Topang Industri 4.0, Pembangunan Infrastruktur Digital Buka Peluang US$ 150 Miliar
INDEX

BISNIS-27 511.575 (0.44)   |   COMPOSITE 5759.92 (18.41)   |   DBX 1054.23 (6.22)   |   I-GRADE 169.662 (0.1)   |   IDX30 501.412 (0.38)   |   IDX80 131.739 (0.32)   |   IDXBUMN20 371.622 (2.04)   |   IDXG30 135.832 (0.64)   |   IDXHIDIV20 450.213 (1.45)   |   IDXQ30 146.619 (0.01)   |   IDXSMC-COM 244.641 (2.13)   |   IDXSMC-LIQ 299.216 (3.58)   |   IDXV30 126.958 (0.57)   |   INFOBANK15 989.895 (1.39)   |   Investor33 430.473 (-0.07)   |   ISSI 168.725 (0.32)   |   JII 619.114 (-0.33)   |   JII70 212.184 (0.29)   |   KOMPAS100 1175.82 (2.46)   |   LQ45 920.779 (1.79)   |   MBX 1601.16 (4.49)   |   MNC36 321.923 (0.11)   |   PEFINDO25 313.689 (1.8)   |   SMInfra18 292.004 (0.98)   |   SRI-KEHATI 368.014 (-0.12)   |  

Topang Industri 4.0, Pembangunan Infrastruktur Digital Buka Peluang US$ 150 Miliar

Selasa, 22 September 2020 | 17:50 WIB
Oleh : Siprianus Edi Hardum / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Perindustrian (Kemperin) terus mendorong sektor manufaktur di Tanah Air untuk dapat memanfaatkan teknologi industri 4.0. Hal ini sesuai implementasi program prioritas pada peta jalan Making Indonesia 4.0 yang bertujuan meningkatkan daya saing industri nasional di kancah global.

“Salah satu visi Making Indonesia 4.0 adalah menjadikan Indonesia masuk jajaran 10 ekonomi terbesar di tahun 2030,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Selasa (22/9/2020).

Menurut Agus, penerapan program prioritas tersebut secara langsung bakal berdampak terhadap revitalisasi sektor manufaktur dan diharapkan mampu meningkatkan kontribusi ekspor netto hingga 10 persen dari PDB.

“Dengan adanya roadmap Making Indonesia 4.0 akan memberikan arah dan strategi yang jelas bagi pergerakan industri di Indonesia pada masa yang akan datang,” jelasnya.

Lebih lanjut, pemanfaatan teknologi industri 4.0 diyakini memberikan keuntungan bagi perusahaan, antara lain dapat menaikkan efisiensi dan mengurangi biaya sekitar 12-15%. “Oleh karena itu, guna mencapai target yang ditetapkan, infrastruktur digital perlu dikembangkan,” imbuhnya.

Ada pun sejumlah teknologi digital yang menjadi kunci pembangunan sistem industri 4.0, di antaranya Artificial Intelligence, Internet of Things (IoT), Cloud, Augmented Reality, Virtual Reality, Advanced Robotic dan 3D printing.

“Berdasarkan penelitian dari McKinsey & Company, pembangunan infrastruktur digital di Indonesia akan membawa peluang positif hingga US$ 150 miliar terhadap perekonomian global dunia pada tahun 2025,” ujarnya.

Apalagi, potensi tersebut didukung karena Indonesia menjadi salah satu negara dengan pengguna internet tertinggi di dunia. Merujuk data dari HootSuite, masyarakat Indonesia yang menggunakan koneksi internet di perangkat mobile seperti smartphone atau tablet mencapai 338,2 juta pengguna atau melebihi dari jumlah penduduk.

“Sebab, rata-rata orang Indonesia punya dua ponsel. Sedangkan, penetrasi internet mencapai 175,4 juta orang atau sekitar 64 persen total penduduk di Indonesia, dengan pengguna sosial media sebanyak 160 juta,” papar Agus.

Di samping itu, pangsa pasar IoT di Indonesia diperkirakan berkembang pesat dan akan mencapai nilai Rp 444 triliun pada tahun 2022. Nilai tersebut disumbang dari konten dan aplikasi sebesar Rp 192,1 triliun, disusul platform Rp 156,8 triliun, perangkat IoT Rp56 triliun, serta network dan gateway Rp39,1 triliun. “Bisa dibayangkan perkembangan pesat ini merupakan kesempatan bagi kita semua,” tandasnya.

Bahkan, selesainya proyek infrastruktur telekomunikasi Palapa Ring pada tahun 2019 bisa menopang akses internet berkecepatan tinggi, yang diharapkan menjadi solusi bagi konektivitas di Indonesia. “Dengan begitu, diyakini tidak akan ada permasalahan dalam konektivitas IoT, baik dengan konektivitas langsung (dari end device ke server atau cloud) atau dari gateway ke server atau cloud,” ungkapnya.

Sementara itu, upaya mengajak sektor industri kecil menengah (IKM) agar bisa melek digital, sejak tahun 2017 Kemperin telah meluncurkan program e-Smart IKM. Langkah ini untuk memperkenalkan dan membiasakan pelaku IKM nasional dalam pemanfaatan e-commerce atau digital platform, supaya mereka bisa lebih fleksibel sekaligus memperluas penetrasi pasar dalam menjual produknya.

“Kemperin juga mempunyai program Startup4Industry yang berjalan dengan baik. Secara ekonomis, pemanfaatan teknologi dari program bisa dirasakan oleh seluruh industri, baik IKM maupun industri besar,” sebut Agus.

Agus menambahkan, di awal peluncuran Making Indonesia 4.0 pada tahun 2018, telah ditetapkan lima sektor prioritas, yakni industri makanan dan minuman, tekstil dan busana, otomotif, kimia, serta elektronik.

Namun, belakangan ini Kemenperin menambahkan dua sektor lagi, yaitu industri farmasi dan alat kesehatan. Sektor tersebut mengalami permintaan tinggi di masa pandemi Covid-19.

“Indonesia memperoleh lesson learned yang sangat berharga, yang kemudian diadopsi oleh Kemperin menjadi kebijakan strategis. Kami menyadari bahwa Indonesia harus menjadi negara yang mandiri di sektor kesehatan, berarti mempunyai industri yang kuat di sektor alat kesehatan dan juga farmasi,” pungkasnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

RUU Cipta Kerja Perlu Jamin Tercapainya Daya Saing Daerah Berkelanjutan

Omnibus Law diharapkan memberi ruang pada kewenangan daerah dalam mengembangkan potensinya dengan berbagai inisiatif inovasi.

EKONOMI | 22 September 2020

Kemhub Pertajam Rencana Kerja 2021 dengan Pertimbangkan Usulan Komisi V

Kemhub memprioritaskan untuk program padat karya dan pemulihan sektor riil.

EKONOMI | 22 September 2020

BBCA dan BBRI Saham yang Paling Banyak Ditransaksikan

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan frekuensi 32.337 kali.

EKONOMI | 22 September 2020

Kapitalisasi BMRI dan BBCA Ambles Paling Dalam

PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mengalami pelemahan terdalam sebesar Rp 175 (3,1 persen) mencapai Rp 5.300 dengan kapitalisasi pasar Rp 244,8 triliun.

EKONOMI | 22 September 2020

Tak Berdaya, Rupiah Ditutup Melemah 85 Poin

Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 14.700- Rp 14.811 per dolar AS.

EKONOMI | 22 September 2020

Cegah Covid-19, Anggaran Pilkada Naik Jadi Rp 20,46 Triliun

Anggaran Pilkada ditambah Rp 2,77 triliun.

EKONOMI | 22 September 2020

IHSG Ditutup Hilang 65 Poin ke 4.934

Sementara indeks LQ-45 melemah 11,5 poin (0,98 persen) ke level 756,3.

EKONOMI | 22 September 2020

Bursa Eropa Menguat di Tengah Kekhawatiran Covid-19

Pan-European Stoxx 600 menguat 0,5 persen pada awal perdagangan, dengan saham teknologi melonjak 1,4 persen memimpin kenaikan.

EKONOMI | 22 September 2020

RUU Cipta Kerja, Instrumen untuk Tarik Investasi Berorientasi Ekspor

Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja merupakan salah satu instrumen untuk menarik investasi berorientasi ekspor.

EKONOMI | 22 September 2020

Per Agustus, Defisit APBN Capai Rp 500,5 Triliun

Defist setara setara dengan 3,05 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

EKONOMI | 22 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS