Perkuat Daya Saing Industri, Pemerintah Percepat Penerapan Industri 4.0
INDEX

BISNIS-27 491.129 (11.79)   |   COMPOSITE 5612.42 (107.29)   |   DBX 1062.36 (2.93)   |   I-GRADE 161.886 (4.39)   |   IDX30 478.794 (11.91)   |   IDX80 126.714 (2.89)   |   IDXBUMN20 355.426 (9.19)   |   IDXG30 131.028 (2.31)   |   IDXHIDIV20 432.126 (9.67)   |   IDXQ30 139.823 (3.66)   |   IDXSMC-COM 243.691 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 294.252 (6.39)   |   IDXV30 122.487 (4.35)   |   INFOBANK15 946.8 (30.61)   |   Investor33 412.464 (9.91)   |   ISSI 165.112 (2.2)   |   JII 597.802 (8.77)   |   JII70 206.187 (3.19)   |   KOMPAS100 1134.88 (26.95)   |   LQ45 883.061 (21.01)   |   MBX 1552.46 (33.81)   |   MNC36 308.511 (6.95)   |   PEFINDO25 308.232 (9.26)   |   SMInfra18 281.756 (5.45)   |   SRI-KEHATI 352.482 (8.69)   |  

Perkuat Daya Saing Industri, Pemerintah Percepat Penerapan Industri 4.0

Rabu, 11 November 2020 | 21:38 WIB
Oleh : Siprianus Edi Hardum / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Sektor industri di Indonesia dinilai mempunyai daya saing yang kuat dengan berbagai produknya yang kompetitif terhadap barang impor. Hal ini tidak terlepas dari peran pemerintah yang mendorong penggunaan teknologi digital sesuai implementasi peta jalan Making Indonesia 4.0.

“Strategi dan kebijakan Kementerian Perindustrian (Kemperin) dalam meningkatkan daya saing sektor manufaktur nasional, di antaranya adalah melalui akselerasi pada penerapan industri 4.0,” kata Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional (KPAII), Dody Widodo di Jakarta, Rabu (11/11/2020).

Dody menjelaskan, pemanfaatan teknologi modern di sektor industri diyakini dapat menurunkan biaya faktor produksi, mendorong penggunaan produksi dalam negeri, meningkatkan kualitas dan produktivitas SDM industri, serta memperbaiki standar kualitas produk-produk industri kecil menengah (IKM). “Hal ini yang membawa dampak terdongkraknya daya saing industri di Indonesia,” ujarnya.

Dody mengemukakan, berdasarkan Industrial Development Report 2020 yang dirilis United Nations Industrial Development Organization (Unido), bahwa Indonesia berada di urutan ke-38 dari total 150 negara dalam peringkat Competitive Industrial Performance (CIP) Index pada tahun 2019. Artinya, posisi Indonesia berhasil naik dibanding tahun 2018 yang menempati peringkat ke-39.

“Terkait hal tersebut, Indonesia masuk ke dalam kategori Upper Middle Quintile dan memiliki peringkat lebih tinggi daripada India (peringkat ke-39), Filipina (peringkat ke-41), dan Vietnam (peringkat ke-43),” ungkapnya.

Oleh karena itu, lanjut Dody, pihaknya aktif memfasilitasi perluasan pasar industri nasional di kancah internasional melalui kerangka kerja sama yang komprehensif dengan negara-negara potensial.

“Upaya peningkatan daya saing industri kita salah satunya dapat dilakukan melalui pemanfaatan kerja sama internasional baik bilateral maupun multilateral, termasuk juga kerja sama Indonesia dengan Unido,” tandasnya.

Saat ini, kerja sama Indonesia-Unido yang diterapkan melalui dokumen Indonesia-Unido Country Programme 2016-2020 telah membantu Indonesia dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional serta perkembangan industri dalam negeri.

“Proyek-proyek kerja sama baik itu yang telah selesai maupun sedang berjalan, mampu memberikan dampak positif bagi industri di tanah air untuk mencapai kegiatan produksi yang lebih efisien dan berkelanjutan,” tegas Dody.

Selanjutnya, proyek-proyek kerja sama yang mengakomodasi kepentingan dan kebutuhan industri dalam negeri tersebut membantu peningkatan kualitas dan kapasitas sehingga daya saingnya semakin meningkat.

“Salah satu proyek kerja sama Indonesia-Unido yang kami nilai cukup berhasil adalah program SMART Fish yang saat ini sedang dilanjutkan kepada tahap kedua,” sebut Dody.

Program SMART Fish 2 tersebut fokus pada penguatan standarisasi produk perikanan serta rumput laut. Seperti yang diketahui, produk perikanan dan rumput laut merupakan basis bahan baku bagi industri makanan, minuman, kosmetik dan farmasi.

“Melalui program SMART Fish, kekhawatiran akan kurangnya suplai dan kekhawatiran terhadap kualitas bahan baku dapat diatasi di masa yang akan datang,” imbuhnya.

Dody berharap, keberhasilan program kerja sama Indonesia-Unido dapat segera diikuti oleh basis input industri lain seperti sektor kehutanan, tambang, dan peternakan, termasuk basis sektor jasa yang dapat mendukung proses industrialisasi dan penguatan ekspor.

“Dokumen Indonesia - Unido Country Programme 2016-2020 akan berakhir bulan Desember ini. Hal ini memberikan peluang bagi Indonesia untuk menyusun proyek-proyek yang lebih strategis, tepat sasaran, dan bermanfaat bagi industri dan perekonomian Indonesia,” tutur Dody.

Apalagi, seiring perkembangan revolusi industri 4.0, Indonesia akan membutuhkan proyek-proyek kerja sama yang dapat mengakselerasi penerapan teknologi industri 4.0.

Selain itu, sesuai dengan strategi dan kebijakan Kemenperin, proyek-proyek tersebut diharapkan dapat berfokus pada pengembangan kualitas sektor IKM agar dapat menghasilkan produk berdaya saing tinggi sesuai kebutuhan di era industri 4.0.

“Kerja sama Indonesia-Unido bisa menjadi sarana industri dalam negeri untuk dapat mengakselerasi implementasi Industri 4.0. Oleh karena itu, sangat penting untuk kita, pemerintah, asosiasi, akademisi serta kalangan industri merumuskan bersama kebutuhan dan kepentingan industri untuk kemudian dapat diterapkan melalui proyek kerja sama Indonesia-Unido yang nantinya dapat meningkatkan daya saing industri dalam negeri,” pungkasnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Terintegrasi Tol Layang, Tarif Tol Jakarta-Cikampek Naik

Tol Japek II Elevated yang dioperasikan tanpa tarif sejak 15 Desember 2019 lalu, akan mulai beroperasi penuh atau diberlakukan tarif sebelum 12 Desember 2020.

EKONOMI | 11 November 2020

Pemberdayaan Ekonomi Umat Jadi Prioritas Pemerintah

Teten Masduki ditugaskan memperkuat ekonomi umat dan ekonomi rakyat.

EKONOMI | 11 November 2020

Niam Dzikri Pimpin TelkomMetra dengan Gebrakan dan Inisiatif Baru

Sebagai Direktur Utama TelkomMetra, Niam Dzikri menghadapi tantangan yang berbeda dengan kebanyakan pimpinan perusahaan pada umu

EKONOMI | 11 November 2020

14 Eksportir Indonesia Dipamerkan dalam Webinar Perikanan KBRI Singapura

Impor komoditas perikanan ke Singapura dari Indonesia mencapai 22% dari total impor seafood keseluruhan.

EKONOMI | 11 November 2020

Fintech Diharapkan Jawab Tantangan Pengangguran Terbuka

Fintech juga memiliki andil besar dalam mendukung pemulihan ekonomi nasional.

EKONOMI | 11 November 2020

Kekayaan Budi Hartono di BCA Rp 225,7 Triliun

Budi Hartono adalah orang terkaya di Indonesia.

EKONOMI | 11 November 2020

Asensi dan Kadin Luncurkan Gerakan Beli Dari Kawan

Ini sebuah gerakan masif yang mempertemukan antara pembeli dan penjual, serta menciptakan lapangan kerja baru melalui penyedian fasilitas reseller.

EKONOMI | 11 November 2020

Gubernur BI: Digitalisasi Kunci Sumber Ekonomi ke Depan

Gubernur BI menilai bahwa digitalisasi merupakan kunci sumber perekonomian Indonesia di masa yang akan datang.

EKONOMI | 11 November 2020

Inuki Perluas Pasar Hingga ke Meksiko

Dalam upaya melakukan ekspansi pasar penjualan, Inuki melakukan penjajakan pada pasar Amerika Latin

EKONOMI | 11 November 2020

PTPP Sabet Tiga Penghargaan di Sektor Kelistrikan

Asian Power Awards 2020 sering dijuluki sebagai ajang Oscar industri tenaga listrik.

EKONOMI | 11 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS