Menggeliat di Masa Covid-19, Industri Manufaktur Berpeluang Bangkit
INDEX

BISNIS-27 503.122 (7.61)   |   COMPOSITE 5724.74 (89.25)   |   DBX 1066.46 (9.81)   |   I-GRADE 166.255 (3.05)   |   IDX30 491.004 (8.8)   |   IDX80 129.735 (2.65)   |   IDXBUMN20 364.991 (9.26)   |   IDXG30 133.352 (2.1)   |   IDXHIDIV20 441.973 (8.53)   |   IDXQ30 143.512 (2.54)   |   IDXSMC-COM 247.38 (3.5)   |   IDXSMC-LIQ 301.054 (8.02)   |   IDXV30 127.096 (4)   |   INFOBANK15 976.214 (12.27)   |   Investor33 422.656 (6.59)   |   ISSI 167.54 (3)   |   JII 607.336 (12.69)   |   JII70 209.626 (4.39)   |   KOMPAS100 1162.4 (23.4)   |   LQ45 904.834 (17.52)   |   MBX 1587.29 (26.24)   |   MNC36 315.598 (5.98)   |   PEFINDO25 317.232 (4.1)   |   SMInfra18 287.626 (7.78)   |   SRI-KEHATI 361.444 (5.7)   |  

Menggeliat di Masa Covid-19, Industri Manufaktur Berpeluang Bangkit

Rabu, 23 September 2020 | 21:34 WIB
Oleh : Siprianus Edi Hardum / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Setelah terpuruk sejak 2008 yang ditandai dengan menurunnya kontribusi terhadap GDP, sektor industri manufaktur nasional memiliki kesempatan bangkit justru di saat masa pandemi Covid-19, karena beralihnya selera pasar masyarakat yang lebih cenderung menyukai produk-produk lokal.

“Hasil survei Mckinsey menunjukkan 69 responden cenderung menggunakan produk lokal selama masa pandemi,” ungkap Rektor Institut Tekhnologi dan Bisnis Ahmad Dahlan Jakarta, Mukhaer Pakkana, dalam webinar bertema “Strategi Menyelamatkan Industri Manufaktur di Tengah Kondisi Pandemi Covid 19”, di Jakarta, Rabu (23/9/2020).

Webinar yang dipandu oleh Ade Algifari ini juga menampilkan narasumber, Rusman dari Universitas Nasional, Jakarta.
Dalam seminar yang digelar atas kerja sama Pusat Studi Kajian Sosial dan Politik (PKSP) Universitas Nasional, Jakarta, dengan Center for Information and Development Studies (CIDES) itu, Mukhaer mengemukakan kontribusi industri manufaktur Indonesia terus berkurang dari 28% pada 2008 dan puncaknya pada 2019 hanya sebesar 17%.

Pemicunya, menurut dia, di antaranya karena pelarian industri yang sebelumnya beroperasi di suatu area; hilangnya daya saing, tenaga kerja trampil dan pelarian modal serta perubahan pola belanja masyarakat dari barang commodity ke jasa pleasure.

Kecenderungan merosotnya kontribusi industri manufaktur, jelas Mukhaer, juga bisa dilihat dari angka Purchasing Manufacturing Index (PMI) Bank Indonesia sebesar 28,55% pada triwulan II-2020 turun dari 45,64% pada triwulan I-2020 dan 52,66% pada triwulan II-2019.

Karenanya, Rektor Institut Tekhnologi dan Bisnis Ahmad Dahlan itu menyarankan pemerintah untuk melakukan pribumisasi industri dengan mengedepankan kebijakan Inward Looking Economi, dan menerapkan teologi produksi yang mengurangi ketergantungan impor dan mengembangkan produk lokal.

“Kembangkan ekonomi “Dari Kita, Oleh Kita, dan Untuk Kita” dengan berbasis Communiy Marketplace,” usul Mukhaer.
Ia menyarankan pemerintah mengoptimalkan instrumen lembaga keuangan lokal berdasarkan local wisdom, seperti koperasi, LKM, kelompok arisan, dan sebagainya.

Untuk mengganti ketergantungan pada produk-produk impor, Mukhaer menyarankan dilakukan pengembangan industri substitusi impor karena bisa menghemat devisa, dan juga sudah banyak industri substitusi impor nasional yang kualitas produksinya tidak kalah dengan produk impor.

Mukhaer merinci ada tujuh sektor yang potensial mendorong substitusi impor, yaitu: elektronik, otomotif, kimia, makanan dan minuman, tekstil dan busana, farmasi, dan alat kesehatan (alkes). “Pemerintah harus mendorong kapasitas dan permintaan dalam negeri untuk produk lokal,” tutur Mukhaer.

Sementara Manufacturing Director PT. Solusi Bangun Indonesia Tbk. Lilik Unggul Raharjo, dan Business Development Indonesia Packaging Federation (IPF) Ariana Susanti yang tampil dalam webinar tersebut menyampaikan optimisme dalam menghadapi masa depan industri manufaktur di Tanah Air.

“Seperti kebanyakan negara pandemi Covid-19 telah menurunkan proyeksi GDP masing-masing negara, tetapi kami optimistis industri manufaktur akan kembali tumbuh di 2021,” jelas Lilik. Ada pun Ariana Susanti menyampaikan, bahwa di masa pandemi Covid 19 justru industri packaging menunjukkan pertumbuhan yang menggembirakan.

Menurut dia, hal ini tidak terlepas dari berkembangnya ekonomi digital di masa pandemi Covid-19 ini. “Porsi ekonomi digital Indonesia menjadi yang terbesar di Asia Tenggara pada 2025, diproyeksi mencapai US$ 133 miliar atau Rp 1.826 triliun,” terang Ariana seraya menambahkan adanya perkembangan pada ekonomi digital itu telah memberikan berkah pada berkembangnya industri packaging di Tanah Air.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

BP2MI Selamatkan 4 PMI ABK Korban Perdagangan Manusia

BP2MI selamatkan ABK korban perdagangan manusia.

EKONOMI | 23 September 2020

Dorong Ekonomi Desa, OJK Integrasikan Bumdes, Laku Pandai dan BWM

OJK akan melakukan penguatan terhadap keberadaan Bumdes.

EKONOMI | 23 September 2020

BRI Hadirkan BRILSP untuk Ciptakan SDM Unggul dan Berdaya Saing Global

Sertifikat yang dikeluarkan BRILSP telah diakui secara nasional di Indonesia dan Asia Tenggara.

EKONOMI | 23 September 2020

KBI Raih Sertifikasi ISO 27001 : 2013

KBI berhasil meraih sertifikasi ISO 27001 : 2013 tentang Manajemen Sistem Keamanan Informasi dari British Standards Institution.

EKONOMI | 23 September 2020

Hong Kong Kingland Gandeng Yayasan Sahid Jaya

Kampus Universitas Sahid akan hadir di kawasan Kingland Avenue Apartment.

EKONOMI | 23 September 2020

Anak Usaha Modernland Mulai Bangun Cleon Park Apartment

Cleon Park Apartment yang merupakan proyek apartemen pertama di kawasan perumahan Jakarta Garden City (JGC).

EKONOMI | 23 September 2020

AFPI: Fintech Ilegal Tawaran Pinjaman Lewat SMS

Fintech P2P Lending yang sudah terdaftar di OJK dilarang menawarkan produk atau promosi melalui pesan singkat SMS.

EKONOMI | 23 September 2020

Di G20, Mendag Tegaskan Komitmen Indonesia Jaga Kelancaran Arus Barang

Menteri Perdagangan (Mendag), Agus Suparmanto, menegaskan komitmen Indonesia untuk bekerja sama guna menjaga kelancaran arus barang di tengah pandemi Covid-19.

EKONOMI | 23 September 2020

Pabrik Aqua Mekarsari Prioritaskan Keselamatan Karyawan dan Masyarakat Sekitar

PT Aqua Golden Mississippi tengah melakukan usaha untuk mengembalikan kondisi fasilitas produksi di pabrik Mekarsari, Sukabumi seperti semula.

EKONOMI | 23 September 2020

Realokasi Anggaran PC-PEN Diyakini Akan Terserap 100%

Pemerintah meyakini upaya realokasi akan membuat anggaran Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) sebesar Rp 695,23 triliun terserap 100%.

EKONOMI | 23 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS