Pemerintah Harus Utamakan Perusahaan dalam Negeri Tangani Proyek Electronic Toll Collection
INDEX

BISNIS-27 503.122 (7.61)   |   COMPOSITE 5724.74 (89.25)   |   DBX 1066.46 (9.81)   |   I-GRADE 166.255 (3.05)   |   IDX30 491.004 (8.8)   |   IDX80 129.735 (2.65)   |   IDXBUMN20 364.991 (9.26)   |   IDXG30 133.352 (2.1)   |   IDXHIDIV20 441.973 (8.53)   |   IDXQ30 143.512 (2.54)   |   IDXSMC-COM 247.38 (3.5)   |   IDXSMC-LIQ 301.054 (8.02)   |   IDXV30 127.096 (4)   |   INFOBANK15 976.214 (12.27)   |   Investor33 422.656 (6.59)   |   ISSI 167.54 (3)   |   JII 607.336 (12.69)   |   JII70 209.626 (4.39)   |   KOMPAS100 1162.4 (23.4)   |   LQ45 904.834 (17.52)   |   MBX 1587.29 (26.24)   |   MNC36 315.598 (5.98)   |   PEFINDO25 317.232 (4.1)   |   SMInfra18 287.626 (7.78)   |   SRI-KEHATI 361.444 (5.7)   |  

Pemerintah Harus Utamakan Perusahaan dalam Negeri Tangani Proyek Electronic Toll Collection

Selasa, 29 September 2020 | 19:57 WIB
Oleh : Siprianus Edi Hardum / EHD

Jakarta, Beritasatu.com – Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera) diminta agar memprioritaskan perusahaan dalam negeri untuk menangani proyek Sistem Transaksi Tol Non-tunai Nir-sentuh Berbasis Multi Lane Free Flow ( MLFF) atau proyek Electronic Toll Collection (ETC),yang akan diumumkan pada Selasa, 5 Januari 2021.

Sebab, kalau perusahaan dalam negeri yang menang dalam pelelangan itu, manfaatnya sangat banyak terutama dalam penyerapan tenaga kerja. “Idealnya harus membuat kebijakan yang ekstra hati-hati terutama yang berkaitan dengan perusahaan pelaksana proyek ini. Pertimbangan kemanfaatan yang lebih luas dan signifikan harus dijadikan pertimbangan yang paling utama termasuk dalam hal ini tentang penyerapan tenaga kerja dalam negeri,” kata Ketua Forum Komunikasi Rakyat Indonesia (Forkorindo), Tonom kepada wartawan Selasa (29/9/2020).

Sebelumnya Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Subakti Syukur optimistis akan memenangi pelelangan ( tender) Pengusahaan Sistem Transaksi Tol Non-tunai Nir-sentuh Berbasis Multi Lane Free Flow ( MLFF) yang akan diumumkan pada Selasa, 5 Januari 2021.

Rasa optimistis itu didasari PT Jasa Marga telah melakukan berbagai upaya pengembangan teknologi yang sudah dikostumasi dan disesuaikan dengan kebutuhan dan kultur pelanggan lokal.

Sebelumnya, hasil pra-kualifikasi Pelelangan Pengusahaan Sistem Transaksi Tol Non-tunai Nir-sentuh Berbasis MLFF Nomor 11/PB.0301/MLFF/2020 telah ditetapkan pada Rabu, 19 Agustus 2020.

Sebanyak empat peserta yang lolos pra-kualifikasi yakni PT Jasa Marga (Persero) Tbk melalui PT Jasamarga Tollroad Operator (JMTO), dan PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP)- PT Citra Persada Infrastruktur - PT Delameta Bilano-SkyToll a.s. dari Slovakia.

Kemudian konsorsium PT Nusantara Telematics System-PJSC Mostotrest (Rusia)-Service Telematics LLC (Rusia)-Soft Telematics LLC (Rusia), dan Roatex Ltd Zrt asal Hongaria. Roatex Ltd Zrt ditetapkan sebagai pemrakarsa proyek sejak 31 Oktober 2019.
Pertimbangan lain dan sangat penting mengapa harus perusahaan dalam negeri yang harus menangani proyeksi itu, kata Tonom, adalah agar perputaran uang terkait proyek yang berniali triliunan rupiah ini tidak lari ke luar negeri. Kalau yang dimenangkan perusahaan asing, secara otomatis sebahagian besar uang terkait proyek ini akan mengalir ke luar negeri alias akan keluar dari Indonesia.

Menurut Tonom, jangan hanya karena pertimbangan penawaran terendah dari sebuah perusahaan asing, Kempupera mengabaikan aspek lainnya yang jauh lebih penting. “Apalagi, perusahaan asing tersebut belum teruji kemampuannya alias belum tersertifikasi di negara mana pun,” kata Tonom.

Pertimbangan lain lagi, kata Tonom, adalah dengan perusahaan dalam negeri yang sudah teruji, tentu keuntungan lainnya adalah terserapnya tenaga kerja dalam negeri. “Sebagaimana kita ketahui bahwa dari tahun ke tahun penumpukan pengangguran di Indonesia semakin meningkat dan sudah masuk “zona merah”. Kondisi ini, harus dijadikan salah satu pertimbangan penting oleh pemerintah kita,” kata dia.

Ia mengatakan, kalau merujuk ke belakang, saat pemberlakuan E-Toll saja sudah menimbulkan persoalan khususnya di bidang ketenagakerjaan. Ribuan pegawai/karyawan tol terpaksa dirumahkan karena tenaganya cukup digantikan sistem. Ini jelas sangat berdampak secara sosial dan ekonomi bahkan bisa berdampak keamanan dan politik.

Oleh karena itu, ia meminta pemerintah agar prioritaskan perusahaan dalam negeri, terutama BUMN-BUMN yang ahli dalam bidang itu. “BUMN-BUMN kita sudah teruji dan berprestasi selama berpuluh-puluh tahun,” kata dia.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

RNI Lunasi MTN dan Sukuk Rp 665 Miliar

PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) (RNI) melunasi pembayaran Medium Term Notes (MTN) I, II dan Sukuk Ijarah dengan total Rp 665 miliar.

EKONOMI | 29 September 2020

Merdeka Copper Lanjutkan Proyek Tambang Tujuh Bukit

Perseroan merencanakan perbaikan yang bertujuan untuk memulai kembali produksi secara berkelanjutan.

EKONOMI | 29 September 2020

Mahardhika Gandeng BTN Kembangkan Hunian Pintar

BTN merilis program KPA Smart Living untuk pembelian unit-unit hunian pada proyek apartemen Gading Icon (The Oak Tower Apartment).

EKONOMI | 29 September 2020

Menkeu: Target Pertumbuhan 2021 Dipengaruhi 4 Hal Ini

Target pertumnbuhan ekonomi 2021 sebesar 5% dipengaruhi oleh ketersediaan vaksin, pemulihan ekonomi nasional, reformasi, dan pertumbuhan ekonomi global.

EKONOMI | 29 September 2020

RAPBN 2021 Disahkan, Pertumbuhan Ekonomi 2021 Ditargetkan 5%

Asumsi dasar makro ekonomi terhadap pertumbuhan ekonomi di 2021 sebesar 5,0 persen, inflasi 3 persen, dan nilai tukar rupiah di Rp 14.600.

EKONOMI | 29 September 2020

BCA Resmi Akuisisi Bank Interim

BCA resmi memiliki 99,999973% saham Bank Interim. Total nilai akuisisi adalah Rp 643,65 miliar,

EKONOMI | 29 September 2020

Aspal Pertamina Dukung Kontrak Perawatan Sirkuit Sentul

Spesifikasi aspal yang dipasarkan adalah jenis Asphalt 60/70, sesuai kebutuhan dan kondisi negara Indonesia yang beriklim tropis.

EKONOMI | 29 September 2020

Dukung UMKM, Bukalapak Luncurkan Agregator Logistik BukaSend

Melalui BukaSend, pelaku UMKM dapat memilih berbagai jenis pilihan kurir dan metode pengiriman dalam satu platform.

EKONOMI | 29 September 2020

Pandemi Dorong Harga Emas Naik, Freeport Indonesia Catat Laba US$ 94 Juta

Orias menyampaikan, sejak Maret 2020, realisasi harga tembaga dan emas mengalami peningkatan karena orang membeli emas di saat kondisi ketidakpastian.

EKONOMI | 29 September 2020

Hendri Saparini: Maksimalkan Pasar dalam Negeri untuk Pulihkan Ekonomi Indonesia

Menurut ekonom UGM pendiri Core Indonesia, Hendri Saparini pada 2021 nanti diprediksi akan terjadi pertumbuhan ekonomi yang signifikan.

EKONOMI | 29 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS