk riil maupun produk keuangan. Jadi ini tantangan lain,” pungkas Nurhaida.

Tantangan berikutnya adalah bagaimana menggeser perilaku konsumen dan aktivitas bisnis melalui penggunaan teknologi secara masif. Pandemi telah mendorongan pelaku bisnis untuk mengoptimalkan penggunaan teknologi digital untuk mencegah penyebaran Covid-19. “Dan inilah tantangan bagi kita bagaimana mendigitalisasikan perekonomian kita, dan bagaimana mendigitalisasikan bisnis di Indonesia, baik itu perbankan, pasar modal atau lembaga keuangan non bank,” ujar Nurhaida.

Menyikapi tantangan tersebut, OJK dan pemerintah, sambung dia mencoba melihat pasar dan apa yang sebenarnya dibutuhkan pasar, sehingga siap mengeluarkan kebijakan yang diperlukan untuk mencegah kemerosotan ekonomi dalam negeri. Pemerintah di sisi fiskal, menjadikan kebijakan fiskal kunci untuk memberikan stimulus untuk menciptakan permintaan seperti bantuan sosial, insentif, dan percepatan belanja pemerintah. Industri keuangan pun siap menjadi katalisator untuk meningkatkan daya beli masyarakat dan mendukung sektor riil.

OJK, tambah Nurhaida, juga tidak hanya fokus pada pemulihan ekonomi tetapi juga transformasi ekonomi dan struktur keuangan melalui transformasi digital yang masif. “Kami juga telah menggeser aktivitas ekonomi dari contact intensive menjadi aktivitas ekonomi yang less contact, termasuk di sektor keuangan,” ujar Nurhaida.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kemperin Perkuat Unit Kerja dalam Reformasi Birokrasi

Di era digital ini masyarakat menginginkan pengurusan lebih cepat, efektif, dan efisien.

EKONOMI | 17 September 2020

Asosiasi Pengembang Bantu Penanganan Covid-19 di Jatim

REI Jatim memberikan bantuan untuk penanganan Covid-19 itu berupa 1.200 baju hazmat dan 28.000 masker medis.

EKONOMI | 17 September 2020

Polri Sebut Penularan Covid-19 Tinggi karena Ketidakdisiplinan

Banyaknya masyarakat terjangkit Covid-19 karena tidak disiplin.

EKONOMI | 17 September 2020

Startup Agribisnis Indonesia Terbanyak di ASEAN

Banyak startup agribisnis yang bergerak di bidang farmer advisory, mekanisasi, visibility, digital marketplace, hingga peer to peer lending.

EKONOMI | 17 September 2020

Kemkop dan UKM Persiapkan Transformasi UMKM Pasca Pandemi Covid-19

Kesulitan ekonomi yang disebabkan pandemi Covid-19 diperkirakan akan terus berlanjut hingga tahun depan.

EKONOMI | 17 September 2020

Hingga September, Bank Mandiri Salurkan Dana PEN Rp 35,6 Triliun

Bank Mandiri memperkuat penyaluran dana PEN ke sektor UMKM.

EKONOMI | 17 September 2020

Menaker Kunjungi Penerima BLT di Bekasi

Menaker Ida Fauziah berharap BLT yang diberikan pemerintah dapat bermanfaat, terutama saat pandemi seperti sekarang ini.

EKONOMI | 17 September 2020

Teten: Pentingnya Gerakan Bangga Buatan Indonesia bagi UMKM

Masyarakat harus lakukan gerakan Bangga Buatan Indonesia.

EKONOMI | 17 September 2020

Kempupera Bangun 11 Pos Lintas Batas Negara di Tahun 2020 - 2021

Kempupera melaksanakan pembangunan di kawasan perbatasan melalui tiga program.

EKONOMI | 17 September 2020

Pasar Apartemen Mulai Bergeser ke Bodetabek

Segmen pasar dari hunian apartemen di Bodetabek didominasi kelas menengah-bawah.

EKONOMI | 17 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS