Demokrasi Membaik, Pemulihan Ekonomi Bisa Berlangsung Cepat
INDEX

BISNIS-27 503.122 (7.61)   |   COMPOSITE 5724.74 (89.25)   |   DBX 1066.46 (9.81)   |   I-GRADE 166.255 (3.05)   |   IDX30 491.004 (8.8)   |   IDX80 129.735 (2.65)   |   IDXBUMN20 364.991 (9.26)   |   IDXG30 133.352 (2.1)   |   IDXHIDIV20 441.973 (8.53)   |   IDXQ30 143.512 (2.54)   |   IDXSMC-COM 247.38 (3.5)   |   IDXSMC-LIQ 301.054 (8.02)   |   IDXV30 127.096 (4)   |   INFOBANK15 976.214 (12.27)   |   Investor33 422.656 (6.59)   |   ISSI 167.54 (3)   |   JII 607.336 (12.69)   |   JII70 209.626 (4.39)   |   KOMPAS100 1162.4 (23.4)   |   LQ45 904.834 (17.52)   |   MBX 1587.29 (26.24)   |   MNC36 315.598 (5.98)   |   PEFINDO25 317.232 (4.1)   |   SMInfra18 287.626 (7.78)   |   SRI-KEHATI 361.444 (5.7)   |  

Demokrasi Membaik, Pemulihan Ekonomi Bisa Berlangsung Cepat

Rabu, 23 September 2020 | 22:07 WIB
Oleh : Lona Olavia / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Tidak bisa dipungkiri gejolak ekonomi akan selalu terkait dengan gejolak politik yang terjadi. Apalagi, dua aspek ini adalah sektor terpenting dalam sebuah negara. Mengingat, ekonomi ada kaitannya dengan politik terutama terkait kebijakan publik.

Penulis buku Reinventing Indonesia "Menata Ulang Bangsa" Ginandjar Kartasasmita menyatakan, sistem demokrasi Indonesia saat ini sudah jauh lebih baik, sehingga bisa menopang ekonomi Indonesia untuk maju lebih baik. Meski begitu, perlu ada perbaikan dalam penerapannya.

"Demokrasi adalah sisi yang buruk, tapi belum ada sistem yang lebih baik dari demokrasi. Bahkan, bila ada yang bertanya apakah ingin kembali ke orde baru, saya jawab tidak. Kita hanya perlu belajar buat demokrasi yang baik, upayakan desentralisasi yang baik. Dan sisi politik perlu diperbaiki. Musuh utama adalah money politic, jabatan bisa dibeli sehingga tidak heran di provinsi tertentu ada dinasti politik," ujarnya dalam Webinar Diskusi dan Peluncuran Buku Reinventing Indonesia "Menata Ulang Bangsa" karya Prof Ginandjar Kartasasmita dan DR Joseph J Stern, di Jakarta, Rabu (23/9/2020).

Ekonomi dan politik, diakui Mantan Ketua DPD, sekaligus mantan Menteri Koordinator Ekonomi, Keuangan, dan Industri, Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional, yang juga Menteri Pertambangan dan Energi Ginandjar Kartasasmita, itu saling mempengaruhi. Sebagai contoh krisis moneter yang terjadi 1997/1998 menimpa banyak negara seperti Korea, Malaysia, tapi tidak separah Indonesia.

"Karena disana cuma krisis ekonomi, di kita krisis ekonomi menimbulkan krisis politik. Lalu, krisis politik memperburuk krisis ekonomi. Sehingga waktu itu, saat Presiden Habibie meneruskan berat sekali rasanya, rupiah sudah Rp 17.000 per dolar AS, tapi akhirnya bisa diperbaiki ke level Rp 7.000. Inflasi yang 70%-80% bisa ditekan menjadi single digit lagi. Krisis ekonomi yang satu setengah tahun parahnya bisa pulih dan itu diceritakan dalam buku ini," tegas Ginandjar.

Sementara itu, Rektor Universitas Paramadina Firmanzah menyayangkan semua hal yang ada di negeri ini dipolitisir, mulai dari angka pengangguran, kemiskinan, dan defisit. "Seolah-olah tidak ada ruang lain diluar politik," imbuhnya.

Terkait desakan adanya langkah mengamandemenkan undang-undang yang merupakan produk dari lima tahun pertama pasca reformasi tepatnya 1998-2004, Firmanzah menilai hal itu bisa saja tepat dilakukan, mengingat sudah banyak perubahan. Namun, amandemen ini, tegas dia, jangan sampai dimasuki motif politik dan kepentingan elektoral.

"Musuh terbesar kita saat ini adalah over political size society. Saya rasa buku ini (Reinventing Indonesia) bisa jadi oase yang tidak hanya menjelajah masa lalu, tapi bekal untuk kita menyongsong masa depan. Karena kalau kita masih over political size society rasanya sulit untuk kita menyusun dan memformulasikan tata ulang dan institusi yang dulu kita siapkan untuk menghadapi Indonesia 100 tahun kedepan," kata Firmanzah.

Untuk itu, dalam menghadapi penanganan pandemi Covid-19, Firmanzah berharap sisi kepentingan politik dapat dikesampingkan sejenak sehingga penanganan pandemi bisa tepat dan cepat.

"Sekarang dengan mudahnya ada dokter masuk ke ranah politik dan celakanya politik elektoral, bukan politik ideologi dan politik etis, tapi politik elektoral yang sifatnya lima tahunan. Jadi, bangsa ini tidak pernah berhenti untuk mendiskusikan, menstigmatisasi, memfragmentasi pilar bangsanya berdasarkan kacamata politik. Ini PR besar buat kita bagaimana bisa keluar sejenak dari aktivitas politik," jelas Firmanzah.

Senada, Sekretaris Jenderal Palang Merah Indonesia (PMI) sekaligus mantan Menteri ESDM Sudirman Said mengatakan, begitu domain publik dimasuki domain private maka akan terjadi kekacauan. "Kalau kita membiarkan jargon politik mewarnai pengambilan kebijakan ini akan berat. Jadi, perlu ada keseimbangan di politik, kalau bisa bobotnya sedikit saja," ujar Sudirman.

Apalagi, dikatakan ekonom sekaligus pengajar FEB UI Ninasapti Triaswati, kondisi krisis saat ini lebih hebat ketimbang krisis sebelumnya. Di mana, pendidikan menghadapi tantangan luar biasa besarnya mengingat rasio elektrifikasi belum 100% di semua daerah, namun harus menerapkan sistem pembelajaran jarak jauh. Begitupun dengan perdagangan yang terguncang karena harus jaga jarak sebagai protokol pencegahan Covid-19."Tantangan kedepan ini jauh lebih berat. Pemerintah harus lebih cerdas, cepat, tepat," tegasnya.

Buku Reinventing Indonesia, sebagai informasi menyajikan pandangan pelaku yang terlibat langsung tentang pergolakan transisi yang terjadi di Indonesia pada 1997-2004. Pada masa tersebut terjadi banyak perubahan-perubahan yang sangat mendasar seperti demokratisasi dalam bidang politik dan desentralisasi kekuasaan yang membuat kekuasaan tersebar ke daerah-daerah. Dalam masa ini juga dilakukan amandemen UUD yang menjadi landasan Indonesia yang baru dan lebih demokratis. Perubahan-perubahan tersebut terjadi pada masa krisis keuangan dan ekonomi.

Managing Director Lembaga Manajemen Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Indonesia (LM FEB UI) Toto Pranoto menambahkan, buku Reinventing Indonesia "Menata Ulang Bangsa" ini juga mengkaitkan erat antara ekonomi dan politik dalam membantu penyelesaian krisis.

Dia pun meyakini, buku ini akan menjadi salah satu buku political economy terbaik yang ada saat ini. "Bagaimana digambarkan hubungan antara stakeholder itu dibina hingga bisa menghasilkan suatu bentuk dimana reformasi dapat menghasilkan situasi yang lebih baik, baik dari sisi penataan ulang ekonomi dan politiknya," kata Toto.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

OJK: Sektor Jasa Keuangan Tetap Stabil Ditengah Upaya Pemulihan Ekonomi

OJK nilai stabilitas sektor jasa keuangan hingga saat ini masih dalam kondisi stabil.

EKONOMI | 23 September 2020

Terdampak Pandemi, Teten Dorong Petani Kopi Bentuk Koperasi

Kopi menjadi salah satu komoditi prioritas dalam pengembangan Koperasi dan UMKM, karena melibatkan banyak pelaku usaha mikro.

EKONOMI | 23 September 2020

Menggeliat di Masa Covid-19, Industri Manufaktur Berpeluang Bangkit

Industri manufaktur menggeliat.

EKONOMI | 23 September 2020

BP2MI Selamatkan 4 PMI ABK Korban Perdagangan Manusia

BP2MI selamatkan ABK korban perdagangan manusia.

EKONOMI | 23 September 2020

Dorong Ekonomi Desa, OJK Integrasikan Bumdes, Laku Pandai dan BWM

OJK akan melakukan penguatan terhadap keberadaan Bumdes.

EKONOMI | 23 September 2020

BRI Hadirkan BRILSP untuk Ciptakan SDM Unggul dan Berdaya Saing Global

Sertifikat yang dikeluarkan BRILSP telah diakui secara nasional di Indonesia dan Asia Tenggara.

EKONOMI | 23 September 2020

KBI Raih Sertifikasi ISO 27001 : 2013

KBI berhasil meraih sertifikasi ISO 27001 : 2013 tentang Manajemen Sistem Keamanan Informasi dari British Standards Institution.

EKONOMI | 23 September 2020

Hong Kong Kingland Gandeng Yayasan Sahid Jaya

Kampus Universitas Sahid akan hadir di kawasan Kingland Avenue Apartment.

EKONOMI | 23 September 2020

Anak Usaha Modernland Mulai Bangun Cleon Park Apartment

Cleon Park Apartment yang merupakan proyek apartemen pertama di kawasan perumahan Jakarta Garden City (JGC).

EKONOMI | 23 September 2020

AFPI: Fintech Ilegal Tawaran Pinjaman Lewat SMS

Fintech P2P Lending yang sudah terdaftar di OJK dilarang menawarkan produk atau promosi melalui pesan singkat SMS.

EKONOMI | 23 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS