Kemkop dan UKM Beri Bantuan untuk Pelaku UKM Korban Banjir Bandang Garut
INDEX

BISNIS-27 450.793 (-2.26)   |   COMPOSITE 5144.05 (-15.82)   |   DBX 982.653 (2.46)   |   I-GRADE 141.194 (-0.62)   |   IDX30 430.883 (-2.17)   |   IDX80 114.327 (-0.59)   |   IDXBUMN20 295.098 (-2.05)   |   IDXG30 119.385 (-0.73)   |   IDXHIDIV20 382.257 (-1.97)   |   IDXQ30 125.574 (-0.78)   |   IDXSMC-COM 221.901 (-0.43)   |   IDXSMC-LIQ 259.068 (-1.66)   |   IDXV30 107.621 (-1.14)   |   INFOBANK15 842.759 (-2.22)   |   Investor33 376.322 (-1.83)   |   ISSI 151.265 (-0.8)   |   JII 550.5 (-4.84)   |   JII70 187.95 (-1.54)   |   KOMPAS100 1026.39 (-5.14)   |   LQ45 794.213 (-3.71)   |   MBX 1420.94 (-5.57)   |   MNC36 281.737 (-1.36)   |   PEFINDO25 284.937 (-1.16)   |   SMInfra18 242.709 (-2.12)   |   SRI-KEHATI 318.969 (-1.57)   |  

Kemkop dan UKM Beri Bantuan untuk Pelaku UKM Korban Banjir Bandang Garut

Minggu, 18 Oktober 2020 | 13:59 WIB
Oleh : Siprianus Edi Hardum / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Koperasi (Kemkop) dan UKM memberikan bantuan berupa bahan pangan (sembako), pakaian, obat-obatan, hingga keperluan ibu dan anak, bagi korban bencana banjir bandang yang menerpa wilayah Garut Selatan.

Ada empat kecamatan yang terkena dampak cukup parah. Yaitu, Cibalong, Pemeungpeuk, Cikelet, dan Cisompet. "Saya ditugaskan Presiden Joko Widodo untuk meninjau langsung dampak yang ditimbulkan bagi warga hingga proses penanganannya," ucap Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki kepada wartawan di Posko Bantuan Bencana, Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Garut, Sabtu (17/10/2020) sebagaimana dalam siaran persnya.

Teten mengapresiasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) atas respon cepat penanganan bencana, dari mulai awal bencana sampai tahap rehabilitasi dan rekonstruksi.

"Presiden RI sudah menugaskan Kempupera, serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, untuk pemulihan ekologi yang ditimbulkan dari banjir bandang. Termasuk memperbaiki sarana infrastruktur yang rusak," jelas Teten.

Teten berharap kewaspadaan masyarakat akan bencana harus terus ditingkatkan. Pasalnya, sekitar empat bulan ke depan baru memasuki puncak musim penghujan. "Saya minta kemandirian masyarakat harus terus dibangun, terutama dalam menghadapi setiap bencana alam," tandas Teten.

Bantuan dari Kemkop dan UKM tersebut, di dalamnya mencakup juga bantuan lain dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB KUMKM), Bank BNI, Kospin Jasa, KSP Sahabat Mitra Sejati, Gakopsyah Jabar, dan Inkopsyah (BMT-BMT).

Bahkan, Koperasi Syariah BMT It-Qan (Bandung) mencatat ada 114 anggotanya yang terdampak banjir bandang tersebut. Para anggota Kopsyah It-Qan itu semuanya berprofesi sebagai pedagang dan usaha mikro.

Dialog Koperasi

Usai memberikan bantuan, Teten berdialog dengan perwakilan koperasi yang ada di Garut Selatan. Diantaranya, Koperasi Karang Tumaritis (Cikelet), Koperasi Cahaya Bahari (Pamalayan), Koperasi Karya Mandiri (Cibolang), Koperasi Mutiara Sancang (Cibolang).

Dalam dialog tersebut, dua orang perwakilan koperasi memaparkan beberapa permasalahan yang menimpa koperasi di Garut Selatan. Terutama, pasca bencana banjir bandang.

Diantaranya, banyak perahu nelayan (45%) yang rusak parah dan hilang terbawa banjir, berkurangnya permodalan koperasi, hingga banyak usaha mikro yang belum tersentuh program Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM).

Terkait perahu nelayan yang terdampak banjir, Teten meminta koperasi-koperasi tersebut untuk mengajukan proposal dana bergulir ke LPDB KUMKM.

"Sudah bukan zamannya lagi minta-minta bantuan. Karena, pemerintah sudah menyediakan banyak kemudahan untuk koperasi, termasuk perkuatan permodalan koperasi," ucap Teten.

Sementara menyangkut BPUM, Teten mengakui bahwa program tersebut dirancang dengan data yang ada. Yakni, BPUM akan disalurkan kepada sekitar 12 juta pelaku usaha mikro. "Namun, yang mendaftar mencapai 22 juta pelaku usaha mikro," ungkap Teten.

Oleh karena itu, Teten meminta para pelaku usaha mikro di seluruh Indonesia agar mendaftarkan usahanya ke kantor kecamatan atau dinas KUKM setempat. "Segala bentuk perijinan untuk UMKM sudah dipermudah. Dan itu sudah masuk dalam UU Cipta Kerja," jelas Teten.

Ke depan, Teten akan menjadikan koperasi sebagai agregator bagi ekonomi rakyat. Dimana yang tadinya bisnis secara sendiri-sendiri, diarahkan untuk membentuk wadah koperasi agar tercapai skala keekonomian dari usahanya.

Pihaknya juga tengah merancang pilot project Korporasi Koperasi bagi nelayan. Nelayan-nelayan kecil akan didorong untuk bergabung dengan koperasi, agar masuk ke skala ekonomi.

Selain itu, koperasi nelayan juga didorong untuk mengembangkan industri pengolahsn ikan. Dengan begitu, produk dari nelayan ada offtaker-nya. "Sehingga, nantinya pembiayaan bagi koperasi bukan lagi yang beresiko tinggi," pungkas Teten.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kempupera Tuntaskan Pembangunan Empat Bendungan Akhir Desember 2020

Kempupera selesaikan pembangunan empat bendungan di akhir Desember 2020.

EKONOMI | 18 Oktober 2020

Aprindo Dukung Program Pemerintah Majukan Produk Lokal

Aprindo mendukung produk UMKM untuk mendapatkan pembiayaan dengan skema menarik.

EKONOMI | 18 Oktober 2020

UU Cipta Kerja Upaya Wujudkan Iklim Investasi yang Kondusif

Pidak sedikit peraturan proses perizinan usaha, baik di daerah maupun pusat tumpang tindih sehingga menghambat birokrasi.

EKONOMI | 18 Oktober 2020

Intani Bangun Korporasi Petani 1.000 Ha di Ujung Genteng

Perkumpulan Insan Tani dan Nelayan Indonesia (Intani) membangun korporasi petani seluas 1.000 hektare (ha) di Ujung Genteng, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat

EKONOMI | 18 Oktober 2020

Asuransi, Teruslah Berinovasi, Bertransformasi, dan Jaga Reputasi

Ketika masyarakat Indonesia didera pandemi Covid-19, asuransi mesti tampil memberikan solusi.

EKONOMI | 18 Oktober 2020

Gandeng Pemkab Bogor, AEON Mall Indonesia Genjot Pelayanan Publik dan Bantu UMKM

Selain mall pelayanan publik AEON Mall Sentul City juga menyediakan ruang komunikasi bagi Pemkab Bogor untuk melakukan edukasi dan sosialisasi kebijakan.

EKONOMI | 17 Oktober 2020

Terjual 85 Persen, Marchand Hype Station Mulai Beroperasi

Marchand Hype Station merupakan kawasan komersial yang ditujukan bagi kalangan milenial.

EKONOMI | 17 Oktober 2020

Bank Dunia: UU Cipta Kerja Dukung Pemulihan Ekonomi

Bank Dunia menilai, UU Cipta Kerja dapat membantu menarik investor, menciptakan lapangan kerja, dan membantu Indonesia memerangi kemiskinan.

EKONOMI | 17 Oktober 2020

UU Cipta Kerja Pangkas Birokrasi dan Tingkatkan Daya Saing

Bahwa UU Cipta Kerja tak sempurna, ada kekurangan, bisa diperbaiki di aturan turunan.

EKONOMI | 17 Oktober 2020

Pelindo 1 dan BP Batam Kerja Sama Pemanduan dan Penundaan Kapal

Kerja sama Pelindo 1 dan BP Batam juga bertujuan meningkatkan implementasi layanan berbasis digital.

EKONOMI | 17 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS