Terdampak Pandemi, Teten Dorong Petani Kopi Bentuk Koperasi
INDEX

BISNIS-27 503.122 (5.5)   |   COMPOSITE 5724.74 (79.25)   |   DBX 1066.46 (9.33)   |   I-GRADE 166.255 (2.41)   |   IDX30 491.004 (6.92)   |   IDX80 129.735 (2.22)   |   IDXBUMN20 364.991 (8.27)   |   IDXG30 133.352 (1.71)   |   IDXHIDIV20 441.973 (6.84)   |   IDXQ30 143.512 (1.96)   |   IDXSMC-COM 247.38 (3.56)   |   IDXSMC-LIQ 301.054 (7.68)   |   IDXV30 127.096 (3.59)   |   INFOBANK15 976.214 (7.36)   |   Investor33 422.656 (4.78)   |   ISSI 167.54 (2.68)   |   JII 607.336 (11.64)   |   JII70 209.626 (3.99)   |   KOMPAS100 1162.4 (19.63)   |   LQ45 904.834 (14.25)   |   MBX 1587.29 (23.16)   |   MNC36 315.598 (4.78)   |   PEFINDO25 317.232 (3.93)   |   SMInfra18 287.626 (7.13)   |   SRI-KEHATI 361.444 (4.14)   |  

Terdampak Pandemi, Teten Dorong Petani Kopi Bentuk Koperasi

Rabu, 23 September 2020 | 21:54 WIB
Oleh : Siprianus Edi Hardum / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Kopi menjadi salah satu komoditi prioritas dalam pengembangan Koperasi dan UMKM, karena melibatkan banyak pelaku usaha mikro.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik tahun 2018, 96,6% lahan kopi di Indonesia dikuasai oleh perkebunan rakyat (petani mikro dan kecil), 2,02% perkebunan swasta dan 1,86% oleh perkebunan besar milik negara. Sedangkan petani kopi di Indonesia mencapai 1,3 juta orang. yang menempati urutan nomor 3 di dunia setelah Ethiopia dan Uganda.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan, kini para petani kopi, sangat terdampak akibat pandemi Covid-19, karena meskipun produksi kopi tinggi, namun tedapat kendala akibat daya serap yang menurun.

"Ini dilatarbelakangi pemahaman bahwa banyak komoditi pangan yang tidak terserap, daya beli turun dan ekspor turun. Kami lihat salah satunya kopi, padahal produksinya sedang baik. Namun karena menghadapi pandemi, penyerapan terganggu," tegas MenkopUKM Teten Masduki dalam Webinar Solusi Penyerapan dan Pembiayaan Kopi ditengah Pandemi di Jakarta, Rabu (23/9/2020).

Hadir dalam webinar tersebut Direktur Utama LPDB-KUKUKM Supomo, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi, Plt. Gubernur Aceh Nova Iriansyah, Atase Perdagangan KBRI Kairo Imam Adi Purwanto, Direktur Bisnis Kecil, Ritel dan Menengah BRI Priyastomo dan pengurus koperasi maupun pengusaha kopi seluruh Indonesia.

Teten menjelaskan, KemenkopUKM mendorong para petani memperkuat kelembagaan dengan membentuk koperasi. Hal tersebut, kata Teten, menjadi salah satu solusi agar permasalahan para petani kopi yang terjadi saat ini dapat diatasi, di antaranya kesulitan dalam menjual produk kopi, hingga faktor pembiayaan.

"Saya mendorong agar di setiap daerah petaninya tergabung dalam koperasi. Saya ditugaskan Bapak Presiden untuk memperkuat koperasi pangan dan produksi, terutama di sektor pertanian, perikanan dan perkebunan. Kopi adalah salah satu keunggulan domestik, kita perkuat kelembagaannya," kata Teten Masduki.

Teten mengatakan, koperasi, dengan perkuatan LPDB-KUMKM, akan menjadi off taker (pembeli barang) produk pertanian, sehingga akan terdapat perlindungan dari sisi pasar, karena produk akan dibeli oleh koperasi.

"Yang terjadi sekarang adalah petani kesulitan untuk menjual produknya. Kami rancang kelembagaan, sehingga penjualan produk ini dapat diintegrasikan dengan koperasi, agar petani tidak lagi mengalami kesulitan penjualan," ujar Teten.

Teten akan terus berkomunikasi dengan Kementerian Pertanian dalam penyediaan bibit unggul serta penyuluhan, demi kesejahteraan petani. "Kualitas bibit dan penanaman perlu ditingkatkan. Kami integrasikan dengan Kementan untuk penyuluhan dan penyediaan bibit unggul, sehingga akan meningkatkan perbaikan kesejahteraan petani," tambahnya.

Gubernur Lampung Arinal Djunaidi menegaskan, ada 3 produk unggulan Lampung, yaitu lada, kopi, dan kakao. Menurutnya, Produksi Kopi Lampung Tahun 2019 sebesar 110.264 ton, dengan luas lahan 156.821 ha.

Lampung katanya, merupakan penghasil Kopi terbesar ke- 2 di Indonesia. Produksi Kopi Lampung. Tahun 2019 sebesar 110.291 ton dan 99,97 % produksi Kopi tersebut adalah jenis Kopi Robusta.

Pihaknya akan mendorong agar para petani kopi menggunakan lahan pertanian, karena saat ini petani kopi sebagian besar berasal dari hutan. "Sebaran kopi Lampung sebagian besar terdapat di hutan. Sehingga belum sepenuhnya tersentuh teknologi," katanya.

Arinal optimistis dengan hilirisasi sektor pertanian ke lahan rakyat, maka ditargetkan produksi menjadi 4 ton per hektar dari 0,7 ton per hektar saat ini. "Kopi ditingkatkan 0.7 ton menjadi 4 ton per hektar di kawasan lahan rakyat, di mana teknologi untuk meningkatkan produktivitas bisa diterapkan," tegas Gubernur Lampung.

Sementara Plt. Gubernur Aceh Nova Iriansyah, menjelaskan, produksi kopi Arabica Gayo di Aceh merupakan terbesar di Asia Tenggara, yang telah diekspor ke 26 negara di dunia, dalam volume hingga 9.095 juta kilogram.

"Kopi Arabica Gayo, yang berkualitas sangat baik dan bersertifikat, merupakan yang terbesar di Asia Tenggara. Puncak masa panen adalah akhir September 2020, yang dapat menghasilkan hingga 70 persen produksi. Aceh mengekspor 9.095 juta kilogram Kopi Gayo ke 26 negara," ujarnya.

Namun menurutnya, akibat pandemi Covid-19, ekspor kopi dan rempah-rempah mengalami penurunan signifikan. "Dampak Covid-19 melanda dunia, tak terkecuali berimbas juga ke industri kopi. Hal ini menjadi perhatian Pemda Aceh, karena kopi dan rempah sangat sedikit terserap pasar, sisanya menumpuk di gudang," kata Nova.

Pihaknya berharap pemerintah dapat melakukan intervensi agar biaya ekspor menjadi lebih terjangkau, juga menyediakan gudang dan membuka peluang pasar baru bagi para petani kopi di wilayahnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Menggeliat di Masa Covid-19, Industri Manufaktur Berpeluang Bangkit

Industri manufaktur menggeliat.

EKONOMI | 23 September 2020

BP2MI Selamatkan 4 PMI ABK Korban Perdagangan Manusia

BP2MI selamatkan ABK korban perdagangan manusia.

EKONOMI | 23 September 2020

Dorong Ekonomi Desa, OJK Integrasikan Bumdes, Laku Pandai dan BWM

OJK akan melakukan penguatan terhadap keberadaan Bumdes.

EKONOMI | 23 September 2020

BRI Hadirkan BRILSP untuk Ciptakan SDM Unggul dan Berdaya Saing Global

Sertifikat yang dikeluarkan BRILSP telah diakui secara nasional di Indonesia dan Asia Tenggara.

EKONOMI | 23 September 2020

KBI Raih Sertifikasi ISO 27001 : 2013

KBI berhasil meraih sertifikasi ISO 27001 : 2013 tentang Manajemen Sistem Keamanan Informasi dari British Standards Institution.

EKONOMI | 23 September 2020

Hong Kong Kingland Gandeng Yayasan Sahid Jaya

Kampus Universitas Sahid akan hadir di kawasan Kingland Avenue Apartment.

EKONOMI | 23 September 2020

Anak Usaha Modernland Mulai Bangun Cleon Park Apartment

Cleon Park Apartment yang merupakan proyek apartemen pertama di kawasan perumahan Jakarta Garden City (JGC).

EKONOMI | 23 September 2020

AFPI: Fintech Ilegal Tawaran Pinjaman Lewat SMS

Fintech P2P Lending yang sudah terdaftar di OJK dilarang menawarkan produk atau promosi melalui pesan singkat SMS.

EKONOMI | 23 September 2020

Di G20, Mendag Tegaskan Komitmen Indonesia Jaga Kelancaran Arus Barang

Menteri Perdagangan (Mendag), Agus Suparmanto, menegaskan komitmen Indonesia untuk bekerja sama guna menjaga kelancaran arus barang di tengah pandemi Covid-19.

EKONOMI | 23 September 2020

Pabrik Aqua Mekarsari Prioritaskan Keselamatan Karyawan dan Masyarakat Sekitar

PT Aqua Golden Mississippi tengah melakukan usaha untuk mengembalikan kondisi fasilitas produksi di pabrik Mekarsari, Sukabumi seperti semula.

EKONOMI | 23 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS