OJK: Perlambatan Ekonomi RI Tak Seburuk Dibandingkan Negara Lainnya
INDEX

BISNIS-27 446.998 (3.66)   |   COMPOSITE 5103.41 (22.92)   |   DBX 961.91 (2.39)   |   I-GRADE 139.433 (1.14)   |   IDX30 425.424 (3.73)   |   IDX80 112.732 (0.9)   |   IDXBUMN20 290.237 (3.92)   |   IDXG30 119.067 (0.52)   |   IDXHIDIV20 380.466 (2.42)   |   IDXQ30 124.992 (0.94)   |   IDXSMC-COM 219.453 (0.5)   |   IDXSMC-LIQ 253.905 (3.07)   |   IDXV30 105.587 (1.13)   |   INFOBANK15 830.947 (11.32)   |   Investor33 371.883 (3.69)   |   ISSI 150.117 (0.53)   |   JII 544.402 (1.55)   |   JII70 185.969 (0.84)   |   KOMPAS100 1019.44 (6.38)   |   LQ45 783.452 (7)   |   MBX 1412.54 (6.76)   |   MNC36 280.287 (2.27)   |   PEFINDO25 278.026 (3.1)   |   SMInfra18 241.756 (0.32)   |   SRI-KEHATI 314.153 (3.5)   |  

OJK: Perlambatan Ekonomi RI Tak Seburuk Dibandingkan Negara Lainnya

Kamis, 1 Oktober 2020 | 14:50 WIB
Oleh : Lona Olavia / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Meski masuk ke jurang resesi akibat dampak Covid-19, namun perekonomian Indonesia termasuk dari sektor jasa keuangan nampak masih lebih baik ditunjukkan dengan adanya pertumbuhan dari berbagai indikatornya.

"Tak berlebihan rasanya jika kita patut bersyukur, lantaran perlambatan ekonomi Indonesia tersebut tidaklah seburuk perekonomian di negara-negara lain, baik di semua advanced economies (negara-negara maju) maupun di sebagian besar emerging economies (negara-negara berkembang) yang mayoritas struktur perekonomiannya bergantung pada perdagangan internasional, sementara perekonomian kita lebih banyak ditopang oleh permintaan domestik," ujar Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso dalam Rapat Kerja Laporan Kinerja OJK Semester I dengan Komisi XI DPR, Kamis (1/10/2020).

Di pasar modal, sejalan dengan masih tingginya tekanan pada ekonomi domestik, ternyata minat masyarakat untuk mencari pendanaan disini masih tinggi. Penghimpunan dana publik hingga September 2020 telah mencapai Rp 85,9 triliun, dengan 40 emiten baru. Saat ini, penawaran umum dalam proses tercatat sebesar Rp 20,5 triliun. Jumlah investor domestik juga terus meningkat mencapai 3,14 juta investor.

Di industri perbankan, dengan berbagai kebijakan stimulus yang diberikan, kondisi industri perbankan saat ini masih terjaga solid dengan didukung tingkat permodalan yang tinggi dan likuiditas yang amat memadai. Di sisi intermediasi, pada Agustus, kredit perbankan masih tumbuh positif secara year on year (yoy), walaupun kembali mengalami sedikit penurunan dibandingkan periode sebelumnya.

Hingga Agustus lalu, pertumbuhan kredit tercatat sebesar 1.04% yoy atau -1,69% year to date (ytd), didorong oleh pelemahan penyaluran kredit baru oleh Bank Umum Swasta Nasional. Sedangkan kredit pada Bank Persero dan BPD masih tumbuh cukup baik. "Hal ini menandakan sektor swasta masih berhati-hati atau wait and see terhadap outlook risiko ke depan," kata Wimboh.

Berdasarkan jenis penggunaannya, Kredit Modal Kerja (KMK) masih terkontraksi, sedangkan kredit investasi masih positif. Sementara, kredit segmen UMKM yang terkontraksi dari Maret 2020 hingga Juni 2020 cukup mempengaruhi perlambatan kredit secara keseluruhan sehingga secara ytd masih terkontraksi -2,35%.

"Namun, berbagai kebijakan stimulus yang diberikan OJK dan pemerintah mampu memberikan dampak positif pada segmen UMKM, tercermin dari kenaikan pertumbuhan yang positif menjadi sebesar 0,18% MoM (Juli-Agustus 2020)," sebut Wimboh.

Lanjut dia, dengan berbagai kebijakan yang telah dikeluarkan oleh OJK dan anggota KSSK lainnya, secara umum profil risiko perbankan masih terjaga pada level yang manageable dengan rasio NPL kotor tercatat sebesar 3,22%.

Sementara itu, likuiditas dan permodalan perbankan berada pada level yang memadai. Permodalan industri perbankan terus mengalami peningkatan, tercatat di Agustus mencapai 23,2%.

Alat likuid yang dimiliki perbankan terus mengalami peningkatan dengan masih tingginya pertumbuhan DPK dan lemahnya demand kredit. Per 23 September 2020, rasio alat likuid atau non-core deposit dan alat likuid atau DPK terpantau pada level 148,01% dan 31,68%, jauh di atas threshold masing-masing sebesar 50% dan 10%.

Sedangkan LDR tercatat 85,1%. Sedangkan, di Industri Keuangan Non Bank (IKNB), gearing ratio masih terjaga rendah 2,4x dibawah threshold 10x.

Dari sisi permodalan industri asuransi masih cukup tinggi di atas threshold 120%, yakni mencapai 330% untuk asuransi umum dan 506% untuk industri asuransi jiwa. Namun, pertumbuhan piutang pembiayaan masih mencatatkan kontraksi yang cukup dalam yakni -12,86% yoy dengan non performing financing 5,2%.

Capaian PEN

Terkait program restrukturisasi dan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) lainnya yang disalurkan melalui sektor jasa keuangan, Wimboh menyebutkan, hingga posisi 7 September 2020 telah mencapai Rp 884,46 triliun dari 7,38 juta debitur di perbankan.

Keringanan kredit itu dinikmati sebanyak 5,82 juta pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dengan nilai Rp 360,59 triliun.

Restrukturisasi juga diterima oleh 1,44 juta debitur non-UMKM yang memperoleh keringanan kredit senilai Rp 523,87 triliun. Sementara di perusahaan pembiayaan sudah terealisasi Rp 170,17 triliun kepada 4,63 juta kontrak.

Sementara, untuk penempatan dana Pemerintah di perbankan untuk mendorong penyaluran kredit, berdasarkan monitoring OJK, yakni di Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) per 28 September, realisasinya sudah mencapai lebih dari 100% tepatnya 112,6% dari target atau sebesar Rp 144,66 triliun ke 1,97 juta debitur, yang sebagian besar atau Rp 102 triliun disalurkan ke segmen UMKM.

Di tujuh Bank Pembangunan Daerah (BPD) per 23 September, realisasinya sebesar Rp 9,18 triliun kepada 43,5 ribu debitur, dengan Rp 2,2 triliun diantaranya disalurkan kepada segmen UMKM.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Aktivitas Manufaktur September Menurun di Tengah PSBB

PMI Indonesia turun dari 50,8 di Agustus menjadi 47,2 di September 2020.

EKONOMI | 1 Oktober 2020

Siang Rupiah Menguat Sejalan Mata Uang Asia

Transaksi rupiah pagi ini diperdagangkan dalam kisaran Rp 14.810-Rp 14.852 per dolar AS.

EKONOMI | 1 Oktober 2020

Bio Farma Kandidat Produsen Vaksin Covid-19 Dunia, Pengamat: Momentum Perkuat Holding Farmasi BUMN

Di kancah internasional, Bio Farma juga menyokong kebutuhan 2/3 kebutuhan vaksin dunia.

EKONOMI | 1 Oktober 2020

Siang Ini, Mayoritas Bursa Asia Menguat

Strait Times Singapura naik 30,3 (1,2 persen) mencapai 2.497,1.

EKONOMI | 1 Oktober 2020

Jeda Siang, IHSG Melonjak 49 Poin ke 4.919

Sebanyak 252 saham naik, 127 saham melemah dan 148 saham stagnan.

EKONOMI | 1 Oktober 2020

BPS: September Masih Terjadi Deflasi 0,05 Persen

Dari 90 kota IHK, 56 kota mengalami deflasi dan 34 kota mengalami inflasi.

EKONOMI | 1 Oktober 2020

Tambah Fitur, Gaji.id Permudah Proses Administrasi HRD

Gaji.id juga dilengkapi face recognition, modul reimbursement, proses absensi dan payroll otomatis, serta dashboard interaktif.

EKONOMI | 1 Oktober 2020

Upacara di Lubang Buaya, Puan Bacakan Ikrar Kesetiaan pada Pancasila

Dengan semangat yang dilandasi Pancasila, bangsa Indonesia tetap dapat memperkokoh tegaknya NKRI.

EKONOMI | 1 Oktober 2020

Emas Antam Turun ke Rp 1,013 juta Per Gram

Harga per 250 gram mencapai Rp 238,515 juta.

EKONOMI | 1 Oktober 2020

Awal Perdagangan, Rupiah Menguat Sejalan Mata Uang Asia

Transaksi rupiah pagi ini diperdagangkan dalam kisaran Rp 14.810-Rp 14.836 per dolar AS.

EKONOMI | 1 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS