Pelaku Industri Harus Terapkan Industri Hijau
INDEX

BISNIS-27 503.122 (7.61)   |   COMPOSITE 5724.74 (89.25)   |   DBX 1066.46 (9.81)   |   I-GRADE 166.255 (3.05)   |   IDX30 491.004 (8.8)   |   IDX80 129.735 (2.65)   |   IDXBUMN20 364.991 (9.26)   |   IDXG30 133.352 (2.1)   |   IDXHIDIV20 441.973 (8.53)   |   IDXQ30 143.512 (2.54)   |   IDXSMC-COM 247.38 (3.5)   |   IDXSMC-LIQ 301.054 (8.02)   |   IDXV30 127.096 (4)   |   INFOBANK15 976.214 (12.27)   |   Investor33 422.656 (6.59)   |   ISSI 167.54 (3)   |   JII 607.336 (12.69)   |   JII70 209.626 (4.39)   |   KOMPAS100 1162.4 (23.4)   |   LQ45 904.834 (17.52)   |   MBX 1587.29 (26.24)   |   MNC36 315.598 (5.98)   |   PEFINDO25 317.232 (4.1)   |   SMInfra18 287.626 (7.78)   |   SRI-KEHATI 361.444 (5.7)   |  

Pelaku Industri Harus Terapkan Industri Hijau

Kamis, 15 Oktober 2020 | 20:03 WIB
Oleh : Siprianus Edi Hardum / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Semua pelaku industri harus menerapkan sustainable development, di mana industri hijau harus jadi role model, saat ini dan di masa depan. "Kementerian Perindustrian (Kemperin) berkomitmen dengan Industri Hijau jadi bagian dari tujuan pembangunan industri nasional sesuai UU Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian,” kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemperin, Doddy Rahadi.

Doddy mengatakan itu dalam seminar nasional dengan “Making Indonesia 4.0: Green Technology Innovation Toward Sustainable Industry” di Semarang, Jawa Tengah (Jateng), Kamis (15/10/2020) sebagaimana dalam keterangan tertulisnya.

Dody mengatakan, Industri Hijau marupakan icon, di mana industri dalam proses produksinya menerapkan upaya efisiensi dan efektivitas pemakaian sumber daya secara berkelanjutan.

Ia mengatakan, salah satu strategi yang akan dijalankan pemerintah melalui circular economy pada industri, yaitu menerapkan 5R yakni reduce, reuse, recycle, recovery dan repair. Dengan begitu material mentah dapat digunakan berkali-kali dalam berbagai daur hidup produk.

Sehingga ekstraksi bahan mentah dari alam bisa lebih efektif dan efisien. "Selain itu, circular economy juga akan mengurangi limbah yang dihasilkan, karena akan diolah lagi jadi produk yang punya nilai tambah secara ekonomi," urai Doddy.

Sementara pembicara lain Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, menambahkan, saat ini Sungai Bengawan Solo masih ada pencemaran oleh puluhan industri. Di mana sebelum Desember 2020 pihak industri harus segera menyelesaikannya.

"Kami telah minta industri itu memperbaiki sistem IPAL. Khusus Industri Kecil dan Menengah (IKM) membuat Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) komunal agar limbahnya tidak mencemari sungai Bengawan Solo, terutama IKM Ciu alkohol, batik, tahu/tempe dan ternak babi. Namun sampai Oktober 2020 ini permasalahan industri itu belum teratasi," ujar Ganjar, yang pembinaan telah diberikan waktu 1 tahun sejak Desember 2019.

Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi (Marinves), Safri Burhanuddin, mengutarakan, pencemaran dan kerusakan lingkungan di Sungai Citarum sebagai sungai terkotor di dunia dua tahun lalu mengakibatkan kerugian besar terhadap kesehatan, ekonomi, sosial, ekosistem, sumber daya lingkungan dan generasi mendatang.

Soal teknologi industri 4.0, sambungnya, sangat berkontribusi dalam program pengendalian daerah aliran sungai (DAS) Citarum, khususnya dalam peningkatan efisiensi dan kebutuhan akurasi data. "Kami memanfaatkan teknologi 4.0 dalam pengendalian DAS Citarum, seperti IoT Video Analytic dan CCTV, IoT Water Quality Monitoring System guna menganalisa data kualitas air sungai serta pengembangan website Citarumharum dan membentuk Command Center Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Dengan dukungan itu terjadi efisiensi biaya," ucapnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

UU Ciptaker Terobosan bagi UMKM

UU Ciptaker bisa tingkatkan produktivitas UMKM.

EKONOMI | 15 Oktober 2020

Pameran Virtual Bangkitkan Bisnis UMKM di Masa Pandemi

Sektor UMKM menjadi salah satu motor peggerak perekonomian nasional di masa pandemi Covid-19.

EKONOMI | 15 Oktober 2020

Investasi pada Obligasi Ritel Lebih Aman dan Menguntungkan

Berinvestasi pada surat obligasi pemerintah lebih baik dan aman, karena dengan memakai mata uang rupiah sebagai acuan dalam investasi akan terhindari dari kondisi fluktuatif kurs mata uang lainnya yang rawan terjadi

EKONOMI | 15 Oktober 2020

Cover Covid-19, Asuransi Zurich Topas Life Bayar Klaim Rp 4 miliar

Asuransi Zurich Topas Life telah membayar klaim asuransi terkait virus Covid-19 sebesar Rp 4 miliar, hingga September 2020.

EKONOMI | 15 Oktober 2020

Semester I, Bisnis Asuransi Umum Terkontraksi -6,1%

Ketua Umum Dewan Asuransi Indonesia (DAI), HSM Widodo, mengatakan hingga semester I-2020, asuransi umum mengalami kontraksi -6,1%.

EKONOMI | 15 Oktober 2020

Diwarnai Profit Taking, IHSG Ditutup Terkoreksi 1,37%

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia pada perdagangan Kamis (16/10/2020), ditutup terkoreksi 70,949 poin atau 1,37% ke kevel 5.105,15.

EKONOMI | 15 Oktober 2020

Kemkop dan UKM Gelar Pelatihan untuk Pelaku UKM di Babel

Kemkop dan UKM beri pelatihan untuk pelaku usaha UKM di Babel.

EKONOMI | 15 Oktober 2020

Reksadana, Instrumen Investasi yang Sesuai Bagi Kaum Milenial

Semakin muda usia kaum milenial berinvestasi di reksadana, maka keuntungan yang diperoleh akan semakin besar.

EKONOMI | 15 Oktober 2020

Kinerja Manufaktur Naik pada Triwulan Ketiga

Kinerja industri manufaktur naik pada triwulan III 2020.

EKONOMI | 15 Oktober 2020

BCA Salurkan Bantuan untuk Masyarakat di Palu

BCA salurkan bantuan pendidikan untuk masyarakat Palu.

EKONOMI | 15 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS