Aktivitas Manufaktur September Menurun di Tengah PSBB
INDEX

BISNIS-27 448.146 (0.31)   |   COMPOSITE 5091.82 (20.37)   |   DBX 966.643 (7.34)   |   I-GRADE 139.941 (-0.23)   |   IDX30 428.154 (0.15)   |   IDX80 113.358 (0.41)   |   IDXBUMN20 291.199 (0.73)   |   IDXG30 119.599 (-0.42)   |   IDXHIDIV20 379.423 (-0.2)   |   IDXQ30 124.629 (0.03)   |   IDXSMC-COM 218.961 (1.24)   |   IDXSMC-LIQ 257.997 (1.39)   |   IDXV30 107.251 (0.23)   |   INFOBANK15 832.7 (-1.05)   |   Investor33 373.408 (0.72)   |   ISSI 150.953 (0.22)   |   JII 549.986 (0.88)   |   JII70 187.543 (0.51)   |   KOMPAS100 1019.5 (2.84)   |   LQ45 788.563 (1.25)   |   MBX 1407.83 (4.87)   |   MNC36 279.661 (0.67)   |   PEFINDO25 277.129 (5.34)   |   SMInfra18 242.149 (-0.57)   |   SRI-KEHATI 316.134 (0.38)   |  

Aktivitas Manufaktur September Menurun di Tengah PSBB

Kamis, 1 Oktober 2020 | 14:46 WIB
Oleh : Lona Olavia / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Manufacturing Purchasing Managers’ Index (PMI) Indonesia turun dari 50,8 di Agustus menjadi 47,2 di September 2020. “Ini adalah penurunan pertama sejak bulan April dan menunjukkan aktivitas manufaktur yang melemah di tengah penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) karena masih tereskalasinya pandemi Covid-19,” ucap Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu di Jakarta, Kamis (1/10/2020).

Dijelaskannya, secara rata-rata, PMI pada kuartal III 2020 yang sebesar 48,3 menggambarkan kondisi industri manufaktur yang masih menantang, meski sudah meningkat dibandingkan dengan PMI kuartal 2 tahun 2020 sebesar 31,73.

Ada pun threshold netral PMI adalah di angka 50 (angka di atas 50 menunjukkan adanya pertumbuhan positif secara bulanan). Secara lebih rinci, rilis PMI Manufaktur Indonesia pada September 2020 menunjukkan adanya aktivitas penjualan dan produksi yang dipengaruhi oleh PSBB di Jakarta pada pertengahan bulan September.

Lebih lanjut, penurunan terjadi di sisi permintaan baru meskipun penurunannya lebih lambat dibandingkan kontraksi yang dalam pada Maret dan Juni saat puncak pandemi.

“Penurunan penjualan berkontribusi pada kenaikan kapasitas berlebih yang tercermin juga pada penurunan pekerjaan yang harus diselesaikan yang menghambat perekrutan tenaga kerja lebih lanjut,” tambah Febrio.

Perusahaan juga mengurangi aktivitas pembelian dan stok guna melakukan efisiensi. Tekanan di biaya input didorong oleh depresiasi nilai tukar dan diikuti oleh rendahnya harga penjualan.

Tercatat sejumlah perusahaan memberikan diskon untuk merangsang penjualan. PSBB juga menghambat kemampuan penyedia bahan baku (supplier) untuk memasok input secara tepat waktu. IHS Markit yang mengeluarkan data PMI ini menjelaskan bahwa harapan mengenai output tahun 2021 sangat tinggi, tetapi optimisme tersebut akan sangat bergantung pada pengendalian pandemi.

PMI sebagai indikator yang memprediksi ekonomi ke depan (leading indicators) sejalan dengan tren indikator mobilitas yang telah mengalami perbaikan walaupun dengan akselerasi yang melambat, mengingat masih terdapat eskalasi penularan Covid-19.

Febrio menilai, respons kebijakan pemerintah sudah on-track dan perlu diperkuat dalam penanganan Covid-19 terutama melalui peningkatan langkah TLI (Tes, Lacak, Isolasi) dan disiplin gerakan 3M (Memakai Masker, Mencuci Tangan, dan Menjaga Jarak).

“Penguatan TLI oleh Pemerintah dan 3M oleh masyarakat sejauh ini merupakan best practice dalam mengendalikan Covid-19, serta melengkapi berbagai langkah perlindungan masyarakat miskin dan rentan terdampak melalui berbagai program perlindungan sosial serta dukungan terhadap dunia usaha agar dapat bertahan selama pandemi,” kata Febrio.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Siang Rupiah Menguat Sejalan Mata Uang Asia

Transaksi rupiah pagi ini diperdagangkan dalam kisaran Rp 14.810-Rp 14.852 per dolar AS.

EKONOMI | 1 Oktober 2020

Bio Farma Kandidat Produsen Vaksin Covid-19 Dunia, Pengamat: Momentum Perkuat Holding Farmasi BUMN

Di kancah internasional, Bio Farma juga menyokong kebutuhan 2/3 kebutuhan vaksin dunia.

EKONOMI | 1 Oktober 2020

Siang Ini, Mayoritas Bursa Asia Menguat

Strait Times Singapura naik 30,3 (1,2 persen) mencapai 2.497,1.

EKONOMI | 1 Oktober 2020

Jeda Siang, IHSG Melonjak 49 Poin ke 4.919

Sebanyak 252 saham naik, 127 saham melemah dan 148 saham stagnan.

EKONOMI | 1 Oktober 2020

BPS: September Masih Terjadi Deflasi 0,05 Persen

Dari 90 kota IHK, 56 kota mengalami deflasi dan 34 kota mengalami inflasi.

EKONOMI | 1 Oktober 2020

Tambah Fitur, Gaji.id Permudah Proses Administrasi HRD

Gaji.id juga dilengkapi face recognition, modul reimbursement, proses absensi dan payroll otomatis, serta dashboard interaktif.

EKONOMI | 1 Oktober 2020

Upacara di Lubang Buaya, Puan Bacakan Ikrar Kesetiaan pada Pancasila

Dengan semangat yang dilandasi Pancasila, bangsa Indonesia tetap dapat memperkokoh tegaknya NKRI.

EKONOMI | 1 Oktober 2020

Emas Antam Turun ke Rp 1,013 juta Per Gram

Harga per 250 gram mencapai Rp 238,515 juta.

EKONOMI | 1 Oktober 2020

Awal Perdagangan, Rupiah Menguat Sejalan Mata Uang Asia

Transaksi rupiah pagi ini diperdagangkan dalam kisaran Rp 14.810-Rp 14.836 per dolar AS.

EKONOMI | 1 Oktober 2020

Dibuka, IHSG Melompat ke Zona hijau

Pukul 09.10 WIB, indeks harga saham gabungan naik 35,8 poin (0,71 persen) menjadi 4.905.

EKONOMI | 1 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS