Sistem Logistik Nasional Belum Efisien
INDEX

BISNIS-27 509.396 (-2.72)   |   COMPOSITE 5822.94 (-12.46)   |   DBX 1088.19 (9.8)   |   I-GRADE 169.852 (-1.35)   |   IDX30 498.88 (-2.76)   |   IDX80 132.065 (-0.41)   |   IDXBUMN20 376.263 (-3.13)   |   IDXG30 135.508 (-0.99)   |   IDXHIDIV20 449.517 (-1.84)   |   IDXQ30 145.713 (-1.14)   |   IDXSMC-COM 252.052 (0.88)   |   IDXSMC-LIQ 309.347 (0.24)   |   IDXV30 130.911 (1.46)   |   INFOBANK15 993.498 (-9.24)   |   Investor33 428.541 (-2.51)   |   ISSI 170.173 (-0.26)   |   JII 616.286 (-0.48)   |   JII70 212.951 (-0.33)   |   KOMPAS100 1185.6 (-4.97)   |   LQ45 921.176 (-4.93)   |   MBX 1613.76 (-6.11)   |   MNC36 320.851 (-1.83)   |   PEFINDO25 318.369 (-4.14)   |   SMInfra18 296.861 (-1.08)   |   SRI-KEHATI 366.856 (-2.5)   |  

Perbanyak Pusat Logistik Berikat

Sistem Logistik Nasional Belum Efisien

Kamis, 22 Oktober 2020 | 16:46 WIB
Oleh : Siprianus Edi Hardum / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Meskipun peringkat Logistic Performance Index (LPI) tahun 2019 relatif meningkat dibanding tahun 2018, namun Sistem Logistik Nasional belum efisien. "Biaya logistik Indonesia masih tinggi," kata Rusman Ghazali, akademisi dari Universitas Nasional, Jakarta, dalam webinar di Jakarta Selatan, Kamis (22/10/2020) siang.

Menurut Rusman, biaya logistik transportasi masih di angka 28,7%. Prosentase yang menurutnya sangat besar untuk keseluruhan biaya produksi. Ia menunjuk contoh sistem logistik di sektor perikanan, dimana panjangnya rantai distribusi hasil perikanan mengakibatkan tingginya biaya logistik.

"Bahkan biaya logistik antarpulau relatif lebih tinggi dibanding antar negara," ungkap Rusman seraya menunjuk contoh biaya angkut Kendari-Jakarta mencapai Rp 1,28 per kg/km. Sementara biaya angkut Jakarta-Tiongkok hanya Rp 0,52/kg/km.

Sebelumnya dalam webinar bertajuk "Tata Kelola Sistem Logistik Nasional Dalam Mengurangi Beban Biaya Logistik" itu, peneliti Indef, Ahmad Heri Firdaus setuju dengan penilaian Rusman bahwa sistem logistik nasional tidak efisien.

Ia menilai, Indonesia masih boros modal untuk investasi dibanding Malaysia, Vietnam atau Thailand. "Hati-hati dengan pasar terbuka ASEAN karena produk mereka yang lebih murah kalau menyerbu Indonesia bisa rusak pasar produk kita," ungkapnya.

Dalam kesempatan itu Rusman menyarankan kepada pemerintah untuk terus melakukan efisiensi perizinan, memperbanyak infrastruktur pengangkutan produk, dan memperbanyak jadwal kapal angkut dari sentra produksi ke sentra distribusi.

Pusat Pertumbuhan Ekonomi

Ada pun Soleh Rusyadi Maryam dari Sucofindo menyarankan pemerintah untuk memperbanyak Pusat Logistik Berikat (PLB) yang memiliki fleksibilitas dalam supplyai chain management. "Di sini ada konsep one to many, many to one many to many," kata Soleh.

Dengan adanya PLB diyakini Soleh akan memperlancar arus barang impor dari sisi kewajiban kepabeanan, menjaga cash flow perusahaan, dan mendukung ketersediaan barang impor tepat waktu.

Karena itu Soleh menyarankan perlunya diperbanyak PLB di sejumlah tempat karena terbukti efisien dalam menopang supply chain management.

Ahmad Hari Firdaus meminta pemerintah memperbanyak pusat-pusat ekonomi baru untuk menambah frekuensi kunjungan kapal-kapal cargo ke pusat-pusat produksi. "Tol laut belum berfungsi maksimal karena tidak ada hilirisasi dari pusat produksi. Hilirisasi tidak ada kareba tidak ada pusat-pusat ekonomi baru," tutur Ahmad.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Bursa Asia Ditutup Melemah, Saham ANA dan JAL Anjlok

Nikkei 225 melemah 0,7%, Indeks Komposit Shanghai turun 0,38%, Hang Seng Hong Kong naik 0,13%, ASX 200 Australia turun 0,29%, dan Kospi turun 0,67%.

EKONOMI | 22 Oktober 2020

Kurs Rupiah Terdepresiasi Tipis ke Rp 14.640

Kurs rupiah berada di level Rp 14.640 per dolar AS atau melemah 30 poin dibandingkan perdagangan sebelumnya Rp 14.610.

EKONOMI | 22 Oktober 2020

IHSG Ditutup Melemah Tipis Sore Ini

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 0,09% ke kisaran 5.091,8 pada akhir perdagangan hari ini, Kamis (22/10/2020).

EKONOMI | 22 Oktober 2020

Menyambut Penghujung 2020, IndiHome Tebarkan Semangat “Semua Bisa Berubah Maju”

Pandemi Covid-19 hingga saat ini belum juga berakhir. Tak dapat dipungkiri bahwa adanya pandemi membawa dampak yang besar kepada perekonomian

EKONOMI | 22 Oktober 2020

Kookmin Dorong Transformasi Bisnis Bukopin

Kolaborasi ini membuat Bukopin bertransformasi menjadi bank yang tetap menjunjung tinggi kearifan lokal dengan profesionalisme bankir berskala internasional.

EKONOMI | 22 Oktober 2020

Dorong UMKM Naik Kelas, Wajib Selesaikan Tiga Masalah Utama Ini

Minimnya database, kemampuan bersinergi, dan keterkaitan (linkage) menyulitkan UMKM untuk bangkit dan naik kelas di tengah krisis akibat pandemi.

EKONOMI | 22 Oktober 2020

Pemerintah Alokasikan Rp 2,6 T untuk Program Pemulihan Ekonomi Pesantren

Melalui dana tersebut, harapannya pesantren dan juga pendidikan keagamaan siap beradaptasi dengan kebiasaan baru akibat adanya Covid-19.

EKONOMI | 22 Oktober 2020

Pendistribusian Bantuan Sosial di Indonesia Diapresiasi Bank Dunia

Bank Dunia mengatakan Indonesia telah berhasil mengubah sistemnya secara mendasar dalam waktu yang relatif singkat.

EKONOMI | 22 Oktober 2020

Digitalisasi dan Keamanan, Kunci Penguatan Industri Asuransi

Pengembangan website hingga AI ditempuh untuk memenuhi kebutuhan nasabah asuransi yang kian kompleks, namun di sisi lain kian menuntut adanya kemudahan.

EKONOMI | 22 Oktober 2020

Bank Jatim Raih Laba Bersih Rp 1,1 Triliun

Bank Jatim juga tetap mampu mencatatkan pertumbuhan penyaluran kredit sebesar Rp 40,38 triliun atau tumbuh 7,03% (YoY).

EKONOMI | 22 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS