Kemkop dan UKM Dorong UKM Manfaatkan Peluang Ekspor ke Pasar Eropa
INDEX

BISNIS-27 448.146 (0.31)   |   COMPOSITE 5091.82 (20.37)   |   DBX 966.643 (7.34)   |   I-GRADE 139.941 (-0.23)   |   IDX30 428.154 (0.15)   |   IDX80 113.358 (0.41)   |   IDXBUMN20 291.199 (0.73)   |   IDXG30 119.599 (-0.42)   |   IDXHIDIV20 379.423 (-0.2)   |   IDXQ30 124.629 (0.03)   |   IDXSMC-COM 218.961 (1.24)   |   IDXSMC-LIQ 257.997 (1.39)   |   IDXV30 107.251 (0.23)   |   INFOBANK15 832.7 (-1.05)   |   Investor33 373.408 (0.72)   |   ISSI 150.953 (0.22)   |   JII 549.986 (0.88)   |   JII70 187.543 (0.51)   |   KOMPAS100 1019.5 (2.84)   |   LQ45 788.563 (1.25)   |   MBX 1407.83 (4.87)   |   MNC36 279.661 (0.67)   |   PEFINDO25 277.129 (5.34)   |   SMInfra18 242.149 (-0.57)   |   SRI-KEHATI 316.134 (0.38)   |  

Kemkop dan UKM Dorong UKM Manfaatkan Peluang Ekspor ke Pasar Eropa

Selasa, 22 September 2020 | 19:46 WIB
Oleh : Siprianus Edi Hardum / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Koperasi (Kemkop) dan UKM mendorong dan mendukung para pelaku UKM untuk memanfaatkan peluang ekspor ke pasar Eropa yang semakin terbuka pascapandemi Covid-19.

“Untuk meningkatkan nilai ekspor UKM ke Eropa diperlukan kerja sama dari berbagai pihak agar UKM tidak hanya sekadar dapat bertahan tapi juga mampu meningkatkan kualitas sehingga dapat bersaing di pasar global khususnya di pasar Eropa, terutama di masa pandemi Covid-19 ini yang membuat UMKM menjadi salah satu yang paling terdampak,” kata Deputi bidang Produksi dan Pemasaran Kemkop dan UKM, Victoria br Simanungkalit.

Hal itu disampaikan Victoria dalam seminar online dengan tema,”Peluang Bisnis Pasca-Covid-19, Peluang Ekspor ke Eropa”, yang diinisiasi Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) DPD DIY secara daring, Selasa (22/9/2020).

Ia mengatakan, ekspor produk UKM ke berbagai negara saat ini semakin terbuka lebar. Victoria mencontohkan, pihaknya telah memberikan dukungan terhadap upaya peningkatan ekspor UKM seperti yang telah dilakukan UKM di Bangka Belitung yang mengekspor Lidi Nipah ke Nepal, PLB E – commerce Marunda yang mengekspor 500 produk UKM ke PLB E – Commerce Ningbo di Tiongkok, serta dukungan kepada Sekolah Ekspor di SMESCO.

Kebijakan lain yang dilakukan pemerintah melalui Kemkop dan UKM diantaranya fasilitasi standardisasi global, pelibatan BUMN sebagai offtaker, onboarding digitalisasi KUKM, fasilitasi promosi baik di dalam maupun luar negeri, hingga menjadikan SMESCO sebagai center of excellence.

Pemerintah mengapresiasi semua berbagai pihak salah satunya Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) melalui kegiatan seminar online dengan tema,”Peluang Ekspor Bagi UKM Indonesia ke Eropa”.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini sebagai upaya edukasi dan promosi bagi UMKM untuk menciptakan pasar di negara-negara Eropa,” katanya mewakili Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki.

Ia mengatakan hingga saat ini, terdapat lebih dari 64 juta unit UMKM yang berkontribusi 97% terhadap total tenaga kerja dan 60% PDB nasional. Angka ini menunjukan peran UMKM yang sangat besar bagi perekonomian nasional. Namun demikian kontribusi ekspor UKM masih berkisar 14%, sehingga perlu ditingkatkan.

Berdasarkan data BPS tahun 2019, ekspor Indonesia ke negara – negara Uni Eropa senilai US$ 14,6 milyar, masih cukup rendah jika dibandingkan dengan negara – negara APEC (US$ 122 miliar), ASEAN (US$ 41,4 miliar), dan NAFTA (US$19,6 miliar).
Ekspor Indonesia Uni Eropa terbesar ke Belanda dengan nilai US$ 3,20 miliar; Jerman US$ 2,4 miliar; Italia US$ 1,74 miliar; Spanyol US$ 1,59 miliar; Inggris US$ 1,35 miliar; Perancis US$ 1,01 miliar; dan Belgia US$ 1,07 miliar.

Sementara itu Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI)/Wakil Kepala Perwakilan RI di Brussel, Belgia, Sulaiman Syarif mengatakan ada beberapa hal yang harus dilakukan UKM di Indonesia sebelum melakukan ekspor ke Eropa. “UKM harus bisa menetapkan harga yang pasti, konsisten dan transparan,” katanya.

Selain itu, kata dia, UKM harus mampu menjaga konsistensi kualitas produk, kontinyuitas volume dan produksi, serta representatif/kontak yang mudah untuk dihubungi. “UKM juga harus memperhatikan terkait preferensi konsumen Uni Eropa untuk sustainability, fair trade, dan ethical trade,” kata Sulaiman.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

BPJamsostek Bogor Kota Lakukan Pendampingan Pasien RTW

BPJamsostek Cabang Bogor Kota melakukan pendampingan kepada pesertanya yang sebelumnya mengalami kecelakaan kerja.

EKONOMI | 22 September 2020

Anggaran Kemhub 2021 Dialokasikan Rp 45,6 T, Tidak Alami Perubahan

Pagu Kemhub di TA 2021 yang sebesar Rp 45,66 triliun itu terdiri dari dari dua komposisi.

EKONOMI | 22 September 2020

24 Perusahaan Asuransi Raih Predikat Asuransi Terbaik 2020

Dilihat dari review atas kinerja perusahaan-perusahaan ini hingga kuartal II 2020, umumnya memperlihatkan kemampuan beradaptasi.

EKONOMI | 22 September 2020

Penetrasi Baru 3%, Industri Asuransi Masih Terus Bertumbuh

Tingkat penetrasi asuransi di Indonesia baru mencapai sekitar 3 persen.

EKONOMI | 22 September 2020

KAI Tambah Stasiun yang Layani Rapid Test

KAI menambah daftar stasiun yang menyediakan layanan rapid test Covid-19 menjadi total tersedia di 21 stasiun per tanggal 22 September 2020.

EKONOMI | 22 September 2020

Topang Industri 4.0, Pembangunan Infrastruktur Digital Buka Peluang US$ 150 Miliar

Kemperin terus mendorong sektor manufaktur di Tanah Air untuk dapat memanfaatkan teknologi industri 4.0.

EKONOMI | 22 September 2020

RUU Cipta Kerja Perlu Jamin Tercapainya Daya Saing Daerah Berkelanjutan

Omnibus Law diharapkan memberi ruang pada kewenangan daerah dalam mengembangkan potensinya dengan berbagai inisiatif inovasi.

EKONOMI | 22 September 2020

Kemhub Pertajam Rencana Kerja 2021 dengan Pertimbangkan Usulan Komisi V

Kemhub memprioritaskan untuk program padat karya dan pemulihan sektor riil.

EKONOMI | 22 September 2020

BBCA dan BBRI Saham yang Paling Banyak Ditransaksikan

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan frekuensi 32.337 kali.

EKONOMI | 22 September 2020

Kapitalisasi BMRI dan BBCA Ambles Paling Dalam

PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mengalami pelemahan terdalam sebesar Rp 175 (3,1 persen) mencapai Rp 5.300 dengan kapitalisasi pasar Rp 244,8 triliun.

EKONOMI | 22 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS